Upacara Cakcakan di Desa Sambirenteng
Upacara Cakcakan terdiri dari dua kata yakni Upacara dan Cakcakan.
- Upacara berarti cara manusia untuk menghubungkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan menggunakan suatu alat yang disebut upakara atau banten.
- Cakcakan berarti suatu rangkaian upacara Bhuta Yadnya yang pelaksanaannya diiringi dengan adu kemiri, adu telor, adu sata, mecaru di Perempatan Desa, dan acara pesta massal atau pagibungan krama.
Setiap desa di Bali memiliki pedoman dan konsep yang sama dalam mencapai kemajuan, kesejahteraan dan kedamaian desanya. Pedoman itu adalah konsep Tri Hita Karana. Masing-masing desa pakraman memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda dalam menjalankan konsep Tri Hita Karana itu sesuai dengan latar belakang desa, tempat, penduduk dan potensi desa itu sendiri. Sehingga dari berbagai ragam adat dan tradisi umat Hindu inilah yang memperkaya budaya daerah dan budaya nasional dapat menarik para wisatawan asing untuk datang ke daerah Bali menyaksikan keragaman budaya dan tradisi-tradisi yang unik itu.