Mantram Widhi Yadnya
Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya, maka terlebih dahulu perlu kita ketahui, macam yadnya. Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. Tetapi dalam prakteknya, dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Dewa adalah Div, yang berarti Sinar.
Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak, merupakan sinar suci dari Tuhan, sehingga dalam memujanyapun juga berbeda, seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut:
- Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi), kedua tangan dicakupkan di atas dahi, sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun,
- Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening,
- Bersembahyang kehadapan Pitara, cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung, dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung,
- Bersembahyang kehadapan Bhuta, cakupan tangan diletakkan di hulu hati, dengan ujung jari menghadap kebawah. (Suhardana, 2005:10).