Google+
Tampilkan postingan dengan label pendapat para ahli terhadap hindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendapat para ahli terhadap hindu. Tampilkan semua postingan

Apa itu PURANA?

Apa itu PURANA?

Seorang guru pasraman menceritakan kepada saya, ia pernah ditanya oleh seorang murid SMP, perihal kisah Dewa Siwa, ketika sangat bernafsu untuk berhubungan dengan istrinya Dewi Parwati, (maaf) kamanya (air maninya) keluar dengan sendirinya lalu jatuh ke laut, dimakan oleh ikan, dan ikan itu melahirkan seorang anak manusia/kera. Saya sering mendengar kisah ini ketika kecil waktu menonton wayang di desa. Cara ki dalang menggambarkan bagaimana kama itu keluar, melayang dan jatuh ke laut, membuat semua penonton tertawa terpingkal-pingkal. Tetapi cerita yang sama sekarang menimbulkan pertanyaan moral dalam benak seorang siswa SMP: 
mengapa seorang Dewa tidak mampu mengendalikan nafsu? 
Guru pasraman ini tidak tahu jawabannya. Belum lagi soal air mani dimakan ikan dan ikan hamil lalu melahirkan mahluk lain, manusia/kera. Itu semua fiksi belaka.

Apakah Purana?
Purana berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya “kuno” (ancient), adalah kelompok teks Sanskrit yang mengandung kisah-kisah mitologi di jaman kuno. Purana dianggap smerti atau bukan kitab suci Hindu Weda (non-vedic Hindu Scripture). Purana menjelaskan teks-teks Weda untuk mereka yang dianggap memiliki pengetahuan lebih rendah. Belakangan Purana-Purana dikaitkan dengan Tri Murti, dan pada jaman pertengahan dengan pemujaan bhakti Vishnu dan Siva. Materi Weda lebih awal disusun kembali untuk melayani kepentingan sectarian, dan materi sebelumnya mengenai pengobatan, astrologi, kronologi, geografi, taktik militer dan tata bahasa digabungkan ke dalam teks bhakti yang popular ini. Purana dibagi dua kategori: Mahapurana (mayor) dan Upapurana (minor). Masing-masing kategori memiliki delapan belas anggota. Purana menekankan bhakti dan manifestasi ajaib dari kemuliaan Tuhan. Banyak para pemimpin reformasi Hindu, seperti Swami Dayananda Saraswati menyerang religiusitas Purana, namun ia tetap merupakan bentuk dominan dari agama Hindu.

Benarkah Ka'bah bekas kuil hindu?

Benarkah Ka'bah bekas kuil hindu?

Islam sebagai Penganut Paham Bakti Marga yang dikenal akan fanatisme dan pemusatan arah pemujaan (kiblat), sudah tentu Judul artikel  Benarkah Ka'bah adalah bekas kuil hindu ini akan menjadi momok yang sangat sensitif. kenapa? karena memang begitulah ciri umat yang berjalan dengan paham Bhakti Yoga, dan Mungkin hal ini terdengar terlalu kontroversial dan kadang kala dikaitkan dengan hoax oleh sebagian orang yang merasa kedudukannya/harga dirinya terancam. Namun, penyajian artikel ini tidak bertujuan untuk merendahkan kredibelitas saudara-saudara muslim, melainkah hanya untuk membuka wawasan akan apa yang sebenarnya terjadi.

Kontroversi seputar ka’bah sudah menjadi perbincangan yang sangat hot di dunia maya. Hal ini pertama kali diungkapkan oleh seorang pakar sejarah P.N. Oak. Beliau juga telah melempar isu yang tidak kalah menggegerkannya, yaitu tentang pengungkapan bukti sejarah yang menyatakan bahwa Taj’mahal pada dasarnya adalah sebuah kuil Hindu untuk dewa Siva (Tejo Himalaya) yang direbut oleh Mogul.

Kenapa menjadi Hindu?

Kenapa Menjadi Hindu???

merupakan pertanyaan umum para bule kepada anak bali, nah... disini ada sesuatu yg dpt menjelaskannya.

Stephen Knapp, seorang mantan Kristen keturunan Yahudi berkebangsaan Amerika memilki 28 alasan mengapa ia masuk Hindu, yaitu:
  1. Apa yang diajarkan oleh agama Hindu? Peradaban Veda atau agama Hindu modern, adalah satu cara hidup. Ia bukanlah satu ras manusia atau sekedar agama atau keyakinan sektarian. Ia tidak menjadi milik satu ras atau negeri tertentu. Ia adalah satu jalan yang mendukung satu aturan tingkah laku (code of conduct) yang menghargai kedamaian dan kebahagiaan dan keadilan bagi semua orang.
  2. Hindu adalah peradaban tertua di dunia yang tetap hidup.
  3. Veda adalah kitab suci yang tertua dan paling lengkap.
  4. Veda mempunyai filsafat spiritual yang paling maju dan paling sempurna.
  5. Veda memberikan lebih banyak informasi mengenai ilmu pengetahuan tentang kehidupan sesudah mati, karma dan reinkarnasi.