Google+
Tampilkan postingan dengan label Perbandingan Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbandingan Agama. Tampilkan semua postingan

Perbandingan Surga antara versi Hindu dengan Agama Abrahamic

Perbandingan Surga antara versi Hindu dengan Agama Abrahamic

setelah melewati banyak diskusi tentang pandangan umum kita tentang tujuan agama, ternyata umat beragama diindonesia masih lebih condong dengan promosi agama yang meng-agung-agungkan SURGA, sebuah capaian setelah manusia meninggal. dan yang cukup mengkejutkan, ternyata ada juga umat hindu yang sangat fanatik dengan pengetahuan surganya, dan berupaya mengkonversi lawan bicaranya agar meyakini surga-surga dambaan setelah meninggal tersebut.

salah satu umat hindu yang sangat dengat dengan bahasan keindahan surgawi adalah umat hindu yang memeluk aliran Hare Krisna (HK) dengan salah satu kitab rujukannya adalah Bhagavata Purana. 
memang belakangan terjadi perselisihan dikalangan umat hindu terutama hindu dibali dengan keyakinan yang dianut oleh Umat HK ini, karena ada beberapa prinsif agama yang telah membudaya dibali secara perlahan-lahan di "tabukan" untuk dijalani, sehingga ada beberapa pendapat yang mengacu pada pesan singkat mahagurunya bahwa HK bukanlah hindu. ini kembali manambah parah situasi, tatapi umat HK dibali masih menyatakan dirinya sebagai umat Hindu walau ada sedikit gesekan. salahsatunya adanya keyakinan yang mirip surga yang diberi sebutan Vaikunta.

baik, mari kita bandingkan vaikunta surga menurut versi Bhagawad purana dengan Al-jannah alias surga versi Islam dalam kitab Al-Qurnan.



bersambung..........

Bumi Pernah Kiamat Enam Kali

Bumi Pernah Kiamat Enam Kali

ini artikel baru saya dapatkan dari Saint Kompas, yang merupakan salah bukti pendukung kebenaran ajaran hindu. dimana dalam keyakinan agama hindu, kiamat terjadi berulang-ulang hingga pada saatnya akan ada kiamat maha besar di penghujung jaman kali yuga, tetapi itu bukanlah akhir jaman melainkan awal dari peradaban baru. lebih lanjut silahkan baca: Kiamat dan Pralaya

berikut ini kutipan dari artikel Saint Kompas yang dipublikasikan pada hari Rabu, 22 April 2015 | 09:52 WIB dengan judul "Terungkap, Bumi Pernah "Kiamat" Enam Kali".

Terungkap, Bumi Pernah "Kiamat" Enam Kali

Selama 450 juta tahun, Bumi pernah mengalami "kiamat" atau kematian massal 5 kali. Itulah yang dipahami selama ini.

Tafsir Kalki Awatara Non-Hindu versi Atharwa Weda, Rig Weda dan SamaWeda

Tafsir Kalki Awatara Non-Hindu versi Atharwa Weda, Rig Weda dan Sama Weda

OM Swastiastu,
Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, semoga terwujudkan kedamaian dan kesejahteraan kepada setiap pribadi.
Dari uraian singkat disertai dasar rujukan sastra Veda yang menjelaskan pengertian “avatara” serta siapa yang hadir sebagai “avatara”, pembahasan pada kesempatan ini dilanjutkan kepada sanggahan serta penjelasan per-kutipan dari masing-masing sloka yang dikutip secara acak dan ditafsir secara keliru oleh penulis buku dengan judul :
Ramalan tentang Muhammad S.A.W, dalam kitab suci agama Zoroaster, Hindu, Buddha dan Kristen
Ringkasan Buku Ramalan Tentang Muhammad SAW
Sebagai sebuah ajaran, Islam yang dibawa Muhammad Saw. bukanlah sesuatu yang sama sekali baru. Ia menjadi kelanjutan dari ajaran Tuhan yang diturunkan kepada umat terdahulu. Ini bisa dilihat dari banyaknya ritual yang dilakukan umat terdahulu diajarkan dalam Islam. Meskipun dengan penyempurnaan di sana-sini. Yang lebih tak terbantahkan lagi adalah Islam mengajarkan tauhid sebagaimana ajaran agama-agama yang dibawa oleh para Nabi sebelum Muhammad Saw.
Lebih dari itu, lewat buku ini, keberlanjutan ajaran Muhammad semakin tak terbantahkan. Dalam buku ini diuraikan adanya nubuat (ramalan ) tentang kehadiran Muhammad dalam kitab suci agama-agama. Dalam kitab suci agama Zoroaster misalnya, Muhammad disebut sebagai “nabi yang dijanjikan”. Dalam Weda, Muhammad diberi gelar Narashansah astvishyate (Muhammad yang Terpuji dan Diagungkan). Sementara Buddha Gautama meramalkan kehadiran Muhammad dengan menyebutnya sebagai Buddha Maitreya. Dalam perjanjian lama Muhammad disebut sebagai Himada yang membawa Shalom (sama dengan Muhammad yang membawa Islam).
Penerbit: Hikmah
Pengarang: Abdul Haq Vidyarthi dan Abdul Ahad

Artikel khusus yang membahas pengakuan sepihak ramalah tokoh yang dimaksud dan disetarakan dengan avatara Vishnu dapat diperoleh salah satunya dari media informasi dan salahsatunya sudah dibahas di "benarkah Nabi Muhammad SAW adalah kalki awatara?"

Ramalan Kalki Awatara Non-Hindu versi Bhawisa Purana

Ramalan Kalki Awatara Non-Hindu versi Bhawisa Purana

gambaran Kalki Awatara
Om swastiastu, Om Awighnamastu namo siddham
ini merupakan Sebuah Sanggahan dan Penjelasan atas Ramalan Nabi Muhammad S.A.W dalam sastra Veda sebagai Sri Kalki Avatara.

Namaste,
Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, semoga terwujudkan kedamaian dan kesejahteraa kepada setiap pribadi.

Pada pembahasan pengetahuan Veda kali ini, topik yang akan di bahas dimulai dari pengertian kata “avatara” || अवतार | sebagai inkarnasi atau perwujudan realitas personal Tuhan Yang Maha Esa yang hadir ke dunia mengambil berbagai perwujudan kepribadian rohani_Nya, dengan perkenan_Nya sendiri, untuk melaksanakan sebuah misi menegakan kembali prinsip-prinsip Dharma atau kebenaran dalam masyarakat manusia, melindungi pribadi-pribadi yang saleh yang teguh dalam kebajikan serta menumpas siapapun

mereka yang terperosok dalam berbagai tindakan yang bertentangan dengan Dharma, yang tidak mengindahkan Dharma, mereka yang menentang realitas mutlak Tuhan Yang Maha Esa dan merosot dalam tindakan-tindakan Adharma. 

Benarkah Nabi Muhammad adalah Kalki Awatara?

Benarkah Nabi Muhammad adalah Kalki Awatara?

banyaknya artikel tentang saling klaim kebenaran antar agama, membuat saya tergelitik mencarinya. dan jika anda melakukan "search" di google dengan mengetikkan kata "muhammad dalam weda" atau "Muhammad SAW Nabi Hindu?" maka anda akan menemukan beberapa tulisan yang menyatakan bahwa Muhammad SAW adalah Kalky awatara ataupun Nabi-nya orang Hindu. saya tidak memberi komentar panjang lebar di artikel-artikel tersebut karena satu, kita beda keyakinan dan sudah tentu mereka akan banyak berkilah tentang kebenaran menurut mereka, seperti halnya kita dalam mempertahankan keyakinan kita.
akhirnya melalui artikel ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan jawaban (wiweka) untuk pertanyaan besar orang Hindu khusunya dibali, apa benar Nabi Umat Islam yaitu Muhammad adalah Kalki awatara yang sangat ditunggu-tunggu umat hindu?

Benarkah Ka'bah bekas kuil hindu?

Benarkah Ka'bah bekas kuil hindu?

Islam sebagai Penganut Paham Bakti Marga yang dikenal akan fanatisme dan pemusatan arah pemujaan (kiblat), sudah tentu Judul artikel  Benarkah Ka'bah adalah bekas kuil hindu ini akan menjadi momok yang sangat sensitif. kenapa? karena memang begitulah ciri umat yang berjalan dengan paham Bhakti Yoga, dan Mungkin hal ini terdengar terlalu kontroversial dan kadang kala dikaitkan dengan hoax oleh sebagian orang yang merasa kedudukannya/harga dirinya terancam. Namun, penyajian artikel ini tidak bertujuan untuk merendahkan kredibelitas saudara-saudara muslim, melainkah hanya untuk membuka wawasan akan apa yang sebenarnya terjadi.

Kontroversi seputar ka’bah sudah menjadi perbincangan yang sangat hot di dunia maya. Hal ini pertama kali diungkapkan oleh seorang pakar sejarah P.N. Oak. Beliau juga telah melempar isu yang tidak kalah menggegerkannya, yaitu tentang pengungkapan bukti sejarah yang menyatakan bahwa Taj’mahal pada dasarnya adalah sebuah kuil Hindu untuk dewa Siva (Tejo Himalaya) yang direbut oleh Mogul.

Fengshui Angka HP Telepon dan Nomor Plat Kendaraan Mobil

Fengshui Angka HP Telepon dan Nomor Plat Kendaraan Mobil

Sering dijumpai dalam masyarakat kita, dimana sebagian lapisan tertentu memborong beberapa angka-angka tertentu dengan urutan tertentu, yang konon dapat membawa hokky atau keberuntungan bagi mereka. Mereka bersedia membayar mahal dengan membeli angka tersebut untuk berbagai macam tujuan, seperti nomor HP, nomor telepon rumah, nopol kendaraan, nomer rekening Bank, sampai dengan nomer alamat rumah. Setidaknya fenomena ini bisa saya kategorikan menjadi 3 berdasarkan motifnya, yaitu :
  1. Mereka yang menganggap nomer atau angka ini sebagai angka yang cantik, sehingga karena ini adalah sebuah paradigma masyarakat yang berkembang seiring dengan waktu akhirnya banyak yang memakluminya. Tidak ada sesuatu yang takhayul dari motif seperti ini, karena ini hanyalah sebuah trend saja.
  2. Mereka yang menganggap nomer atau angka ini sebagai suatu yang magis, karena bisa membawa hokky atau keberuntungan bagi pemiliknya sehingga karena ini adalah sebuah kepercayaan maka mereka menghubungkan ini dengan praktek Feng Shui. Ini adalah motif yang takhayul, karena pada dasarnya ilmu Feng Shui tidak pernah ada yang membahas ini dimulai dari pakar-pakar kita yang kuno.
  3. Mereka yang menganggap nomer atau angka ini sebagai angka yang spesial, karena mewakili mungkin tanggal kelahiran mereka, angka favorit, angka kenangan, dsb. Tidak ada yang takhayul dari motif seperti ini, ya....karena ini kan urusan pribadi masing-masing.

Apakah Feng Shui itu?

Pionir Riset Reinkarnasi

Pionir Riset Reinkarnasi

Dr. Ian Stevenson
Dr. Ian Stevenson adalah kepala Departemen Psikiatri di Universitas Virginia, dan sekarang Direktur Divisi Studi Persepsi di Universitas Virginia. Ia telah mengabdikan 40 tahun karirnya kepada dokumentasi ilmiah dari ingatan anak tentang hidupnya di masa lalu, dari seluruh penjuru dunia dan mempunyai lebih dari 3000 kasus di dalam filenya. Banyak orang, termasuk yang skeptis dan para sarjana, setuju bahwa kasuskasus ini menawarkan bukti terbaik untuk reinkarnasi

Dr. Stevenson meneliti kemungkinan reinkarnasi mulai dalam 1960 ketika ia mendengar tentang suatu kasus di Sri Lanka di mana seorang anak mengaku mengingat hidupnya yang lampau. Ia secara teliti dan lengkap menanyai anak itu dan orangtuanya, juga orang-orang yang diklaim oleh anak itu sebagai orangtuanya dari hidupnya yang lampau. Ini meyakinkan Dr. Stevenson bahwa reinkarnasi mungkin suatu realitas. Lebih banyak kasus-kasus ia kejar, lebih besar dorongan untuk secara ilmiah membuka dan menaklukkan wilayah tak dikenal di antara misteri-misteri dunia, yang hingga sekarang telah dikeluarkan dari pengamatan ilmiah. Meskipun begitu, ia percaya ia bisa mendekati dan mungkin melengkapi bukti dari realitas reinkarnasi dengan cara-cara ilmiah.

Apakah Tuhan Semua Agama Sama?

Apakah Tuhan Semua Agama Sama?

apakah tuhan semua agama sama? jawabanya IYA, memang benar adanya tuhan semua agama adalah tuhan yang sama adanya karena tuhan dihadirkan oleh manusia dengan rasa karena rasa adalah sama terbebas dari bahasa manusia dan rasa ketuhanan hadir dalam jiwa manusia sejak dulu kala ketika manusia belum mengenal peradaban perkumpulan dalam satu wilayah (desa/kota/negara) bahkan ketika manusia tinggal di hutan dalam gua manusia telah merasakan kehadiran tuhan esa mereka memuja tuhan dalam kebesaran dewa dan upaya pendekatan tuhan dipersonifikasikan.

Gambaran Tuhan dari "rasa" diejawantahkan dalam kata hingga tuhan pun menjadi terwujud dengan berbagai personifikasi berdasarkan pandangan mulia pemujanya. dalam esensi tuhan yang hakiki dirasa berubah menjadi logika ketika logika tak mampu mencerna dan dipaksa bekerja maka lahirlah fanatisme. ini akibat tak mampu merasa dan mencerna tuhan akhirnya dikapling dikuasai oleh agama-agama masing-masing memegang dan menamai tuhan mereka mereka klaim dan anggap hanya tuhan mereka benar adanya.

itulah esensi keyakinan dan keimanan terhadap tuhan pula namun ketika masing-masing agama saling menyoal sesamanya pada saat itu tuhan telah dibonsai dipenjara oleh agama karena sesungguhnya dari asal agama adalah rasa yang berkembang akibat budaya ratusan tahun melembaga dan lembaga agama menentukan tuhan dalam aneka nama yang semua nama tuhan adalah pendekatan saja dan esensinya tuhan semua agama adalah sama tuhan semua agama adalah benar dan tuhan esa yang hanya bisa dirasa dalam hati dan jiwa
artikel ini tyang kutip dari artikel mediahindu.net dengan judul yang sama, yaitu Apakah Tuhan Semua Agama Sama. semoga dengan artikel ini dapat menambah wawasan dari para pembaca semuanya, khususnya semeton hindu bali. 

Persamaan Pendapat

Pada dasarnya semua agama mengajarkan keyakinan seperti dibawah ini : Tuhan adalah yang menciptakan semesta alam dan seisinya. Tuhan adalah yang menghidupi semua mahluk hidup. Tuhan adalah yang berkuasa atas semesta alam dan semua mahluk hidup. Tuhan adalah yang menjadi penyembahan dan pemujaan umat manusia. Tuhan adalah yang Maha Esa. Khusus di Indonesia semua agama sepakat dengan butir kelima yang menjadi sila pertama dari Pancasila yaitu KeTuhanan Yang Maha Esa.Akan tetapi apakah masing masing umat beragama memahami bahwa Tuhannya berbeda dengan Tuhan umat beragama lain? Jawabannya perlu pembahasan dibawah ini.

Perbedaan Pendapat

Perbedaan bahasa. Masing masing bangsa (umat) menyebut Tuhan sesuai dengan bahasanya, seperti : Yahudi menyebut dengan nama Yahweh, Arab dengan nama Allah, Hindia – Brahman, Inggris – God, Yunani – Deo, Bali – Sang Hyang Widhi, Sunda ada yang menyebut Gusti, Jawa dengan berbagai sebutan seperti Pangeran, Hyang Manon, Hyang Widhi, Suksma Kawekas, dll. Termasuk bangsa bangsa lain diseluruh dunia ini menyebut sesuai dengan bahasanya.

Pertanyaannya adalah apakah kalau sebutannya berbeda, dapat dikatakan Tuhannya juga berbeda? Jawabannya perlu uraian dibawah ini.

Proses dan Bukti Reinkarnasi

Proses dan Bukti Reinkarnasi

Reinkarnasi adalah salah satu pokok keimanan Agama Hindu. Reikarnasi/Punarbhawa/Samsara berarti kelahiran yang berulang-ulang, yang disebut juga penitisan kembali (reinkarnasi) atau Samsara. Di dalam Weda disebutkan bahwa “Penjelmaan jiwatman yang berulang-ulang di dunia ini atau di dunia yang lebih tinggi disebut Samsara. Kelahiran yang berulang-ulang ini membawa akibat suka dan duka. Samsara atau Punarbhawa ini terjadi oleh karena Jiwatman masih dipengaruhi oleh kenikmatan, dan kematian diikuti oleh kelahiran”. Dalam suatu sloka disebutkan:
Sribhagavan uvacha :

bahuni me vyatitani

janmani tava cha ‘rjuna

tani aham veda sarvani

na tvam vettha paramtapa. (Bh. G. IV.5)
Sri bhagawan (Awatara) bersabda :

banyak kelahiran-Ku di masa lalu demikian pula kelahiranmu arjuna semuanya ini Aku tahu tetapi engkau sendiri tidak Parantapa.
Reinkarnasi memiliki hubungan yang erat dengan Karma yang mana keduanya merupakan suatu proses yang terjalin erat satu sama lain. Reinkarnasi dapat dikatakan sebagai kesimpulan atas semua karma yang telah didapat dalam suatu masa kehidupan. Baik buruknya karma yang dimiliki seseorang akan menentukan tingkat kehidupannya pada reinkarnasi berikutnya.

Tanda Kehidupan di Planet Mars

Tanda Kehidupan di Planet Mars

dengan adanya penelitian tersebut, semakin bertambah bukti kebenaran Kitab Suci Veda. yang menerangkan tidak hanya tentang kehidupan di bumi, bahkan dilangitpun sudah tertulis dalam Weda. jadi apa yang mesti kita ragukan tentang kebenaran Weda? apakah layak kita menyandingkan kitab suci kita dengan "kitab suci Agama Lain" yang hanya membicarakan kenikmatan di bumi saja, tanpa memberikan pandangan kedepan tentang "Semesta" ini, yang oleh beberapa peneliti, baru ditemukan secuil pengungkapan fakta dari ayat-ayat suci Weda.
masih layakkah berdebat Agama Langit dan Agama Bumi?
bila tiada pembuktian tentang isi langit dan bumi?
Kitab Suci yang hanya sekilas menjelaskan isi bumi, apakah benar wahyu Tuhan Maha Penguasa?

untuk Agama yang mengamalkan sistim Bakti Marga dengan 1 Kiblat, masih relefankah Agama tersebut? yang menjadi pertanyaan, dimana kiblat sembahyang saat kita berada diluar angkasa?
mari kita pikirkan, mana yang lebih teruji kebesarannya dengan penelitian di bumi dan diluar bumi ini.
berikut ini bukti kebenaran dan kehebatan WEDA yang tidak hanya meramalkan masa depan, tetapi memberikan sumbangsih pengetahuan Semesta, yang kitab lain belum bisa mengungkapkannya.
sebelum kita membaca hasil temuan para Ahli Astronomi hebat di jaman sekarang, baiknya kita baca dahulu ayat Weda yang diuji kebenarannya oleh para ahli astronomi dunia, yang notabene beragama Non-Hindu.

Weda kitab Sanatana Dharma Wahyu Tuhan

Weda kitab Sanatana Dharma Wahyu Tuhan

dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 1849, oleh seorang sarjana Belanda "R. Freiderich" menulis dengan antusias tentang keberadaan weda di pulau bali. ia memberitahu pembacanya bahwa
"para pandita memiliki lontar (manuscript) yang sangat penting berupa 4 buah Samhita yang ditulis oleh Bhagawan Byasa (Maharsi Vyasa). mereka merahasiakan isinya dan mengajarkannya secara terbatas hanya kepada sisya (murid)nya saja."
R. Freiderich kemudian diijinkan hanya melihat sebuah lontar yaitu Brahmanda Purana berbahasa Jawa Kuno dan tidak diijinkan melihat lontar-lontar lainnya yang dirahasiakan itu. teka-teki keberadaan weda ini cukup lama berlangsung dan baru kemudian beberapa sarjana seperti " Brumund dan Kern" menemukan kenyataan sebenarnya. sarjana ini menemukan bahwa mantram-mantram sansekerta bercampur dengan bahasa jawa kuno dalam mantram ritual dan penjelasannya yang bersifat mistik dengan latar belakang bersifat Siwaisme dengan warna tantrik. Jadi di bali oleh para pandita disebut weda adalah teks atau mantra-mantram puja, stuti atau stawa.

Alasan Tak Logis Orang Bali Pindah Agama

Alasan Tak Logis Orang Bali Pindah Agama

akibat pindah agama
alasan tak logis pindah agama hindu
Ada banyak hal yang membuat seseorang akhirnya memutuskan untuk pindah agama. Lalu, apa alasan orang Bali pindah agama?

Disamping kuat dalam memegang tradisi/adat, masyarakat Bali yang mayoritas pemeluk Hindu juga dikenal sebagai masyarakat yang religius dan taat dalam menjalankan agama. Bagaimana tidak, oleh orang asing Bali sampai dijuluki “The Island of thousand temple” (pulau seribu pura) saking banyaknya Pura (tempat pemujaan Tuhan dan segala manifestasinya) yang bisa ditemukan di pulau ini.

Namun, bukan berarti tidak ada orang Bali yang pindah agama. Justru, setidaknya menurut pengamatan saya, orang Bali yang semula pemeluk Hindu lah yang lebih banyak pindah ke agama lain dibandingkan sebaliknya.

Memang, idealnya, sekali memeluk suatu agama selamanya takkan berubah. Sayangnya, kita tidak hidup di dunia yang serba ideal. Ada banyak kondisi yang membuat seseorang — termasuk orang Bali — akhirnya memutuskan untuk pindah agama.

Lalu, apa alasan orang Bali pindah agama?

Inilah 5 alasan orang Bali — yang awalnya beragama Hindu — memutuskan untuk pindah agama, setidaknya yang terungkap ke publik.

  1. Terlanjur Jatuh Cinta
  2. Capek Miskin
  3. Jadi Orang Bali itu Repot dan Berat Di Ongkos
  4. Berprinsip “Semua Agama Sama”
  5. Agama Tidak Penting

berikut ini penjelasan Alasan Orang Bali Pindah Agama

Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama

Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama

mungkin ada yang bertanya, kenapa Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama?
bila yang bertanya orang hindu, maka akan terlihat tingkat pemahaman agamanya, tetapi bila yang bertanya tentang hal diatas orang/umat non-hindu, sangat dipahami karena mereka baru belajar untuk mencari Sorga dan Neraka saja.

mungkin umat hindu sudah mengetahui, bahwa Tujuan Agama Hindu Adalah:
Moksatam Jagathita ya ca iti dharma
bahwa tujuan agama adalah mencapai MOKSA dan kebahagiaan dimasa hidup, caranya dengan jalan dharma. (silahkan baca: "Tujuan Agama Hindu").
bila hanya mencapai surga, tentu akan menjadi lebih mudah, hanya dengan menjalankan Tips Cepat Mencapai Sorga kita mendapat jaminan menperolehnya, tetapi MOKSA masih membutuhkan proses yang lebih dari itu semua.

Dalam agama Hindu sebagaimana dijelaskan sebelumnya, setelah mati, jiwa kita (1) mencapai moksa atau (2) lahir kembali kedunia.
Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima akibat-akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk. Disini dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka.

  • Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia.
  • Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak terkendali adalah bentuk neraka didunia ini.

tujuan sejati orang Hindu tidaklah mengejar sorga. 


sorga dan kenikmatan yang ada di dalamnya bukanlah idam-idaman pemeluk Hindu sejati. ada yang jauh lebih indah dan membahagiakan dibandingkan kenikmatan surga. kenikmatan surga sangat terbatas. dari demikian banyaknya level kehidupan sorga terindah adalah yang di miliki Dewa Indra. dalam kepercayaan Budhis malah ada 33 jenis level kehidupan, dan sorga ada di dalam level-level itu.

Apa yang salah dari Hindu?

Apa yang salah dari Hindu?

APA YANG SALAH DARI HINDU? “BANGGALAH ANDA TETAP DI JALAN DHARMA”

Om Swastyastu,
Belakangan ini kita cukup senang mendengar banyak saudara kita yang kembali ke ajaran dharma, ajaran yang bersumber dari Veda. Mereka telah di Sudhi Wadani menjadi seorang Hindu. Namun, saking senangnya kita melihat hal tersebut, kita malah tidak menghiraukan adanya bahaya yang terus memepet posisi kita.

Di tempat lain, malah banyak saudara kita yang pindah agama karena berbagai alasan. Mereka yang lemah, yang haus akan spiritual, yang tidak puas dengan jawaban “nak mula keto”, yang ingin mencari kedamain dengan jalan rohani, yang terpuruk karena ekonomi dan disibukkan dengan ritual yang menelan banyak biaya, mulai didekati oleh para kaum misionaris-misionaris untuk menawarkan produk yang tidak jelas kualitasnya.

Betapa sedihnya hati melihat saudara kita meninggalkan ajaran sanatana dharma karena kasus konversi. Maraknya kasus konversi agama belakangan ini sungguh membuat kita bingung. 
Kenapa hal ini bisa terjadi? 
Kenapa agama diperjual-belikan? 
Apa yang melandasi saudara-saudara kita pindah agama? 
Apa benar agama Hindu itu sulit? Apa benar agama lain lebih baik dari Hindu? 
Apa ada yang salah dari agama Hindu? 
Banyak pertanyaan di otak kita yang terus bermunculan akibat kasus seperti ini.

Penciptaan Alam Semesta Menurut ABRAMIC

Penciptaan Alam Semesta Menurut ABRAMIC

Penciptaan Alam Semesta Menurut Kristen

Allah menciptakan Langit dan Bumi, Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air, Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Allah menjadikan cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air. Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Allah menamai cakrawala itu langit, itulah hari ke dua.
Segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering. Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu laut. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji di bumi, itulah hari ke tiga.
Matahari dan bulan serta bintang-bintang pada hari ke empat,
Semua burung dan hewan laut pada hari ke lima,
Binatang ternak, melata, liar dan laki-laki dan wanita pertama pada hari ke enam
Semua penciptaan diatas berdasarkan kutipan - Kejadian 1, 1-31.

Pada tahun 1951, Paus Pius XII menghubungkan Kata “Jadilah terang” dengan hipotesis Big Bang. Sejak saat itu Big Bang, meledak besar sebagai ‘teori’ asal mula semesta.
Pertanyaan:

Matahari diciptakan pada hari ke-4, bagaimana mungkin ada siang dan malam pada hari pertama jika matahari tercipta belakangan?

Penciptaan Alam Semesta Menurut Agama Hindu dan Perbandingannya dengan Teori Modern

Penciptaan Alam Semesta Menurut Agama Hindu dan Perbandingannya dengan Teori Modern


Photobucket
gambaran Galaksi (semesta)

Penciptaan Alam Semesta Menurut Veda

Dalam Matsya Purana 2.25-30, penciptaan diceritakan terjadi setelah Mahapralaya, leburnya alam semesta, kegelapan di mana-mana. Semuanya dalam keadaan tidur. Tidak ada materi apapun, baik yang bergerak maupun tak bergerak. Lalu Svayambhu, self being, menjelma, yang merupakan bentuk di luar indra. Ia menciptakan air/cairan pertama kali, dan menciptakan bibit penciptaan di dalamnya. Bibit itu tumbuh menjadi telur emas. Lalu Svayambhu memasuki telur itu, dan disebut Visnu karena memasukinya.

Agama Langit dan Agama Bumi

Agama Langit dan Agama Bumi Dikotomi Tak Tahu Diri

Ada berbagai cara menggolongkan agama-agama dunia. Ernst Trults seorang teolog Kristen menggolongkan agama-agama secara vertikal:
  • pada lapisan paling bawah adalah agama-agama suku, 
  • pada lapisan kedua adalah agama hukum seperti agama Yahudi dan Islam; 
  • pada lapisan ketiga, paling atas adalah agama-agama pembebasan, yaitu Hindu, Buddha 
  • dan karena Ernst Trults adalah seorang Kristen, maka agama Kristen adalah puncak dari agama-agama pembebasan ini.
Ram Swarup, seorang intelektual Hindu dalam bukunya ; “Hindu View of Christianity and Islam” menggolongkan agama menjadi agama-agama kenabian (Yahudi, Kristen dan Islam) dan agama-agama spiritualitas Yoga (Hindu dan Buddha).

Agama-agama kenabian bersifat legal dan dogmatik dan dangkal secara spiritual, penuh klaim kebenaran dan yang membawa konflik sepanjang sejarah. Sebaliknya agama-agama Spiritualitas Yoga kaya dan dalam secara spiritualitas dan membawa kedamaian.

Kiamat dan Pralaya

Kiamat dan Pralaya

Photobucket 
Kiamat merupakan istilah agama-agama rumpun Yahudi (Abrahamic religions) dari setiap agama tersebut berkembang makna hari kiamat yang cukup banyak baik menurut Islam, Kristen maupun Yahudi. Secara umum kiamat dapat diartikan hari kehancuran alam semesta.

”..matahari akan menjadi gelap, dan bulan tidak lagi bercahaya. Bintang-bintang akan jatuh dari langit, kuasa-kuasa langit akan goncang, dan para penguasa angkasa raya akan menjadi kacau-balau. [Matius 24:29, Markus 13:24-25]

”..pada matahari, bulan, dan bintang-bintang akan kelihatan tanda-tanda. Di bumi, bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan ge-lora laut. Manusia akan takut setengah mati menghadapi apa yang akan terjadi di seluruh dunia ini, sebab para pengu-asa angkasa raya akan menjadi kacau-balau. [Lukas:21:25-26]

Swastika - lambang yang Universal

SWASTIKA lambang yang universal

Swastika
Swastika dengan ornamen ukiran bali
Swastika merupakan lambang yang juga di pakai oleh umat hindu. Lambang saling menyilang dalam ajaran Hindu merupakan kerangka dasar dari salah satu symbol agama Hindu yaitu Swastika.
Kata Swastika berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari Su-Asti-Ka;

  • Su artinya baik, selamat , rahayu
  • Asti artinya adalah
  • Sedangkan akhiran Ka adalah untuk membentuk kata sifat menjadi kata benda. 
Jadi Swastika merupakan lambang keselamatan dan kesejahteraan. Lambang keramat yang digunakan sebagai penangkal agar terhindar dari segala rintangan.