Google+
Tampilkan postingan dengan label sejarah Gelap Majapahit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah Gelap Majapahit. Tampilkan semua postingan

Julukan untuk Majapahit Kedaton Wetan

Majapahit Kedaton Wetan

Negeri ini adalah negeri yang sangat jelas kaitannya dengan sejarah masa jauh kerajaan di Jawa. Dan merupakan salah satu sendi dari ambisi besar raja Wisnu Wardhana dalam mewujudkan doktrinnya CAKRAWALA MANGGALA JAWA atau kesatuan Jawadwipa. Raja Wisnu Wardhana (abad ke XIII) mengangkat delapan Narariya atau raja bawahan [1], dan salah satunya adalah Narariya KIRANA di Lamajang. 
Doktrin ini ternyata memberi arti yang sangat besar semangat Singosari. Putranya Kertannegara, malah mendeklarasikan doktrin Pamalayu yaitu tekad Singosari untuk tidak saja menguasai pulau jawa, tetapi malah ,meluas sampai tanah Melayu. Doktrin ini yang oleh DR. Moch Yamin sebagai cikal bakal dokrin Nusantara atau Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Blambangan versi Sejarah

Blambangan versi Sejarah

ini merupakan tulisan yang diunggah oleh Sumono, seorang penulis kelahiran Blambangan, dengan judul asli dari tulisannya: DAMARWULAN, MENAKJINGGO, Blambangan versi Sejarah, Perang Paregreg dan NEGARA KRTAGAMA

Prajnaparamita (ken dedes)
ditemukan di singosari
Di Banyuwangi sampai dengan tahun 1960an, berkembang sebuah seni pertunjukan yang disebut Damarwulan,mengambil nama cerita yang dipertunjukan dalam kesenian tersebut. Seni pertunjukan ini menggunakan costum dan gamelan Bali, oleh karena itu ada juga yang menyebutkan pertunjukan ini sebagai Janger.
Cerita dalam pertunjukan ini adalah tentang Menakjinggo, raja Blambangan yang memiliki cacat fisik, pincang dan matanya buta sebelah, dengan suara cadel dan parau serta memiliki character angkuh, culas, dan tak tahu diri yang ingin mempersunting/memperistri ratu Mojopahit Kenconowungu. Versi lain menggambarkan Menakjinggo adalah raja para raksasa. Sungguh penggambaran yang amat sempurna tentang kejelekan manusia.

Selanjutnya untuk menghukum Menakjinggo yang tak tahu diri ini maka dikirimlah seorang ksatrya yang gagah perkasa dan berwajah ganteng bak arjuna, Damarwulan, sebagai Senopati Mojopahit. Dan ternyata sang rupawan mampu mengalahkan Menakjinggo. Berbeda dengan tampilannya yang gagak dan rupawan ternyata pemuda ini sangat keji, yaitu memenggal kepala sang Menakjinggo untuk dipersembahkan pada Ratu Kencono Wungu. Sang rupawanpun akhirnya menikah dengan Ratu Kenconowungu dan lebih dari itu juga memperistri mantan istri Menakjinggo.