Google+
Tampilkan postingan dengan label sejarah Rsi Markadeya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah Rsi Markadeya. Tampilkan semua postingan

Eksistensi Sekte Wais̩n̩awa di Bali

Eksistensi Sekte Wais̩n̩awa di Bali

Untuk dapat menyelusuri tentang keberadaan sekte Wais̩n̩awa di Bali, kita kembali pada Maharesi Markandya sebagai orang pertama yang datang ke Bali dan menyebarkan ajaran Hindu bagi orang-orang Bali. 
Cerita tentang Maharesi Markandya tersebut adalah demikian:

Ketika orang-orang Bali Mula belum beragama, mereka Cuma menyembah leluhur yang mereka sebut Hyang. Dari pandangan spiritual, mereka masih hampa. Oleh karenanya Pulau Bali ketika itu oleh Purana-purana Bali dikatakan masih kosong. Keadaan yang demikian itu berlangsung sampai abad ke empat sesudah masehi.

Napak Tilas Jejak Spiritual Rsi Markadeya

Napak Tilas Jejak Spiritual Rsi Markadeya

Sebanyak 150 orang umat Hindu turut mengikuti perjalanan suci ke Gunung Raung-Jawa Timur yang berangkat pada 13 Oktober 2007. Tirthayatra ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan Pashraman Agung Griya Mas, Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali yang diasuh Ida Rsi Hari Dantam. Sebelumnya kegiatan pasraman ini telah berlangsung sejak 6 bulan yang lalu, tepatnya diresmikan 27 April 2007.

Pasraman pamangku ini diikuti oleh 44 peserta dan 18 peserta dinyatakan lulus dan dianggap mampu menjalankan sasana sebagai seorang pamangku dan serati banten. Mereka terdiri dari 12 pamangku dan 6 orang srati berhak mendapatkan sertifikat kelulusan yang dibagikan langsung di Pura Gunung Raung. Sedangkan sisanya sebanyak 22 orang dinyatakan belum lulus.

Seleksi kelulusan ini sengaja di lakukan secara ketat dengan tujuan agar pasraman ini benar-benar menghasilkan pinandita dan penyerati yang berkualitas. Paham akan tattwa, susila dan etika yang ke depannya mampu melayani umat Hindu dalam peningkatan srada dan bhakti umat. Namun pasraman kali ini tak hanya diperuntukkan bagi pinandita, namun diikuti pula oleh dua sulinggih.

sejarah Rsi Markadeya

sejarah Rsi Markadeya

Masa sejarah Bali dapat dilihat kembali berawal dari abad ke 8 masehi, pada saat Rsi Markandeya menginjakkan kakinya di Pulau Bali ini. Rsi Markandeya adalah seorang pendeta Hindu Siwa Tattwa yang merupakan aliran yang diyakini oleh mayoritas masyarakat India pada saat itu terutama di tempat asal beliau yaitu di India Selatan. Dalam catatan perjalannya (Markandeya Purana), dapat diketahui bahwa Rsi Markandeya pertama kali menetap di Gunung Dieng yang termasuk Kerajaan Mataram Kuno (Jawa Tengah) yang pada saat itu di bawah pemerintahan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu melanjutkan pemerintahan Wangsa Syailendra yang beragama Buddha.

Kemungkinan pada masa itu terjadi suatu peristiwa (alam) yang luar biasa yang memaksa pusat kerajaan Mataram ini di pindah ke wilayah Jawa Timur sekarang, ada dugaan kuat pada masa tersebut terjadi letusan Gunung Merapi yang sekaligus juga menimbun candi Borobudur dan juga candi Prambanan. Rsi Markandeya juga berpindah ke arah timur, mengikuti pergerakan penganut agama Hindu ke arah Jawa Timur yang kelak membentuk Kerajaan Medang Kemulan yang didirikan oleh Mpu Sendok.

Setelah beberapa saat bemukim di Gunung Rawang, sekarang dikenal sebagai Gunung Raung (Jawa Timur), Rsi Markandeya kemudian tertarik untuk melanjutkan perjalannya ke timur.