Google+

doa Mantra Memohon Anak Keturunan

doa Mantra Memohon Anak Keturunan

adanya berbagai pertanyaan semeton bali, tentang Mantra memohon anak keturunan, membuat hati saya tergugah untuk mencari-carinya. setelah lama mencari, akhirnya saya menemukan doa mantra, yang mungkin berguna untuk para semeton hindu bali.

Masalah kelahiran, kehidupan, dan kematian semuanya di tangan Hyang Widhi. Manusia hanya bisa memohon ke hadapan Hyang Widhi. Untuk itu perlu diketahui bahwa kelahiran dalam Agama Hindu berarti re-inkarnasi roh leluhur.

Roh leluhur bisa ber-reinkarnasi bila sudah suci, yaitu sudah di aben-nyekah dan mepaingkup. 
Cobalah ditanyakan apakah para leluhur sudah diaben atau belum atau masih banyak yang belum di-aben. Bila demikian halnya ini satu unsur penyebab. Saran ini tentu atas asumsi bahwa anda sudah berkonsultasi dengan dokter dan tidak ada masalah dengan kesehatan.
Lakukan Puja Trisandya dan Kramaning Sembah/persembahyangan terus menerus secara intensif untuk mohon dikaruniai putra. 

Mantra Memohon Putra - Anak Keturunan

berikut ini rekomendasi Ritual sembahyang yang disarankan untuk memohon anak keturunan


PERTAMA, Awali setiap sembahyang dengan Puja Trisandya

KEDUA, Ucapkan doa Mantram ini dapat diucapkan setelah Puja Trisandya:
Om Brhatsumnah Prasavita Nivesano
Jagatah Sthaturubhayasya Yo Vasi
Sa No Devah Savita Sarma Yacchatvasme
Ksayaya Trivarutham Amhasah

Om Ayu Werdi Yaso Werdi
Werdi Prajnyam Suka Sryam
Dharma Santana Werdisyat
Santute Sapta Werdayah

Om Dirgayur Astu Tat Astu Astu Swaha
Artinya:
Hyang Widhi yang memberi kehidupan kepada alam dan menegakkannya, yang mengatur baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, semoga memberikan karunianya kepada kami keturunan dan ketentraman hidup dan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat.

Hyang Widhi, berkatilah kami dengan kebahagian, usia panjang, kepandaian, kesenangan, jalan Dharma, dan keturunan. Semoga terkabul Oh, Hyang Widhi.
KETIGA, Lakukan Kramaning sembah seperti biasanya.

KEEMPAT, berusahalah selalu menolong/membantu orang tua, terutama ibu (baik ibu mertua maupun ibu kandung), berusaha selalu menyenangkan hatinya dan usahakan selalu "melakukan padasewanam" (menyentuh kakinya atau duduk dibawah kaki seorang ibu.

KELIMA, menjelang tidur lakukan japa Gayatri Mantram 9x, kemudian dilanjutkan dengan mantra: "Om Pitro Byo Namah Swada" (memohon keadaan yang layak serta untuk menyenangkan leluhur) sebanyak-banyaknya dan/atau semampunya.

KEENAM, lakukan hubungan seksual maksimal 3hari sekali, jangan terlalu sering dan perhatikan prihal "hari baik berhubungan badan"

KETUJUH, guna memperoleh keturunan yang suputra, perhatikan juga prihal "Cara Membuat Anak yang Suputra"

KEDELAPAN, berusaha untuk menyisakan nasi beserta lauknya di dapur, dengan asumsi bila ada pitra yang pulang, agar ada suguhan sekedarnya. (sisakan saja nasi ditempat nasi biasanya, tidak perlu ada persiapan khusus). serta berusaha untuk memasak dirumah (diusahakan masak sendiri) karena kesiapan anda untuk menunggu anugrah seorang putra dilihat dari kesiapan anda untuk berbuat lebih kepada yang akan hadir, minimal mau berkorban hanya sekedar memasakkan makanan untuk keluarga. karena pengalaman yang sering dijumpai, pasangan suami istri yang lebih sering makan diluar rumah atau tidak masak lebih sulit untuk mendapatkan keturunan yang suputra.

KESEMBILAN, sisihkan penghasilan anda untuk PUNIA, serta Lakukan puasa minimal setiap purnama/ tilem, berbuatlah kebajikan sebanyak-banyaknya, dan pasrahkan hidup anda kepada-Nya.

APABILA kesemua hal tersebut diatas sudah dilakukan rutin selama 1 tahun atau 2x odalan di pemerajan anda, maka yang mesti diperhatikan adalah
  1. Dewasa Ayu Nganten anda. cobalah mengingat-ingat kembali hari pernikahan anda terutama hari dimana anda melakukan "Natab Banten Byakala atau Mekalan-kalan" karena hari tersebutlah anda dianggap sah secara sekala-niskala menjadi pasangan suami istri. silahkan cek di "Pemilihan Hari Baik Nganten". bila terjadi pemilihan hari yang kurang baik sesuai artikel Dewasa Ayu Nganten tersebut, segeralah ke sulinggih untuk memohon panglukatan.
  2. Status Pernikahan Anda. karena terkadang masalah keturunan menjadi terhambat akibat "lupa" mepamit (dibeberapa daerah ada yang menyebutkan istilah mejauman atau mapejati) dirumah pihak predana (istri). bila terjadi hal demikian, secara niskala ada sengketa posisi pada predana, satu sisi masih diakui di rumah bajang dan disisi lain sudah menikah. karenanya segeralah mepamit, memohon restu untuk menjadi/mempati rumah di keluarga purusa.
  3. apabila kedua hal tersebut diatas tidak ada masalah, maka yang perlu diperhatikan adalah baca lebih seksama di artikel "Orang Bali WAJIB ketahui hal ini".
mudah-mudahan doa Mantra Memohon serta Tips Ritual untuk mendapatkan Anak Keturunan ini berguna bagi kita semua. suksma

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar