Google+

siapa Tuhan mu? apakah dewa itu Tuhan-mu?

siapa Tuhan mu?
apakah dewa itu Tuhan-mu?

banyak sekali ada pertanyaan seperti itu kepada saya sebagai penganut gama tirtha hindu.
banyak yang menghina, melecehkan dan mulai menyamakan Tuhan ku bagai setan di pandangan mereka para penanya yang mungkin terlalu "kuper" yang hanya tau 1 buku dan 1 sumber saja... bagai Mahasiswa yang membuat Skripsi hanya mengandalkan 1 buku sumber, yang dia percaya sudah lengkap dan valid.

baiklah.. untuk menjawab hal diatas, tentang siapakah Tuhan saya...? 
silahkan simak tanya jawab singkat berikut ini. ini hanya sekilas info tentang keyakinan, semoga dengan tulisan ini bisa membuka pandangan para pembaca yang budiman.

Teman (T) : Orang Hindu menyembah banyak Dewa, ya ? Hindu Politeis.
Anak Hindu (AH) : Di dalam Weda ada kalimat terkenal yang menyatakan sbb: “Ekam Sat Vipra Bahuda Vadanti, “ artinya “ Tuhan itu satu, tetapi orang bijaksana (para maharsi) menyebutkan dengan berbagai nama. Pernyataan di dalam Weda ini sudah ada jauh sebelum lahirnya agama Kristen dan Islam.


(T) : Jadi Hindu juga menganut monoteisme?
(AH) : TIDAK!! Monoteisme adalah paham tentang satu Tuhan yang memiliki bentuk dan sifat seperti manusia, antara lain cemburu, benci, marah dan dendam dan bermukim jauh di surga atau di langit ketujuh. Sedangkan Tuhan di dalam pengertian Hindu, ada di mana-mana, di dalam dan diluar ciptaan. Wyapi wyapaka.

(T) : Jadi Tuhan ada di dalam bumi, di dalam pohon-pohon, dan manusia? Bagaimana bisa? Bukankah itu menyekutukan Tuhan?
(AH) : Tuhan di dalam paham Hindu, adalah maha ada, Mahatakterbatas. Artinya dia ada di mana-mana, keberadan manusia, pohon-pohon, batu-batuan dan lain-lain, tidak dapat membatasi atas menghalangi keberadaan Tuhan.

(T) : Kok bisaa?
(AH) : Tuhan itu bersifat rohani, bukan jasmani atau materi seperti manusia atau alam. Di dalam kitab suci Hindu diandaikan Tuhan seperti api yang ada di dalam setiap kayu yang terbakar. Atau seperti lisitrik yang menghidupkan dan menggerakkan semua alat-alat elektronik yang ada di dalam materi?

(T) : Bila Tuhan ada di dalam ciptaan, apakah dia tidak kotor, karena ada di dalam ,materi?
(AH) : Mutiara sekalipun diletakkan di tempat sampah atau dilumpur, tetap saja mutiara. Matahari menerangi semua tempat, termasuk tempat kotor, tidak dipengaruhi oleh kekotoran tempat itu. Apalagi Tuhan yang menciptakan dan lebih suci dari matahari itu.

(T) : Tapi kan monoteisme lebih baik?
(AH) : Kata siapa? Tuhan monoteisme kan berpihak pada satu kelompok pemeluk agama saja. Tuhan menurut agama Hindu tidak berpihak. Karna dia ada dimana-mana, ada dalam setiap ciptaan, tidak mungkin dia hanya menjadi TUhan bagi sekelompok orang apalagi memusuhi kelompok lainnya. Tuhan menurut agama Hindu, adalah Tuhan bagi seluruh alam semesta, seluruh manusia yang dia ciptakan. Kalau dia hanya menjadi Tuhan untuk satu kelompok orang, mengapa dia menciptakan seluruh manusia? Monoteisme bukanlah Tuhan bagi seluruh manusia. Monotheisme mirip kepala suku. Karena hanya kepala suku yang berpihak kepada sekelompok orang, sukunya, dan memiliki musuh. Sementara Tuhan alam semesta pasti tidak memiliki musuh .

(T) : Bila bukan monoteisme lalu paham ketuhanan-mu disebut apa?
(AH) : Paham ketuhanan Hindu ini dalam istilah filsafat Barat disebut panteisme. Pan artinya semuanya, teis artinya Tuhan. Jadi panteisme artinya Tuhan yang satu itu adalah semuanya. Satu menjadi banyak. Monoteisme dengan Tuhan pemcemburu yang hanya berpihak kepada satu kelompok orang sering menimbulkan konflik dan perang.

(T) : Lalu Dewa itu apa?
(AH) : Kata Dewa dalam bahasa Sansekerta memiliki banyak arti. * Antara lain “ yang memberi”. Tuhan adalah Dewa karena dia memberi seluruh dunia.Orang terpelajar yang memberikan ilmu pengetahuan kepada sesama manusia adalah Dewa (Vidvamso hi devah). MAtahari, bulan dan bintang-bintang di langit adalah para Dewa karena merekkan memberi cahaya kepada semua ciptaan. Ayah dan Ibu dan pembimbing spiritual adalah juga para Dewa. Bahkan seorang tamu juga adalah Dewa. Maka Dewa kemudian berarti cahaya. Kalau diandaikan matahari adalah Tuhan sinarnya yang tak terhitung jumlahnya itu adalah para Dewa. Jadi para Dewa itu sebenarnya adalah nama-nama Tuhan di dalam fungsinya yang terbatas. Misalnya Brahma adalah nama TUhan dalam fungsinya sebagai pencipta. Wisnu adalah nama Tuhan dalam fungsinya sebagai pemelihara. Dan Siwa adalah nama Tuhan dalam fungsinya sebaga pemrelina/pelebur.

(T) : Siva itu Dewa perusak ya?
(AH) : Bukan perusak tapi pemrelina. Semua yg ada di dunia ini tunduk pada hukum alam yang dalam agama Hindu disebut “RTA”, yaitu, hukum, tumbuh, tambah, musnah. Atau lahir tumbuh berkembang menjadi tua lalu mati. Manusia, binatang, dan tumbuhan mengalami hal itu. Jika isi alam ini semuanya hanya lahir berkembang dan tidak pernah mati, pastilah alam ini akan penuh. Dan karena itu tidak ada ciptaan baru. Nah proses kematian itulah yang disebut premlina. Contoh lain, perhiasaan lama yang dibuat dari emas dilebur, emas itu dibentuk menjadi perhiasaan baru. Proses peleburan itu disebut juga premlina, itulah fungsi Siva.

masih belum paham juga tentang siapa Dewa itu?

lebih jelasnya, silahkan baca artikel dibawah ini


mungkin dari sekian artikel belum bisa dengan gamblang memberikan penjelasan tentang ketuhanan hindu, jadi bila ada pertanyaan, mari kita diskusikan. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.



20 komentar:

  1. Kenapa dewa trimurti,bisa memberikan kehidupan,pemberkatan,dipuja,ada kuilnya.katanya berbeda dewa dgn Tuhan Yang Maha Esa. Kenapa tdk langsung memuja Tuhan saja, kenapa harus ke dewa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan sudah dijelaskan diatas, dewa itu pengertian nya banyak, bs guru, bs orang tua, bs cahaya, klo di indo tuhan namanya, klo di india dewa di bilang

      Hapus
    2. Di atas sudah dijelaskan. Sederhananya, dewa itu adalah kekuatan tuhan.

      Seperti, menteri itu kekuatan presiden.

      Hapus
  2. Dari artikel bapak dapat saya ambil kesimpulan perbedaan paham ajaran pada agama islam dan agama hindu. bagi kami umat islam brahma (pencipta), wisnu (penjaga), siwa (pemusnah/pelebur) merupakan bagian dari nama dari sifat tuhan kami, nama tersebut tercantum dalam asmaul husna yg berjumlah 99. Al Khaliq(Allah Yang Maha Pencipta), Al Hafizh (Allah Yang Maha Memelihara), Al Mumiitu (Allah Yang Maha Mematikan). jadi bagi kami ketiga dewa utama umat hindu adalah bagian dari sifat nama ALLAH SWT. semua sifat dan nama ALLAH SWT tuhan kami bisa anda cari di internet dengan key word asmaul husna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, makna dewa adalah sifat2 dari tuhan itu sendiri, dewa itu di sembah karena sifat tuhan sendiri mksudnya, ya sp lg klo ga tuhan

      Hapus
    2. Hindu adalah hindu. Islam adalah islam. Tuhan kami Brahman, yang memiliki kekuatan para Dewa. Tuhan kamu, Allah, memiliki juga kekuatannya sendiri. Baca lagi diatas biar paham

      Hapus
    3. Sama sebenarnya cuma beda namanya beda cara nyembahnya

      Hapus
  3. di dlm WEDA ada kalimat SBB,yg artinya tuhan itu satu,tpi orang bijaksana menyebut nya dgn berbagai nama,ko bisa?
    🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️ pusing saya tuk memahami nya,kata nya satu,tpi ad brahma? wisnu? dan siwa? itu kan tiga bentuk yg berbeda..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak nama itu mksudnya ghod, ida Shang hyang widi Wasa, Budha, allah, tuhan yesus, dewa, tuhan, tergantung dimana orang itu tinggal, brahma,wisnu,Siwa bukan bentuk, tp sifat tuhan sendiri, mknya bc nae,

      Hapus
  4. Maaf pak mau tanya,,, maaf klw pertanyaan saya salah dalam sepemahaman saya dewa itu ciptaan ide sang hyang widhi dari cahaya yg kedudukannya lebih tinggi di banfing manusia yg hanya diciptakan dari tanah,,yg kemudian diberikan tugas masing2..jadi menurut saya bkan dewa yg harus d sembah tapi ida sang hyang widhi, ,mohon penjelasannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam kehidupan bermasyarakat adakalanya seseorang hanya memuja para dewa, ada pula hanya memuja leluhur dan dewa, ada pula hanya memuja Tuhan. Banyak pula yang memuja kesemuanya. Apakah mereka salah jika hanya memuja salah satu atau memuja kesemuanya? tentu tidak karena masing-masing dari pandangan mereka memiliki dasar hukum yang kuat.

      Memuja para dewa dibenarkan kitab suci Bhagavad Gita, juga dibenarkan didalam veda. Ada pandangan bahwa orang yang memuja dewa lebih mudah tercerahkan dan diberkahi, dengan dasar hukum bahwa dengan memuja dewa maka lebih mudah berkenan. Misalnya memuja Ganesha yang merupakan dewa penyembah Shiwa sekaligus mahaputra Tuhan maka Tuhan akan berkenaan terhadap pemuja Ganesha.

      Didalam Shiwa purana ada uraian bahwa dalam hari-hari terntentu sebaiknya memuja dewa-dewi lalu kemudian memuja Tuhan. Namun apabila tidak mampu memuja dewa-dewi dengan berbagai aneka ritual maka dikatakan cukup hanya memuja Tuhan. Dasar hukumnya bahwa dengan memuja Tuhan maka semua dewa terberkahi dan disenangkan, dianalogikan seperti menyiram pohon, dengan menyiram akarnya maka semua cabang, ranting dan daun akan menikmati persembahan. Yang dianalogikan sebagai akar disini adalah Tuhan itu sendiri sebagai sebab segala sebab atau sumber segala sumber.

      Hapus
  5. Kalau kita berusaha berfikir positive., seperti masuk akal juga.
    tidak memihak,tidak diskriminasi,ajaran yg sangat bagus. Klo pikiran orng yg terlalu fanatik pasti dia hanya akan berfikir dengan sudut pandang aamanya sendiri,dan tdk akan pernah memahami makna sesungguhnya.
    penulis tidak ingin menjelaskan atau menjawab pertanyaan yg terlalu sederhana untuk menghindari konflik dari para fanatik yg sering melakukan tindakan tidak masuk akal.
    untuk itu mari kita pahami saja dengan kemampuan pemahaman kita masing2 tnp perlu adu pendapat.
    Klo ada yg bs memberikan pencerahan,sy akan pindah ke agama Hindu yg sangat damai. terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hindu dll mirip yunani kuno = TUHAN TAK BERWUJUD NITIS JADI LOGOS (brahma,wisnu dll atau ROH KUDUS atau Nur Ali dll) lalu jadi Makhluk-2
      = yunani kan Syirik

      Hapus
  6. Tujuannya sama, di kristen ada tritunggal . Bapa, Putra, dan Roh kudus tpi ttap 1 .

    BalasHapus
  7. Q hanya mengatakan bukan menghina...
    Q tidak punya dewa...
    Q pengikut nabi muhammad S.A.W
    Dan q milik ALLAH...
    Bila kalian punya dewa itu hak pribadi masing" q juga menghargai pendapat kalian....
    Yg penting rukun beragama....

    BalasHapus
  8. Q hanya mengatakan bukan menghina...
    Q tidak punya dewa...
    Q pengikut nabi muhammad S.A.W
    Dan q milik ALLAH...
    Bila kalian punya dewa itu hak pribadi masing" q juga menghargai pendapat kalian....
    Yg penting rukun beragama....

    BalasHapus
  9. Saya agama kristen protestan, Tuhan Yesus kami tidak punya istri..tidak pernah berzinah..sanggub menderita dan sanggub juga melakukan oerkara yg diatas.

    BalasHapus
  10. Apakah Siwa adalah Wisnu atau brahma
    Kan bukan, apakah Brahman adalah mereka bertiga, atau lagi wayang golek

    BalasHapus
  11. lalu siapakah Dewi Dewi itu?

    BalasHapus