Google+
Tampilkan postingan dengan label Arya Gajah Para. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arya Gajah Para. Tampilkan semua postingan

sekilas tentang Arya Banjar Getas ( babad Lombok dan babad Seleparang )

Hingga saat ini, sudah cukup banyak babad di Lombok yang sudah dikenali bahkan sudah dtranskripsi ke dalam tulisan latin dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di antara babad-babad tersebut misalnya; babad Lombok, babad Seleparang, Babad Sakra, Babad Praya dan lain-lain. Pada umumnya, babad-babad tersebut mengungkapkan peristiwa penting yang pernah dialami ditempat-tempat tertentu, misalnya, Babad Sakra yang menceritakan penyerangan Karangasem ke daerah Sakra, atau babad Praya yang menceritakan penyerangan yang dilakukan Karangasem ke Praya.

Babad Lombok menceritakan tentang riwayat dari Nabi Adam hingga hancurnya dua kerajaan besar di Lombok yakni Pejanggik dan Seleparang, sementara Babad Seleparang hanya mengambil sebagian dari rentang peritiwa tersebut yakni kehancuran Pejanggik dan Seleparang.

Babad Arya Kediri ( leluhur Arya Gajah para dan Arya Kanuruhan)

Pangaksama dengan memuja Çiwa dan Buda memohon restu dan memohon ampun untuk membicarakan cerita lama, dengan tujuan menyediakan bacaan pada para keturunannya.

Diceritakan secara singkat kekuasaan seorang raja raksasa garang yang berhasil dikalahkan oleh Sang Hyang Puruhitakantep (Wisnu). Dilanjutkan dengan pemerintahan Sri Masula Masuli, Beliau setelah moksa digantikan oleh Tapo Ulung hingga pemerintahan Sri Gajah Wahana dengan patihnya Ki Pasung Grigis.

Juga diceritakan pada saat itu pemerintahan di Bedahulu, dan pemerintahan di Majalangu, yang atas daya upaya dari Patih Gajah Mada untuk menyelidiki kekuatan dari Sang Raja Bedahulu. Keadaan Bali pada saat pemerintahan Bedahulu mengalami kegoncangan, maka Kryan Pasung Grigis mengadakan peperangan.