Google+
Tampilkan postingan dengan label Banten Bajang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banten Bajang. Tampilkan semua postingan

Banten Bajang Colong

Banten Bajang Colong


Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis, kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat, belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur. Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau, pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper, dilengkapi dengan jajan, buah-buahan dan canang burat wangi.

Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras, tulung, sesayut, buah-buahan, canang burat wangi, sampyan tangga kecil. Sedangkan ikannya adalah, ceper pertama berisi guling katak, ceper kedua berisi guling capung, ceper ketiga berisi guling balang, ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan. Setelah selesai upacara, semua banten ini diletakkan diperempatan jalan.

Puja Ngayab Banten Bajang Colong.

Om Sang Hyang Korsika, Sang garga, sang Metri
Sag Kurusya, sang pretanjala,