Google+
Tampilkan postingan dengan label Dalem Cili Guwang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dalem Cili Guwang. Tampilkan semua postingan

Sejarah Desa Guwang Sukawati

Sejarah Desa Guwang

Garuda Wisnu Guwang
Desa Guwang adalah salah satu desa yang bertempat di Kecamatan Sukawati, Kabupten Gianyar. Ada beberapa tradisi kebudayaan dan sejarah yang ingin perkenalkan kehadapan publik, agar sekaligus bisa mengetahui sejarah dan keberadaan Desa Guwang ini. Di Desa Guwang banyak terdapat peninggalan hasil kebudayaan yang lumayan terkenal, seperti ukiran patung Garuda Wisnu, Pura Lumbung yang dibuat oleh Kebo Iwa, dan legenda Bukit Buwung, serta Pasar Seni Sukawati.

Desa Guwang deman maskot "Garuda Wisnu"nya yang dikenal akan para maestro seniman ukirnya, diantaranya:
  • Nyoman Ritug (trah Kebayan)
  • Ida Balik Riti (yang mendapatkan anugrah dengan gelar Mpu dari Mantan Presiden Soeharto karena kemahiran beliau dalam membuat pahatan prasasti tembaga huruf timbul, yang hingga kini belum ada yang bisa menyamai) yang kemudian dipodgala abisekha madwijati dengan gelar Ida Pandita Mpu Widya Dharma Siwa Dhaksa di Griya Agung Widya Srama, Banjar Sakih yang merupakan satu - satunya Pandita Kebayan (kubayan) di daerah Gianyar khususnya sukawati.
  • I Wayan Puja (trah Arya Pinatih)
  • I Made Purna Wirawan (trah kebayan)
  • I Wayan Tuges (anak dari Ketut Ritug) dengan karya gitar ukiran berpadu dengan teknologi modern "Gitar Blueberry"nya dan sederet seniman ukiryang terkenal di kalangan Budayawan di Bali. 
Karena Desa Guwang merupakan tempat berkumpulnya seniman seni ukir, maka sempat dibangun sekolah seni ukir, yang kemudian berganti nama menjadi SMKN 1 Sukawati, dimana para pendiri dan guru dari sekolah tersebut awalnya adalah para seniman tersebut, yang mengabdi tanpa pamrih.

Sri Kresna Kepakisan (Raja Bali I 1352 - 1380 M)

Adipati Bali I setelah ekspedisi Majapahit

DALEM WAWU RAWUH

Wakil Kerajaan Majapahit di Bali


Sikap Sri Astasura Ratna Bumi Banten yang menentang dan tidak bersedia tunduk dibawah kekuasaan Majapahit menimbulkan ketegangan antara Kerajaan Bali dan Kerajaan Majapahit. Maka kerajaan majapahit pun menyerang Bali dan berhasil mengalahkannya. Setelah berhasil menguasai Bali dengan menaklukkan Raja Bali Kuna Sri Astasura Ratna Bumi Banten pada tahun 1343 M, sesuai dengan sumpah Palapa yang didengungkan Rakyan Gajah Mada, maka terjadi kekosongan kekuasaan di Bali. Expedisi Majapahit ini dilakukan pada jaman pemerintahan Tribuwana Tunggadewi yang berkuasa pada periode 1328 – 1350 M.

Setelah kekalahan Kerajaan Bedulu maka Pulau Bali dapat dikuasai sepenuhnya oleh Majapahit maka Pemerintahan sementara diserahkan kepada Mpu Jiwaksara yang kemudian bergelar Ki Patih Wulung. Beliau menempatkan pusat Pemerintahan di Gelgel. - Namun demikian walaupun Bali sudah dikalahkan Majapahit, tidak berarti rakyat dan tokoh-tokoh Bali Aga sudah menyerah. sering terjadi perselisihan antara orang-orang Bali-Aga dengan pasukan Majapahit yang ditugaskan menjaga keamanan di Bali.