Google+
Tampilkan postingan dengan label Durmangala Prawesa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Durmangala Prawesa. Tampilkan semua postingan

Perumahan atau pekarangan kemasukan Ular

Perumahan atau pekarangan kemasukan Ular

dimasyakarat khususnya di Bali sering ada kejadian, dinama rumah/paumahan kemasukan ular, kadang ular tersebut berada di tempat tidur, ular didalam almari/bupet, ular di kamar mandi, dan tempat lainnya di dalam rumah. 

kejadian seperti hal itu sering masyarakat hanya mengandalkan logika dengan cara menaburkan garam di sekitar bangunan (rumah), tetapi nyatanya kedatangan ular terjadi terus-menerus. sesungguhnya hal tersebut bisa dipantau dengan pikiran/logika sehat, bahwa seekor ular sesungguhnya bertempat disemak belukar atau di pohon-pohon, tapi kenyataannya berada di dalam rumah.

Lebah atau Tawon di Bangunan Bali

Lebah atau Tawon di Bangunan Bali

salah satu keunikan budaya bali adalah menyelami segala ciri alam untuk dipelajari demi kebaikan masyarakatnya, salahsatunya adalah mengamati adanya binatang lebah (tawon) yang kadangkala bersarang di bangunan bali, baik rumah, pelinggih maupun bangunan lainnya.

bagi orang bali, adanya sarang tawon dibangunan bali memiliki arti tanda-tanda khusus yang akan terjadi kedepannya. pertanda tersebut akan membawa kebaikan apabila dilakukan suatu upacara tertentu, dan akan berakibat buruk bila tidak diupacarai. hal itu merupakan tanda pekarangan tersebut sudah terkena pengaruh "durmangala prawesa"
  • durmangala, berasal dari kata "dur" yang artinya telah terkena, "mala" yang artinya keletuhan; cemer; kotor, dengan sisipan "ng". sehingga menjadi kata "durmengala" yang artinya terkena keletuhan.
  • prawesa, berasar dari kata "para" yang dapat diartikan segala bentuk, sedangkan wesabersal dari kata "wasibhuta" yang artinya siksaan.