Google+
Tampilkan postingan dengan label Genta Ki Bhrahmara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Genta Ki Bhrahmara. Tampilkan semua postingan

Ida Danghyang Siddhimantra berputra Ida Bang Manik Angkeran

Ida Danghyang Siddhimantra berputra Ida Bang Manik Angkeran

Diceriterakan kembali putra Ida Danghyang Angsokanatha atau Danghyang Mpu Tantular yang nomor dua yakni Ida Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra

Beliau bernama Mpu Bekung karena beliau tidak bisa mempunyai putera. Kemudian beliau bergelar Danghyang Siddhimantra disebabkan memang beliau pendeta atau bujangga yang sakti serta bijaksana. Beliau menjadi sesuunan sakti bujangga Iuwih (junjungan sakti, pendeta yang bijaksana) di kawasan Bali ini tatkala itu. Perihal gelar Ida Mpu Bekung menjadi Danghyang Siddhimantra, akan diceriterakan di bawah.

Diceriterakan, Ida Mpu Bekung berkeinginan untuk memiliki putra yang akan menjadi penerusnya kelak. Karena itu beliau melaksanakan upacara homa, memuja Sanghyang Brahmakunda Wijaya.

Karena kesaktian beliau, dan karena permohonannya itu, beliau dianugrahi manik besar yang keIuar dari api homa tersebut. Kemudian nampak keluar bayi dari tengah-tengah api pahoman itu. Anak itu kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran
Artinya : 

  • Bang dari merah warna api itu. 
  • Manik dari manik mutu manikam yang menjadi anugrah, dan 
  • Angkeran dari keangkeran pemujaan sang pendeta yang demikian makbulnya. Demikian asal mulanya Ida Mpu Bekung memiliki putera.

Perpecahan Puri Kuramas dan Puri Kapal

Perpecahan Puri Kuramas dan Puri Kapal

Tersebutlah I Gusti Istri Ayu Made, adik dari I Gusti Agung Putu dan kakak dari I Gusti Agung Made Agung, yang menderita sakit ingatan. Seorang Pandita Pande dari desa Wanasara berhasil menyembuhkan, tetapi setiap berpisah dengan Sang Pandita penyakitnya kambuh lagi. Akhirnya I Gusti Istri Ayu Made dikawinkan dengan Sang Pandita Pande. 
Perkawinan ini tanpa sepengetahuan kakaknya I Gusti Agung Putu di Puri Kuramas
I Gusti Agung Putu murka dan membunuh Sang Pandita. Sang Pandita Pande sebelum menghembus napas terakhir sempat mengeluarkan kutukan kepada I Gusti Agung Putu, bahwa 
"kelak I Gusti Agung Putu dan keturunannya tidak akan pernah menjadi raja. Sedangkan kutukan kepada I Gusti Agung Made Agung, bahwa keturunannya tidak akan habis – habisnya menderita sakit ingatan (gila)" 

Sejak peristiwa itu, I Gusti Agung Made Agung mengeluarkan sumpah putus hubungan bersaudara dengan kakaknya I Gusti Agung Putu.