Google+
Tampilkan postingan dengan label Kerajaan Klungkung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajaan Klungkung. Tampilkan semua postingan

Raja Mengwi ke III - XI

Raja Mengwi ke III - XI

I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng Raja III Mengwi

Setelah I Gusti Ngurah Made Agung wafat, digantikan oleh adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng, yang bergelar Cokorda Munggu

Hal ini disebabkan putera mahkota I Gusti Agung Made Agung tidak kuasa dicegah, melanggar bisama leluhur, mengambil isteri ke Puri Kuramas. I Gusti Agung Made Agung mengungsi ke desa Kapal, menjadi Pangeran Kapal.

I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng mempunyai beberapa putera, yakni: 

  • I Gusti Agung Mbahyun, 
  • I Gusti Agung Made Munggu, 
  • I Gusti Ngurah Jembrana (pemguasa di Jembrana), dan 
  • I Gusti Gede Meliling.

Kesiman Dalam Sejarah Politik dan Ekonomi Abad XIX

Kesiman Dalam Sejarah Politik Abad XIX

Pada tahun 1809-1810 ketika Mengwi berada di bawah kekuasaan I Gusti Agung Ngurah Made Agung, Kerajaan Badung menyerbu Sibang yang merupakan daerah kekuasaan Puri Sibang yang merupakan negara bagian Kerajaan Mengwi. Kerajaan Badung yang dimotori oleh tentara bayaran Belanda mampu menaklukkan Sibang. Kerajaan Mengwi tidak mampu memberikan bantuan kepada Sibang seperti dulu ketika Badung menaklukan Padangluah. Dengan ditaklukkannya Puri Sibang, walaupun tidak seluruh kekuasaannya berhasil dilucuti, namun kerajaan Badung akhirnya memperoleh kuasa untuk melakukan penggalian sebuah saluran tambahan yang mengalirkan air dari sungai Ayung ke daerah persawahan di Badung. Pada periode kepemimpinan Raja I Gusti Agung Ngurah Made Agung itu, Raja Mengwi tidak lebih dari pemimpin satelit dari Raja Badung. Ia harus menyetorkan sebagian dari penghasilan kerajaan untuk dan mengirimkan bahan-bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan Puri Denpasar dan diharapkan memberikan sumbangan pada upacara pengebenan di Badung. [Nordholt, p.139]