Google+
Tampilkan postingan dengan label Pasung Grigis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasung Grigis. Tampilkan semua postingan

Pura Kawitan Karang Buncing - Babad Bali Kebo Iwa

Pura Kawitan Karang Buncing - Babad Bali Kebo Iwa

Pura Kawitan Treh Sri Karang Buncing

Pura Kawitan Sri Karang Buncing terletak di depan SD Negeri I Blahbatuh, Jalan Dharmawangsa, tepatnya seratus meter ke utara Pura Puseh, Desa Pakraman Blahbatuh, Gianyar. 

Konsep pemujaan Tuhan melalui Bhatara Hyang Kawitan setelah datangnya Danghyang Nirartta di Bali yaitu sezaman dengan keberadaan beberapa generasi setelah era Sri Karang Buncing. 
Sri Karang Buncing muncul dua periode, Sri Karang Buncing ke I saudara kandung dengan Sri Rigis yang melahirkan Sri Kbo Iwa dan adik kandung Sri Kbo Iwa lahir buncing (laki dan perempuan) dan diberi nama Sri Karang Buncing juga, kalau boleh dikatakan Sri Karang Buncing yang ke II, lalu beliau dinikahkan berdua yang melahirkan para warga Sri Karang Buncing yang ada di jagat ini. Sri Karang Buncing II adalah adik kandung dari Sri Kebo Iwa yang hidup sekitar tahun 1324 Masehi. Nama Sri Karang Buncing inilah yang dijadikan momentum untuk mengenang para leluhur oleh para warga dan dipertegas kembali dalam ART Sri Karang Buncing, pasal 21, pada Mahasabha, hari senin, tanggal 2 Pebruari 2004, di Nusa Mandala Tohpati, Denpasar.

Peralihan kekuasaan memang membawa dampak politik psikologis bagi warga Sri Karang Buncing dalam kepemerintahan di Bali untuk mencari identitas leluhur mereka terdahulu karena nyineb wangsa (menutup asal usul) sehingga di masyarakat ada yang menyebut diri,:

  • prabali karang buncing, 
  • arya karang buncing, 
  • sri karang buncing, 
  • gusti karang buncing, 
  • bendesa karang buncing, 
  • pasek karang buncing, 
  • soroh karang, 
  • dan lain-lain, tergantung dari sisi mana memulainya sesuai tugas dan jabatan beliau saat itu.