Google+
Tampilkan postingan dengan label Rsi Markendheya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rsi Markendheya. Tampilkan semua postingan

Pura Gunung Raung dari sebuah pohon yang bercahaya

Pura Gunung Raung dari sebuah pohon yang bercahaya

Ini salah satu pura tertua di Bali. Letaknya di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Pura ini erat sekali kaitannya dengan perjalanan Rsi Markandya, seorang resi dari Pasraman Gunung Raung, Jawa Timur, ke Bali untuk menyebarkan ajaran Sanatana Dharma (Kebenaran Abadi) yang kini dikenal dengan sebutan Hindu Dharma.

Setelah terlebih dahulu mengawali langkahnya dengan mendirikan Pura Basukian di Besakih, selanjutnya Rsi Markandya membangun pasraman (semacam pesantrian) di Taro. Pasraman inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Pura Gunung Raung di Desa Taro tersebut.

Di desa Taro, Pura Gunung Raung ini terletak persis di tengah-tengah desa dan menjadi pembatas Banjar Taro Kaja (utara) dan Banjar Taro Kelod (selatan). Ini adalah sesuatu yang unik, sebab pada umumnya letak pura di Desa Kuno di Bali adalah di daerah hulu dan di daerah hilir desa.

Pura Luhur Bhujangga Waisnawa

Pura Luhur Bhujangga Waisnawa

Berkaitan dengan Perjalanan Rsi Markendheya

Pura luhur Bhujangga Waisnawa terletak di Dusun Gunung Sari, Jati Luwih, Penebel. Pura ini disungsung oleh pertisentana Bhujangga Waisnawa atau lebih dikenal dengan Maha Warga Bhujangga Waisnawa yang berdomisili baik di Bali maupun luar Bali. Keberadaan pura yang kini berstatus pura kawitan ini, erat kaitannya dengan perjalanan Rsi Markandheya ke Bali sekitar abad VIII. Setelah kedatangannya yang kedua ke Bali yang diawali dengan upacara mendem Panca Datu di sekitar Pura Besakih sekarang, beliau meneruskan perjalanannya untuk mengajarkan penduduk tata cara upacara agama, ilmu pertanian dan keahlian lainnya pada berbagai tempat di Bali.

Selain pura di Jati Luwih, masih ada beberapa pura lainnya yang erat kaitannya dengan perjalanan beliau, di antaranya:

  • Pura Luhur Sebang Dahat di Desa Puakan, 
  • Pura Gunung Raung di Desa Taro, 
  • Pura Dalem Murwa di Desa Payangan, 
  • Pura Segara Kidul Batu Bolong, 
  • Pura Pedharman di Gunung Agung dan beberapa pura lainnya. 

Jika ditilik dari perjalanan Rsi Markandheya yang pada mulanya berpesraman di Gunung Raung Jawa Timur itu, beliau membangun tempat pemujaan di sekitar danau, laut, desa dan hutan atau gunung yang merupakan titik-titik strategis di daerah Bali.