Google+
Tampilkan postingan dengan label Sekte Gonapatya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekte Gonapatya. Tampilkan semua postingan

Ganapati Tattwa Samapta

Ganapati Tattwa

Om awighnam astu
Oṃ namaḥ siddham
Om gaṇapatiḥ śiwam pṛcchad ganggomayoḥ siddhārthadaḥ
dewagaṇaguruḥ putraḥ śaktiwīryyālokaśriyai. 1
  1. nihan pitu[tu]r ira bhaṭāra śiwa, ri sang hyang gaṇa, sĕmbah ning tanaya ra sanghulun, ring bhaṭāra, hanta warahana tanaya ra sanghulun, lamakane wruh ri kawijilan ing pañcadaiwātmā, saking ndi pawijilan ira, ya ta warahana patik sanghulun.
  2. īśwara uwāca,
  3. anaku sang gaṇapati piṛngwākna pawarah kami ri kita, ikang śabda śūnya, sakeng oṃkāra mijil bindu, kadi ĕbun hana ry āgra ning kuśa, kasĕnwan rawi, mahning kadi dhūpa, dīpta nira mābhrākarakāra, sakeng bindu matmahan pañcadaiwata, brahmā, wiṣṇu, rudra, kami, mwang sang hyang sadāśiwa, mangkanānaku, makapawijilan ing daiwātmā.
  4. gaṇapati uwāca,
  5. sĕmbah ning tanaya ra sanghulun, hanta muwah warahana ri prakāśa ning bhuwana, lamakane wruha rānak rahadyan sanghulun.

Sejarah Sekte-Sekte di Bali

Sejarah Sekte-Sekte di Bali

Sumber ajaran Agama Hindu adalah kitab suci catur veda. Syair-Syair kitab suci Weda Sruti disebut Mantra. Sedangkan syair-syair kitab Sastra weda disebut Sloka. Kitab suci Catur Weda itu terdiri dari 20389 Mantra. Empat kitab suci weda itu dipelajari oleh 1180 Sakha atau kelompok spiritual. 
  • Rg Weda dengan jumlah Mantra sebanyak 10552 dipelajari oleh 21 Sakha. 
  • Sama Weda dengan jumlah Mantra 1.875 dipelajari oleh 1000 Sakha.
  • Yajur Weda dengan jumlah Mantra 1975 Mantra dipelajari oleh 109 Sakha ,dan 
  • Atharwa Weda dengan jumlah Mantra 5.967 dipelajari oleh 50 Sakha.

SAMPRADAYA (sekta) lahir dari Upanisad

Setiap Sakha dibahas atas bimbingan Resi yang benar-benar menghayati Weda baik teori maupun praktek. Resi itu disebut Sadaka karena telah mampu melakukan Sadana atau mewujudkan ajaran suci Weda dalam kehidupannya sehari-hari. Orang yang mampu melakukan Sadana itulah yang disebut Sadaka. Sakha itu ibarat sekolah. Sedangkan kitab suci Weda itu ibarat “kurikulum” yang harus diterapkan oleh sekolah tersebut. Meskipun kurikulum yang diterapkan oleh setiap sekolah itu sama, pasti setiap sekolah itu memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan satu sekolah dengan sekolah yang lainnya. Demikian jugalah halnya dengan proses mendalami kitab suci Weda sumber ajaran Hindu. Disamping itu Weda adalah kitab suci yang sangat memberikan kemerdekaan pada setiap orang yang meyakininya menyerap ajaran Weda sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing umat.
Dari system Sakha itulah melahirkan kitab-kitab Upanisad.