Google+
Tampilkan postingan dengan label Sekte Bhairawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekte Bhairawa. Tampilkan semua postingan

Sekte Aghori makan mayat

Sekte Aghori makan mayat

Aghoris percaya bahwa Shiva diinduksi terbaik dan terburuk di dunia dan tidak ada yang profan, semuanya sakral bagi mereka. Oleh karena itu, apa sekte Hindu lainnya menganggap tidak dapat diterima atau tabu, yang Aghoris menerimanya – yang 'kekuatan gelap' atau 'kotoran' - membawa mereka ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi. dibali sekte Aghori hampir mirip dengan Sekte Bhairawa hitam, yang didentikan dengan Panca MA-nya. Mari kita melihat sekilas kehidupan di India mengenai Sekte Aghori.
Sekte Aghori Memakan Mayat Dan Menjadikan Tulang Manusia Sebagai Hiasan
kehidupan Sekte Aghori di India
Sepanjang sejarah kehidupan manusia telah ada segudang praktek kultus dan sekte agama yang aneh, membuat teror, unik bahkan menjijikkan. Mereka melakukan ritual aneh, ritual yang mengganggu, atau keyakinan ekstrim, sebagian kelompok ini telah lama melakukan sesuatu yang misterius dan mengancam keselamatan orang di luar kelompoknya. Sebuah kelompok misterius yang yang mempunyai kebiasaan yang menakutkan, menebarkan kebencian, dan horor, adalah suku mistik aneh dan kanibal yang ada di India dan dikenal sebagai sekte Aghori, atau Sadhu Aghori.
Mereka mendandani diri dengan kain kafan dari mayat atau baju yang ditinggalkan oleh keluarga orang mati, mengolesi diri dengan abu mayat sebagai pelindung dari penyakit, merenungkan mayat dan mengkonsumsi segala sesuatu dari manusia atau hewan daging untuk ekskreta, urine, alkohol – semua bagian dari ritual Aghora, yang secara harfiah berarti non-menakutkan, dan Aghoris adalah praktisi.
Para Sadhu Aghori adalah bagian dari sekte pertapa Hindu, khususnya mereka yang beraliran Shaivites,dimana mereka mengabdikan diri untuk Dewa Siwa, Dewa kematian dan kehancuran yang sering digambarkan sebagai Dewa yang paling menakutkan, di dunia barat disebut sebagai "The Destroyer" dan "The Transformer"

Sekte Saiwa - Pemuja Siwa

Sekte Saiwa - Pemuja Siwa

seperti yang telah dibahas sebelumnya dalam "Sejarah Sekte di Bali", berikutnya akan dicoba untuk memberikan informasi yang lebih mendalam tentang sekte saiwa.

kenyataan dibali, sekte saiwa memang tidak ada, yang tersisa hanyalah sekte siwa sidhanta, sedangkan cabang sekte pemuja dewa siwa lainnya, telah melebur kesemuanya dalam sekte siwa sidhanta tersebut. 

Penganut Hindu dari sekte Siwa meyakini Tuhan adalah Siwa. Salah satu bentuk pemujaan Siwa yang dilakukan oleh pada Pendeta Siwa adalah dengan mengucapkan mantra yang disebut sebagai Mantra Catur Dasa Siwa, yakni empat belas wujud Siwa.

sekilas info tentang Ilmu Leak Bali

sekilas info tentang Ilmu Leak Bali

bila membicarakan tetang "LEAK", sebagian orang sudah pasti memiliki bayangan buruk, sebuah ilmu yang menyesatkan dan sudah pasti praktisinya orang jahat semua.
nah.... apabila anda juga memiliki pemikiran seperti itu juga, anda wajib membaca artikel sekilas info tentang Ilmu Leak Bali ini, karena secara tidak langsung anda akan saya suguhkan sekilas informasi tentang ilmu leak bali serta lontar pengeleakan yang tersohor kehebatan manra-mantranya.

ilmu leak merupakan salah satu ajian kawisesan yang berkembang dibali sejak jaman dahulu peninggalan sekte bhairawa, sehingga ada beberapa orang menganggap Ilmu Leak merupakan ilmu kawisesan asli bali, ini dikarenakan ilmu leak hanya beredar (lebih banyak) di daerah Bali.

mengenai arti kata "leak", belum ditemukan makna aslinya, yang jelas dan pasti, leak merupakan tehnik spiritual yang berbasis agama hindu, yang dikembangkan dan berkembang serta diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang masyarakat bali. karena ilmu ini adalah spiritual berbasis agama, maka anggapan beberapa penulis artikel tentang leak, yang menyatakan arti kata leak tersebut adalah penyihir/orang yang mempunyai kemampuan jahat (black magic) itu salah.

Sejarah Sekte-Sekte di Bali

Sejarah Sekte-Sekte di Bali

Sumber ajaran Agama Hindu adalah kitab suci catur veda. Syair-Syair kitab suci Weda Sruti disebut Mantra. Sedangkan syair-syair kitab Sastra weda disebut Sloka. Kitab suci Catur Weda itu terdiri dari 20389 Mantra. Empat kitab suci weda itu dipelajari oleh 1180 Sakha atau kelompok spiritual. 
  • Rg Weda dengan jumlah Mantra sebanyak 10552 dipelajari oleh 21 Sakha. 
  • Sama Weda dengan jumlah Mantra 1.875 dipelajari oleh 1000 Sakha.
  • Yajur Weda dengan jumlah Mantra 1975 Mantra dipelajari oleh 109 Sakha ,dan 
  • Atharwa Weda dengan jumlah Mantra 5.967 dipelajari oleh 50 Sakha.

SAMPRADAYA (sekta) lahir dari Upanisad

Setiap Sakha dibahas atas bimbingan Resi yang benar-benar menghayati Weda baik teori maupun praktek. Resi itu disebut Sadaka karena telah mampu melakukan Sadana atau mewujudkan ajaran suci Weda dalam kehidupannya sehari-hari. Orang yang mampu melakukan Sadana itulah yang disebut Sadaka. Sakha itu ibarat sekolah. Sedangkan kitab suci Weda itu ibarat “kurikulum” yang harus diterapkan oleh sekolah tersebut. Meskipun kurikulum yang diterapkan oleh setiap sekolah itu sama, pasti setiap sekolah itu memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan satu sekolah dengan sekolah yang lainnya. Demikian jugalah halnya dengan proses mendalami kitab suci Weda sumber ajaran Hindu. Disamping itu Weda adalah kitab suci yang sangat memberikan kemerdekaan pada setiap orang yang meyakininya menyerap ajaran Weda sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing umat.
Dari system Sakha itulah melahirkan kitab-kitab Upanisad.