Tembok Panyengker
Rumah adat Bali yang lengkap merupakan suatu komplek perumahan yang harus dapat menunjang sebagian besar aspek kehidupan penghuninya. Merupakan suatu syarat juga bahwa perumahan adat Bali itu dilingkari dengan tembok, yang dikenal dengan istilah "Tembok Panyengker".
Tembok panyengker, agaknya, memiliki makna lebih, ketimbang sekadar pagar pembatas. Lantaran panyengker mengandung pengertian "mengurung" (kurung = sengker), melindungi atau menjaga isi yang ada di dalam, memberikan kesentosaan, ketentraman, dan kedamaian.
Pelapisan makna apa yang bisa disimak dari tembok panyengker?
 |
| tembok panyengker dengan Padurasa |
Tembok penyengker merupakan batas wilayah (rumah atau pura) yang satu dengan yang lainnya. Baik Pra, rumah atau banjar semuanya dikelilingi pagar tembok, Pagar masif (penyengker) yang dipadu candi bentar, kori atau kori agung adalah bagian yang tidak terpisahkan, sebagai ekspresi citra tata ruang yang tinngi nilai budayanya. Penyengker dipercaya sebagai wujub perlindungan empat kekuatan alam (air,api, tanah, udara) yang menempati sudut-sudut pekarangan. Dalam hal ragam hias sebagai cirri khas arsitektur Bali mengambil tiga bentuk kehidupan makhluk bumi (manusia, flora dan fauna). Unsur-unsur estetika, etika dan logika mendasarai pengolahan dan penempatan ragam hias, denagn mengingat nilai–nilai ritual yang disandangnya.