Google+
Tampilkan postingan dengan label lontar purwa bhumi kemulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lontar purwa bhumi kemulan. Tampilkan semua postingan

Lontar Purwa Bhumi Kamulan

Lontar Purwa Bhumi Kamulan

Purwa Bhumi Kamulan termasuk kelompok lontar Tattwa.

Lontar ini berisi ajaran tentang penciptaan dunia yang diuraikan secara mitologis. Seluruh ajarannya bersifat Siwaistik. Pokok-pokok ajarannya sebagai berikut :
Bhatara Bhatari adalah dua sumber kekuatan yang mula-mula ada. Dari kekuatan yoga Bhatari terciptalah Dewata, Panca Resi, dan Sapta Resisebagai isinya dunia.
Pada tahap berikutnya barulah diciptakan dunia. Gangga tercipta dari cucuran keringat. Samudra tercipta dari garam yang keluar dari badan. Prathiwi tercipta dari garam yang keluar dari badan. Selanjutnya Sanghyang Dharma menciptakan"Mahapadma", Matahari, Bulan, Panca mahabutha dan Catur Pramana.
Setelah itu, Bhatari Uma merubah wujudnya sebagai Durga. Bulu-bulu badannya diciptakan sebagai Kala sumber kejahatan didunia. Dengan kekuatan yoganya, Durga menciptakan semua isi samudra (ikan dsb.nya).
Bhatari Guru kemudian turun ke bumi sebagai Bhatara Kala karena tertarik oleh kekuatan pandang Bhatari Durga. Dan dengan kekuatan yoganya Bhatara Kala menciptakan Kala. Manusia adalah santapan Bhatara Kala. Manusia yang disantap adalah :
  • Orang yang lahir pada wuku carik (wuku wayang).
  • Kadana-Kadani (kembar siam)
  • Bersaudara Limao Tunggak Wareng (tus tunggal)
  • Unting-unting (?)
  • Uduh-uduh rare bajang (?)
Selanjutnya Bhatara Kala turun ke dunia membuat tempat pemujaan. Begitupula Brahma, Wisnu dan Iswara diperintahkan turun ke dunia. Brahmasebagai Brahmana. Wisnu sebagai Bhujangga. Iswara sebagai Resi.
Brahmana, Bhujangga dan Resi diberi tugas oleh Bhatara Kala menghaturkan sesaji kepada dirinya dan Bhatari Durga dan meruwat sepuluh jenis kekotoran (manusia).
Itulah permulaan manusia memuja Tuhan. Bhatara Kala dan Bhatari Durga tidak lagi menyantap manusia. Rupanya yang mengerikan kembali seperti semula sebagai Guru dan Uma, kembali ke Siwapada.

Sanggah Kamulan

Sanggah Kamulan

Sanggah Kamulan
Sanggah Kamulan /Kemulan
Hampir setiap karang perumahan di Bali, pada bagian hulu atau udiknya terdapat sebuah “sanggah”. dimana salah satu palingihnya yang umum disebut “Sanggah kamulan” untuk golongan tertentu disebut juga “Sanggah Kemimitan”. Karena sanggah tersebut selalu letaknya pada udik atau hulu dari karang, maka disebut juga “Panghulun Karang”. adanya sanggah kamulan selalu berdampingan dengan Sanggah Taksu. sehingga dalam keseharian, masyarakat bali lebih failiar menyebut Pamerajan Alit dengan sebutan Sanggah Kamulan Taksu.

Belakangan ini, di kalangan generasi muda tidak sedikit yang mulai berpikir, bahkan telah melaksanakan bahwa Sanggah Kamulan telah diganti dengan satu pelinggih saja yaitu Padma Sari dengan berbagai alasan, persoalan tanah, biaya, efesiensi dan masih ada seribu alasan untuk membenarkan tindakannya.

Bagi para pembaca yang berniat mengganti (Prelina) Sanggah Kamulan, sebelum melaksanakan niatnya sebaiknya membaca artikel sederhana ini.

Umat Hindu pada prinsipnya memuja Tuhan dengan segala manifestasinya dan memuja Roh (Dewa Pitara). Disamping memuja Tuhan, Weda juga mengajarkan dan membenarkan memuja Roh Suci leluhur.

Dalam Kekawin Ramayana dinyatakan bahwa:
Gunamanta sang Dasaratha, Wruh sira ring weda bhakti ring dewa, Tar malupeng pitra puja, Masih ta sireng swagotra kabeh
Artinya:
Keutamaan sang Dasaratha,Beliau paham akan Weda, berbakti kepada Tuhan, Tidak pernah lupa memuja leluhur, Juga sayang terhadap keluarga dan rakyat