Sanggah Kamulan
 |
| Sanggah Kamulan /Kemulan |
Hampir setiap karang perumahan di Bali, pada bagian hulu atau udiknya terdapat sebuah “
sanggah”. dimana salah satu palingihnya yang umum disebut “
Sanggah kamulan” untuk golongan tertentu disebut juga “
Sanggah Kemimitan”. Karena sanggah tersebut selalu letaknya pada udik atau hulu dari karang, maka disebut juga “
Panghulun Karang”. adanya sanggah kamulan selalu berdampingan dengan Sanggah Taksu. sehingga dalam keseharian, masyarakat bali lebih failiar menyebut Pamerajan Alit dengan sebutan
Sanggah Kamulan Taksu.
Belakangan ini, di kalangan generasi muda tidak sedikit yang mulai berpikir, bahkan telah melaksanakan bahwa
Sanggah Kamulan telah diganti dengan satu pelinggih saja yaitu Padma Sari dengan berbagai alasan, persoalan tanah, biaya, efesiensi dan masih ada seribu alasan untuk membenarkan tindakannya.
Bagi para pembaca yang berniat mengganti (Prelina) Sanggah Kamulan, sebelum melaksanakan niatnya sebaiknya membaca artikel sederhana ini.
Umat Hindu pada prinsipnya memuja Tuhan dengan segala manifestasinya dan memuja Roh (Dewa Pitara). Disamping memuja Tuhan, Weda juga mengajarkan dan membenarkan memuja Roh Suci leluhur.
Dalam
Kekawin Ramayana dinyatakan bahwa:
Gunamanta sang Dasaratha, Wruh sira ring weda bhakti ring dewa, Tar malupeng pitra puja, Masih ta sireng swagotra kabeh
Artinya:
Keutamaan sang Dasaratha,Beliau paham akan Weda, berbakti kepada Tuhan, Tidak pernah lupa memuja leluhur, Juga sayang terhadap keluarga dan rakyat