Google+

Sri Aji Maha Sirikan Raja Sukawati I (1710 – 1745 M) - Babad Dalem Sukawati

Sri Aji Maha Sirikan Raja Sukawati I (1710 – 1745 M) - Babad Dalem Sukawati

Setelah menaklukan Ki Balian Batur, dipastikan berkuasa di bagian Timur wilayah Kerajaan Mengwi, maka untuk selanjutnya ditentukan lokasi istana untuk Dewa Agung Anom.

Lokasi kerajaan ditentukan di Baturan (Batuan sekarang) yang terletak di desa Timbul. barat dukuh kebalian (kebayan). Istana terletak di depan pasar Timbul yang selesai dibangun pada tahun 1710 M, bernama Puri Grokgak, sekitar 27 km ke Selatan Smarajayapura. Setelah Puri Grokgak selesai dibangun, Dewa Agung Anom Sirikan pindah dari pesramannya menempati Puri Grokgak.  Bersamaan dengan itu dibangun pula Pemarajan yang bernama Pura Penataran Agung sekarang. Semenjak pemerintahan beliau, rakyat desa Timbul bersukahati, oleh karena itu desa Timbul lama-lama berubah menjadi Sukahati (Sukawati sekarang). Beliau diberi gelar Sri Aji Maha Sirikan, Sri Aji Wijaya Tanu, atau lumrah disebut Dhalem Sukawati.


Menyadari diri masih muda, pada awal pemerintahannya Dewa Agung Anom menginginkan beberapa pusaka yang masih berada di istana Smarajayapura Klungkung. Tetapi beliau kecewa karena tidak semua kehendaknya dipenuhi oleh kakaknya Dewa Agung Klungkung. Beliau hanya diberi pusaka berupa ikat pinggang bernama Ki Pengasih Jagat dan rakyat sebanyak 200 orang. 

Suatu ketika pada Purnama katiga beliau pergi ke pantai Air Jeruk melakukan yoga semadi memuja Bhatara Segara. Dalam semadinya, beliau  dianugrahi pusaka berupa tombak yang kemudian disebut Ki Segara Anglayang. Pantai tempat beliau menerima anugrah disebut Pantai Purnama sekarang.

Dewa Agung mengambil isteri dari Mengwi bernama I Gusti Agung Ayu Muter. Setelah wafat distanakan di Pemerajan Agung Pura Penataran Sukawati pada pelinggih Meru tumpang 3, dengan gelar Bhatari Mutering Jagat
Dari padmi ini menurunkan 3 orang putera, yaitu: 
  1. Ida I dewa Agung Jambe
  2. Ida I Dewa Agung Karna
  3. Ida IDewa Agung Mayun. 
Dari penawing beliau menurunkan 2 putera, yaitu: 
  1. I Dewa Bubunan
  2. I Dewa Cangi. 
Setelah Sri Aji Maha Sirikan wafat beliau digantikan oleh putra ke 3 beliau yakni Dewa Agung Gede Mayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar