Babad Mengwi - Kerajaan Mengwi
setelah berhasil menundukkan Pasek Badak, Perjalanan selanjutnya I Gusti Agung Putu menundukkan I Gusti Ngurah Teges, sehingga kekuasaannya daerah Kaba-kaba menjadi bagian dari wilayah Kawyapura.
I Gusti Agung Putu juga menyerang dan menaklukkan Penebel dalam rangkaian membantu Tabanan. Sebagai imbalan kemenangan itu Tabanan memberikan desa Marga kepada I Gusti Agung Putu. Beberapa penguasa atau Anglurah juga menyatakan takluk kepada Kawyapura, hingga wilayah Kawyapura meliputi:
- ke Selatan bukit Jimbaran sampai Uluwatu,
- ke Utara sampai gunung Beratan,
- ke Timur sampai sungai Petanu,
- ke Barat sampai sungai Yeh Panah.
Perkembangan kemudian laskar I Gusti Agung Putu berperang dan menaklukkan laskar Buleleng. Perang ini dipicu oleh putera I Gusti Ngurah Panji Sakti yang bernama I Gusti Panji Wayahan, yang merabas hutan Batukaru dan merusak Pura Luhur Batukaru, kekuasaan Kawyapura. Sebagai tanda takluk I Gusti Ngurah Panji Sakti menyerahkan daerah Blambangan dan Jemberana menjadi daerah kekuasaan Kawyapura.
Selain itu, puteri Panji Sakti, Ni Gusti Ayu Panji sebagi isteri I Gusti Agung Putu. Raja juga memohon seorang Brahmana, Ida Pedanda Sakti Bukian dari desa Kayu Putih, diberikan tempat di Kekeran untuk mendampingi beliau,
Demikianlah bertambah – tambah keagungan dan kebesaran I Gusti Agung Putu, Ketika diangkat menjadi Raja I Kawyapura, beliau diberi gelar I Gusti Agung Bima Sakti, atau Cokorda Sakti Blambangan gelar lainnya. kerajaan beliau disebut Mengwi.