Google+

Kanda Pat Versi Perguruan Seruling Dewata

Kanda Pat Versi Perguruan Seruling Dewata

semakin meningkatnya pengetahuan spiritual, memberi dampak semakin berkembangnya pula Ilmu Kawisesan Kadigjayan di bali, Mulai dari Kyai Agung Pasek Gelgelnya dengan Ajian Kreket, hingga tokoh-tokoh lainnya yang memiliki ciri khas ilmu kapiandel lainnya seperti keputusan sang hyang rimrim, ajian pudak setegal, keputusan jaka tua dan sebagainya, dimana ilmu-ilmu kawisesan tersebut disebarkan melalui keturunannya maupun media murid serta pasukan (orang) kepercayaannya.
salah satu ajaran yang saat ini trend dibali adalah Ajaran Kanda Pat. setiap GURU yang memiliki tingkat pemahaman ajaran ditambah Penugran Bhatari, membuat ajian ini semakin berkembang menjadi lebih banyak cabangnya. tidak yang tinggi maupun yang rendah dalam ajian kanda pat ini, karena ajaran itu sama, yang membedakannya hanyalah pemahaman dari pengguna ajaran kanda pat serta adanya legalitas (pegugran) dari bhatara-bhatari pengayom ajaran ini.
salah satu perguruan yang mengembangkan ajaran kanda pat adalah Perguruan Seruling Dewata. 

sebenarnya banyak versi ajaran kanda pat lainnya yang beredar seperti yang telah diunggah dalam artikel-artikel sebelumnya, tetapi untuk saat ini, kami menjoba memberikan sedikit gambaran singkat ajaran Kanda Pat Versi Perguruan Seruling Dewata saja.


Sejarah Perguruan Seruling Dewata

Perguruan Seruling Dewata merupakan salah satu perguruan bela diri tertua di Indonesia disamping mengajarkan ilmu bela diri dan kanuragan. Perguruan Seruling Dewata juga mengajarkan ilmu agama Hindu, sesuai warisan Yogi dan Yogini zaman dahulu, yang pernah menuntut ilmu di Perguruan Seruling Dewata. Perguruan ini pada awalnya, merupakan salah satu cabang dari perguruan bulan. Dimana pada zaman dahulu, ada 2 perguruan Silat besar di pulau Bali yaitu perguruan bulan dan perguruan matahari. Peguruan Matahari mempunyai 11 aliran dan Perguruan Bulan memiliki 12 aliran, yang salah satunya Seruling Dewata yang menguasai 72 ilmu silat. Tetapi entah kenapa, 2 Perguruan Silat ini terjadi persaingan dan dendam turun temurun yang mengakibatkan pertempuran habis-habisan di gunung Batur selama 7 hari 7 malam yang mengakibatkan punahnya kedua perguruan tersebut. Tetapi masih ada seorang siswa dari Perguruan Bulan cabang Seruling Dewata yang masih hidup dan terluka parah yang Bernama I Goplo. I Goplo kemudian kembali ke pertapaan Perguruan Bulan di gunung Watukaru, guna menyembuhkan dirinya dan memperdalam ilmu silatnya.

Kemudian baru pada abad ke V caka datanglah ke pulau Bali seorang pendeta Budha ahli silat yang masih muda dari India yang bernama Budhi Darma, dan di Bali dikenal dengan sebutan Biksu Dharmo, Budhi Darma menguasai Kundalini, Ilmu Kundalini Saktinya sangat sempurna yang di pelajarinya selama 40 tahun dari seorang Maha Guru di India yang bernama Swami Prajnatara. Di Bali, Budhi Dharma bertemu dengan Ki Goplo yang ahli Filsafat Seruling Dewata, juga ahli Ilmu silat dan juga ahli Pengobatan . dan keduanya sempat berdikusi dan dari hasil diskusi tersebut KiBudhi Darma merasa tunduk kepada kemampuan Ki Goplo dalam ilmu silat, ilmu pengobatan dan terutama ilmu filsafat, sehingga akhirnya Budhi Darma sendiri akhirnya berguru kepada Ki Goplo.

Budhi Dharma berhasil menguasai ke 72 macam ilmu silat dari Perguruan Bulan Sabit Cabang Seruling Dewata, serta mendirikan Perguruan Silat Baru di pulau Bali pada abad V Caka, tahun ke 63 ( 641 Masehi ), bulan ke 11 hari ke 26 dengan namaPaiketan Paguron Suling Dewata, dengan Ki Budhi Dharma sebagai Ketua Angkatan I, Pada tahun 1985, Paiketan Paguron Suling Dewata bergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia dan berubah nama menjadi Perguruan Seruling Dewata.

Asal-Usul Kanda Pat Versi Perguruan Seruling Dewata

Untuk mendapatkan kekuatan gaib yang terdapat dalam himpunan buku Kanda Pat seseorang harus mendapatkan penugrahan dari Dewa Siwa (Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa), Dewi Durga, Hyang Saraswati, serta Para Sesepuh Perguruan Seruling Dewata, permohonan panugrahan ini harus dilakukan oleh salah seorang sesepuh yang memiliki garis Perguruan yang murni dalam Parampara Paiketan Paguron Suling Dewata agar mendapatkan kesidhian dalam melaksanakan meditasinya, karena Para Sesepuh Paiketan Paguron Suling Dewata pada jaman dahulu mendapatkan tuntunan Meditasi Kanda Pat dari Dewa Siwa (Hyang Widhi) serta mendapatkan panugrahan teori Kanda Pat yang terdapat dalam 18 Kanda Pat dari Tuhan sebagai Dewi Durga serta mendapatkan bimbingan secara langsung dalam pelaksanaan meditasi kanda Pat dari Hyang Saraswati. Para siswa pada generasi berikutnya yang melakukan Meditasi Kanda Pat harus mendapat panugrahan, tuntunan dan perlindungan serta panyupatan dari Para Sesepuh Perguruan Seruling Dewata agar medapatkan keberhasilan dalam melakukannya, (disadur dari buku serial Kanda Pat, Meditasi MaduKama, ditulis oleh sesepuh Generasi IX, Ki Nantra. Tuntunan meditasi Kanda Pat mempelajari 18 Kanda Pat, dan 55 bentuk meditasi, tuntunan meditasi Kanda Pat didirikan di Desa Kukuh, Kerambitan, Bali, tanggal Februari 2004 ).

Sementara itu menurut Parampara dalam Perguruan Seruling Dewata mengenal 18 Kanda Pat , adapun ke 18 Kanda Pat tersebut adalah : Kanda Pat Madu Kama, Kanda Pat Sari, Kanda Pat rare, Kanda Pat sari, Kanda Pat Nyama, Kanda Pat Manusa Prakerti, Kanda Pat Muka, Kanda Pat Pengarada, Kanda Pat Krakah, Kanda Pat Presanak, Kanda Pat Madu Pemurtian, Kanda Pat Keputusan, Kanda Pat Pasuk Wetu, Kanda Pat Subiksa, Kanda Pat Suksma, Kanda Pat Moksa, Kanda Pat Dewa, Kanda Pat Tanpa Sastra.

adapun ke 18 ( delapan belas ) Kanda Pat ini diperoleh dari usaha semadhi yang dilakukan olah 21 orang yogi dari Perguruan Seruling Dewata yang di perintahkan langsung oleh sesepuh Generasi II , Ki Mudra sekitar saka warsa 796, adapun ke 21 (dua puluh satu) yogi namanya disebutkan dibawah ini , adapun tujuan ke 18 Yogi ini melakukan meditasi selama 18 hari tanpa makan dan minum adalah untuk mendapatkan rahasia serta kekuatan gaib agar bisa mengimbangi serta mengalahkan Sekta Durga dan Bairawa yang telah berkembang di masyarakat Bali Dwipa saat itu yang hampir semuanya bersifat merusak dan negatif.

akhirnya setelah melakukan meditasi yang khusyuk, tekun tahan terhadap godaan , serta melihat kesungguhan hati semua Yogi tersebut, mereka semuanya akhirnya mendapatkan anugrah oleh Betari Durga serta Dewa Siwa, Para Yogi (18 orang) yang mendapatkan penugrahan dari Betari Durga maupun Betara Siwa (3 orang) setelah melakukan meditasi dan semadhi selama 108 hari agar mendapatkan rahasia kekuatan bathin yang mampu menanggulangi kekuatan sesat para penganut Sekte Durga dan Sekte Bairawa yang saat itu berkembang sangat pesat di Bali Dwipa, adapun para Yogi Paiketan Paguron Suling Dewata yang mendapatkan penganugrahan Kanda Pat dari Betari Durga adalah sebagai berikut :
  1. Ki Dangka (Kanda Pat Madu Kama),
  2. Ki Umbalan (Kanda Pat Sari),
  3. Ki Sadra (Kanda Pat rare),
  4. Ki Bakas (Kanda Pat sari),
  5. Ki Teleng (Kanda Pat Nyama),
  6. Ki Juntal (Kanda Pat Manusa Prakerti),
  7. Ki Wirat (Kanda Pat Muka),
  8. Ki Manggal (Kanda Pat Pengaradan),
  9. Ki Wirada (Kanda Pat Krakah),
  10. Ki Reka (Kanda Pat Presanak),
  11. Ki Dangki (Kanda Pat Madu Pemurtian),
  12. Ki Biksa (Kanda Pat Keputusan),
  13. Ki Ruga (Kanda Pat Pasuk Wetu),
  14. Ki Manot (Kanda Pat Subiksa),
  15. Ki Darja (Kanda Pat Sukma),
  16. Ki Bergu (Kanda Pat Moksa),
  17. Ki jaka (Kanda Pat Dewa),
  18. Ki Canging (Kanda Pat Tanpa Sastra).
kadang kadang satu Kanda Pat memiliki beberapa nama yang berbeda namun isinya sama. Kanda Pat ini berisikan berbagai teori tentang kehidupan manusia dari awal kehidupan sampai akhir kehidupan serta berbagai kekuatan yang di berkahi Dewa untuk melindungi diri dari berbagai gangguan.

ke 18 ( delapan belas yogi ini di diksa atau di inisiasi oleh Betari Durga ) , sementara untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan seperti misalnya menyalah gunakan ajaran Kanda Pat yang telah diturunkan oleh Betari Durga, akhirnya Betara Siwa segera memberikan Panugrahan kepada 3 orang Yogi lainnya yaitu : Ki Bagus, Ki Meranggi dan Ki Bantiran mereka di berikan " Tuntunan Samadhi kanda Pat ", untuk menuntun orang yang mempelajari Kanda Pat agar tidak salah jalan serta salah arah. 

jadi tentang Kanda Pat kelengkapannya ada "Teori Kanda Pat" sebanyak 18 macam Kanda Pat yang diturunkan oleh Betari Durga dan ada "Tuntunan Samadhi Kanda Pat", yang diturunkan oleh Betara Siwa yang berisikan pedoman, panduan, tata cara berlatih Kanda Pat agar tidak "Sesat" dan "Salah Arah". sementara ada tiga Yogi yang mendapatkan penganugrahan Tuntunan Semadhi Kanda Pat dari Hyang Siwa adalah sebagai berikut : KI Bagus, Ki Meranggi dan Ki Bantiran.


Jenis-Jenis Kanda Pat.

Meditasi Kanda Pat Madu Kama

Kanda Pat Madu Kama terdiri dari 21 bentuk meditasi dan dari 21 bentuk meditasi kebanyakan yang besifat negatif dan sementara ada 3 ( tiga ) meditasi lainnya yang yang berisfat positif yaitu:
  1. Meditasi Kanda Pat Madu Kama, 
  2. Meditasi Kanda Pat Panunggalan Semara, dan 
  3. Meditasi Kanda Pemutus Semara
ketiganya yang harus dikuasai agar tidak bisa di ganggu oleh mereka yang menguasai 18 kanda Pat Madu Kama yang sifatnya negatif, salah satu Kanda Pat Madu Kama yang bersifat positf adalah Meditasi Kanda Pat Madu Kama, berikut penulis akan memberikan dan mengenalkan salah satu Meditasi Kanda Pat Madu Kama yang penulis sadur dari Serial Kanda Pat seri II, Meditasi Kanda Pat Madu Kama yang ditulis oleh Sesepuh Generasi II, Ki Nantra. 

dalam buku teori Kanda Pat Madu Kama dijelaskan bahwa kita sebagai manusia sebenarnya sudah ada sejak orang tua kita baru menginjak remaja, pada waktu itu kita berwujud Cinta Kasih (Smara), inti sari penjelasannya adalah sebagai berikut : 
ketika Bapak kita masih teruna (muda), dan ibu masih teruni (muda), ketika itu kita sebagai manusia sudah ada dalam wujud Sang Hyang Smara dan dengan kekuatan Cinta Kasih (Smara), kita mempersatukan keduanya, sehingga kemudian antara Bapak dan Ibu yang masih remaja (taruna - taruni), mulai muncul rasa saling tertarik satu sama lainnya, dilanjutkan dengan bercakap cakap dan saling bertegur sapa, serta mengungkapkan rasa cinta kasih, yang nantinya di lanjutkan ke jenjang pernikahan, setelah melalui proses pernikahan tentunya dilanjutkan dengan keduanya melakukan hubungan intim berdasarkan cinta kasih sejati yang sering disebut dengan "Mada Kama atau Kama Lulut" semua proses tersebut diatas diceritakan secara lengkap dalam buku Kanda Pat Madu Kama, yang mana inti sari dari semuanya itu adalah Cinta Kasih dan Kasih Sayang yang disebut Smara. kekuatan cinta kasih (smara) dapat merubah orang jahat menjadi baik demikian juga dapat merubah orang baik menjadi jahat. 
kekuatan cinta kasih dapat membuat orang takut menjadi berani dan begitu pula sebaliknya dapat membuat orang yang berani menjadi penakut. kekuatan cinta (smara) dapat membuat orang yang malas menjadi rajin atau sebaliknya orang yang rajin tiba tiba menjadi malas, cinta (smara) bisa orang yang kuat menjadi lemah atau begitu pula sebaliknya orang yang lemah tiba tiba menjadi kuat, kekuatan cinta dapat membuat orang yang pendiam menjadi banyak bicara atau sebaliknya orang yang banyak bicara menjadi sedikit bicara atau pendiam, kekuatan cinta dapat membuat orang sehat menjadi sakit atau sebaliknya orang yang sakit menjadi sehat, Kekuatan cinta (smara) dapat membuat orang yang bermusuhan menjadi bersahabat dan sebaliknya orang yang bersahabat menjadi bermusuhan. kekuatan cinta dapat membuat orang yang waras menjadi gila dan sebaliknya orang yang gila menjadi waras, dan tentu banyak lagi lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang sering kita temui di masyarakat.
Meditasi II dari Tuntunan Meditasi Kanda Pat yang dinamakan Meditasi Madu Kama bertujuan menguatkan atau meningkatkan kekuatan Cinta Kasih (Smara) mengarahkan hal hal yang positif pada diri manusia serta menekan dan memunaskan hal hal yang bersifat negatif pada diri manusia dan pada puncaknya kekuatan (tenaga) Cinta Kasih (smara ini), diarahan untuk membuat "Dewa Sih, Manusa Sih, Bhuta Sih, Gumatap Gumitip Sih, Kumangkang Kumingking Sih", kekuatan cinta kasih (Smara), membuat semuanya sih pada diri kita, tidak mengganggu kita, bahkan semuanya muncul keinginan melindungi diri kita dari berbagai gangguan serta menolong kita saat di butuhkan.

Mantram Meditasi Kanda Madu Kama :
Sanghyang Smara Reka.. megenah ring Siwa Dwara, Sanghyang smara Renes megenah Ring Netra, Sanghyang Smara Lana megenah ring Karna, Sanghyang Smara Gina magenah ring tangan, sanghyang smara ratih megenah ring cangkem”.
Mantram Meditasi Kanda Pat Penunggalan Smara : 
Ong niat ingsut ngrangsukang yoga semadhi Panuggalan smara, patunggengan Sang Hyang Semara Ratih. Mogi mogi jabang bayini sianu kara jabang bayine sianu matunggalan dadi siji, Prabaya daya panunggalan smara humancar ring dasa penjuru mileh
Meditasi Panunggalan Semara, melalui meditasi Kanda Pat Penuggalan Semara kita mengarahkan "kekuatan cinta kasih dan kasih sayang" atau "Bayuning Smara" yang terhimpun melalui Meditasi Madu Kama. untuk memperkuat tali ikatan Cinta Kasih dan Kasih Sayang pasangan suami istri atau calon suami istri, mencegah terjadinya perselingkuhan, mencegah perceraian, memusnahkan guna guna yang mempengaruhi salah satu pasangan . segalanya tidak berarti apa apa jika suami istri kacau, hancur karena perselingkuhan atau perceraian, apa itu harta kekayaan, kesehatan, semuanya tidak berarti lagi jika keluarga kacau. Meditasi Penunggalan Smara ini adalah cara menjaga keutuhan atau kerukunan keluarga, pemunah berbagai guna guna, pagedeg, pemalas dsb.

Mantram Meditasi Pemutus Smara : 
Ong Namao Siwa Ya, Ong niat ingsun ngrangsukang yoga Samadhi Pemutus Smara, Prabawa daya Pemutus Semara muncrat mumbul anyaputin jagat Bhuana anerus mapupul maring raga amancut amutus sehananing gamia gemana, anyolong samara”.
Meditasi Pemutus Semara, melalui Meditasi Kanda Pat Pemutus Smara mengajarkan kepada siswa berlatih mengarahkan Cinta Kasih dan Kasih Sayang atau "Bayuning Smara", untuk memutuskan "Hubungan Cinta Kasih Sumbang atau Menyimpang" yang membuat leteh atau sebel Desa Pekraman atau Klesa Desa, sekaligus menyucikan desa pekraman dari keletehan. kekuatan penyucian Meditasi Pemutus Smara ini setara dengan upakara "Prayascitaning Gumi", adapun hubungan cinta Sumbang atau Menyimpang yang dapat diputuskan oleh Meditasi Pemutus Semara ini diantaranya : 
  • Gamai Gemana = Hubungan cinta antara anak dengan orang tua, 
  • Salah Timpal = hubungan intim dengan binatang, 
  • Nyolong Smara = Perselingkuhan, 
  • Arabining Wong Arabi = memperistri orang yang sudah berisitri, 
  • Angrusak Kanyaka = Memperkosa Gadis, 
  • Sira Apadu Muka = Hubungan intim Sejenis wanita dengan wanita (lesbian), 
  • Sira Magait = Hubungan sejenis laki laki dengan laki laki (Homoseksual), 
  • Kakung Jaruh dan Wadon Jaruh = kakek atau Nenek yang suka mencari pemuda atau gadis, 
  • Kamaning Layon = Hubungan intim dengan Mayat, 
  • Kamatarutinuwuh = Hubungan intim dengan pohon atau tumbuh tumbuhan, 
  • Kamararekumara = hubungan intim dengan anak di bawah umur.

Meditasi Kanda Pat Butha

Kanda Pat Bhuta terdiri dari 27 bentuk meditasi, dari 27 bentuk meditasi tersebut kebanyakan bersifat negatif atau merusak, sementara 3 ( tiga ) yang baik yaitu:
  1. Meditasi Kanda Pat Somyaning Butha, 
  2. Meditasi Kanda Pat Penundung Butha dan 
  3. Meditasi Kanda Pat Pemrelina Butha.
ketiga Meditasi Kanda Pat Bhuta yang baik ini harus di kuasai agar tidak bisa ganggu oleh mereka yang menguasai Kanda Pat Bhuta yang bersifat negatif. Menurut tutur yang terdapat dalam pustaka suci bahwasanya di dalam raga manusia terdapat unsur kekuatan Dewa dan unsur kekuatan Butha dan apa yang terdapat di Buana Agung (alam Semesta), juga terdapat dalam Buana Alit (diri kita), sebaliknya juga begitu, salah satu diantara tersebut adalah tentang Butha, bahwasanya didalam diri manusia terdapat Butha begitu juga di Buana Agung atau Alam Semesta yang bahkan jumlah butha di Buana Agung jumlahnya ribuan jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di dalam diri manusia atau dalam buana alit. 

sedikit pengetahuan Bhuta yang ada dalam diri manusia (Buana Alit) dan Butha yang ada di alam semesta (Bhuana Agung), di jelaskan dalam Pustaka Kanda Pat Bhuta sebagai berikut : 
pada saat manusia berada didalam kandungan (duk manusa kantun ring telengin cecupu manik), kita memiliki empat saudara sejati " Catur Sanak ", yang bernama I Anta - I Preta - I Kala - I Dengen. 
selanjutnya ketika manusa lahir : 
  • I Dengen menjadi Yeh Nyom selanjutnya menjadi I Bhuta Petak , selanjutnya menjadi I Bhuta Janggitan selanjutnya menjadi I Bhuta Anggapati
  • I Kala menjadi Getih selanjutnya menjadi I Bhuta Abang selanjutnya menjadi I Bhuta Karuna selanjutnya menjadi I Bhuta Merajapati
  • I Preta menjadi Lamas selanjutnya menjadi I Bhuta Ireng selanjutnya menjadi I Bhuta Taruna selanjutnya menjadi I Bhuta Banaspati
  • I Anta menjadi Ari Ari selanjutnya menjadi Bhuta Kuning, selanjutnya menjadi Bhuta Lembukania, selanjutnya menjadi Bhuta Banaspati,
disamping bhuta yang ada didalam diri manusia (Bhuana Alit), juga terdapa Bhuta Kala yang ada di alam semesta (Bhuana Agung), malahan jumlahnya jauh lebih banyak dari pada yang ada di Bhuana Alit , Bhuta yang ada di alam semesta jumlahnya ribuan dan di pimpin oleh 108 Butha dan 108 Kala;
  • 108 Bhuta ( diantaranya adalah Bhuta Bucari, Bhuta Ulu Singa, Butha Ulu Gajah, Bhuta Ulu Wresabha, Butha Ulu Sliwah, Bhuta Kalika, Bhuta Basang Basang , dan yang lainnya),
  • 108 Kala (diantaranya adalah Sang Kala Bucari, Sang Kala Dangastra, Sang Kala Mreka, Sang Kala Sada, Sang Kala Guna Guna, dan yang lainnya).

Mantram Meditasi Panundung Bhuta : 
Ong Namo Siwa Ya, ong Niat ingsun ngrangsukang yoga Samadhi Penundung Bhuta kang umalah para Bhuta Kala pegawe ala kabeh, Ong tumurun Betara Rudra lan Betara Kala saking ambara ngelayang masusupan ring angga sariranku, mayoga betara Rudra lan Betara Kala ring sariran ngulun mijil aken geni murub ring siwardwara, ring soca”.

Meditasi Kanda Pat Panundung Bhuta ini mengajarkan pada kita cara untuk mengarahkan kekuatan Bhuta dalam diri kita untuk mengusir para Bhuta yang tidak mau berdamai dan sering mengganggu kita sekeluarga agar pergi dari pekarangan rumah yang kita tempati. 

Pada saat proses pengusiran para Bhuta akan merasa kesakitan seperti di timpuk batu, atau dilempar dibanting dipukul dengan tongkat dan semuanya menjerit kesakitan pada saat pembacaan mantram ini. 

Mantram Meditasi Pemrelina Bhuta : 
Ong Namo Siwa Ya, ong Niat ingsun ngrangsukang yoga Samadhi Pemrelina Bhuta kang mralina para Bhuta Kala pegawe ala kabeh luwirnia agringin jadma manusa, ngawe lara, adenda atma, angamet jiwa, amateni amejah jadma manusa. ong Bethara Rudra mesusupan ring angga sariran ngulun rumasuk saking siwadrawa anerus ring usus, anerus ring tangan tengen .ong Bethara Kala masusupan ring sariran ngulun , rumasuk saking siwadwara anerus ring uluhati anerus ring tangan kiwa”.
Meditasi ini mengajarkan kepada para siswa cara mengarahkan kekuatan Bhuta yang ada pada diri kita untuk membunuh dan menghancurkan para Bhuta yang suka mengganggu manusia yang setelah di usir datang balik atau kembali mengganggu kita sekeluarga agar semuanya mati, musnah terbakar tanpa bekas, jadi abu.

Meditasi Kandat Pat Rare

Kanda Pat Rare, terdiri dari 19 bentuk meditasi, dari 19 bentuk meditasi tersebut kebanyakan bersifat negatif atau merusak dan tiga yang bersifat potisif yaitu:
  • Meditasi Kanda Pat Pengancing Garba, 
  • Meditasi Kanda Pat Pemungkah Lawang, dan 
  • Meditasi Kanda Pat Pengempon Rare.
ketiga meditasi yang bersifat positif ini harus dikuasai agar tidak bisa di ganggu oleh mereka yang menguasai Meditasi Kanda Pat Rare yang bersifat merusak.

Dalam meditasi "Pengancing Garbha", dalam meditasi ini para siswa di latih bagaimana mengarahkan unsur kekuatan yang ada pada diri manusia ini agar dapat menutup pintu rahim wanita dan secara gaib untuk menolong orang yang sering keguguran dan susah atau gagal mempunyai anak. menjadi kuat rahimnya dan dapat hamil seperti wanita umumnya serta dapat mempunyai anak secara normal.

Mantram Meditasi Kanda Pat pengancing Garbha :
Ong Namo Siwa Ya, Ong Niat Ingsun ngrangsukang yoga samadhi Pengancing Garbha kang anyesep, anyineb, angubet, angancing lawan cacupu pangakan maisi manik kemala winten wong istri manak seranta. Ong sang kama bang sang kama petak aja sira mider sah saking”.
Sementara "Meditasi Pemungkah Lawang" dalam meditasi ini para siswa di latih bagaimana mengarahkan kekuatan bathin untuk membuka garbha wanita yang melahirkan agar tidak mengalami kesulitan dalam melahirkan atau mendapatkan kemudahan dalam melahirkan, dan berbagai gangguan niskala yang berusaha mengganggu keselamatan ibu dan anak atau keduanya dapat di musnahkan.

Mantram Meditasi Kanda Pat Pemungkah Lawang : 
Ong Namo Siwa Ya, Ong Niat Ingsun ngrangsukang Yoga samadhi Pemungkah Lawang kang amungkah lawang, amungkah garbha wong istri manak seranta. Ong Kuncang kancing idep aku Betara Siwa angelus akna kancing wesi, kancing jagat, kumaca kumadik Ung. Ang. Enggang”.
Yang terakhir dari Kanda Pat Rare ini adalah "Pengempon Rare", dalam meditasi ini para siswa dilatih bagaimana mengarahkan kekuatan bathin unutk melindungi bayi atau rare secara niskala dari berbagai gangguan ilmu hitam.

Mantram Meditasi Kanda Pat Pengempon Rare : 
Ong Namo Siwa Ya, Ong Niat Ingsun ngrangsukang yoga samadhi Pengempon rare kang anungkupin, angempu pepageh ring sang rare. Ong Sang Hyang Kumara metemahan Manik Gumulung anungkupin sang rare rumasuk ring gedong batu masekap magenah ring tengahing segara sunia tan kasusupan ndening Batara Durga lan Betara Kala”.

Meditasi Kanda Pat Sari

Dalam meditasi Kanda Pat Sari terdiri dari 33 bentuk meditasi , dari ke 33 bentuk meditasi tersebut kebanyakan bersifat merusak atau negatif, sementara ada 3 bentuk meditasi Kanda Pat Sari yang bersifat positif yaitu:
  1. Meditasi Sarining Merta, 
  2. Meditasi Sarining Ucap, dan
  3. Meditasi Sarining Raksa
dimana ketigannya harus di kuasai agar tidak di ganggu oleh mereka yang telah berhasil menguasai Kanda Pat Sari lainnya yang bersifat merusak.

Tuntunan Meditasi Kanda Pat Sari Saring Merta, dalam meditasi ini para siswa dilatih bagaimana mengarahkan kekuatan bathin unutk menghidupkan atau nguripang merta dalam diri yang merupakan penugrahan yang bermanfaat dalam kehidupan.

Meditasi Kanda Pat Sarining Ucap, para siswa dilatih bagaimana mengarahkan kekuatan bathin unutk menghidupkan atau nguripang kekuatan ucapan agar ucapan kata-kata mengandung keuatan gaib yang maha dahsyat sehingga apa yang di ucapkan dipercaya banyak orang dan apa yang dikatakannya di turuti oleh banyak orang dan kekuatannya melebihi kekuatan sihir, dan apabila seseorang telah berlatih dengan sempurna apa yang di ucapkannya akan terjadi, makanya disarankan bagi mereka yang menguasai Meditasi Kanda Pat Sarining Ucap ini haruslah berhati hati dalam dalam ucapannya. 

Meditasi kanda Pat Sarining Raksa, yang merupakan Meditasi Kanda Pat ke tiga yang bersifat positif, dalam meditasi ini para siswa dilatih bagaimana para siswa mengarahkan kekuatan bathin, untuk melindungi atma (Raksa Atma), untuk melindungi jiwa (Raksa Jiwa), melindungi Sabda (Raksa Sabda), melindungi Bayu (Raksa Bayu), dan melindungi Idep (Raksa Idep), sehingga kelima unsur kekuatan utama (atma, jiwa, sabda, bayu, idep) yang ada pada diri manusia menjadi sangat kuat dan kokoh dan tidak mudah di ganggu oleh orang lain dengan kekuatan ilmu hitamnya.

Meditasi Kanda Pat Nyama

Kanda Pat Nyama terdiri dari 36 bentuk Meditasi, dari 36 bentuk meditasi tersebut kebanyakan bersifat merusak atau negatif, dan hanya 3 ( tiga ) dari bentuk Meditasi tersebut bersifat positif dan harus di kuasai dan di pelajari , ketiga tersebut adalah:
  1. Meditasi kanda Pat Catur Sanak Raksa Kemit,
  2. Meditasi Kanda Pat Catur Sanak Merta Bhuana, dan
  3. Meditasi Catur Sanak Urip Waras.
Meditasi Catur Sanak Raksa Kemit misalnya mengajarkan siswa dilatih bagaimana cara memanggil, cara berkomunikasi memerintah atau memberi tugas kepada Sang Catur Sanak (Nyama Catur = empat saudara Sejati), agar mau membantu kita sesuai dengan kebutuhan yaitu kebutuhan akan perlindungan gaib (Ngraksa Kemit) secara niskala selama satu hari satu malam untuk diri, keluarga dan harta benda milik kita agar tidak rusak, hilang dsb, ataupun tugas tugas lain sesuai dengan kebutuhan kita.

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
Ong Niat Ingsun ngrangsukang yoga semadhi Catur Sanak Raksa Kemit kang rumaksa kemit jiwa ragaku serahina wengi ih cai nyama catur Catur, Anggapati, Merajapati, Banaspati, Banaspatiraja”.

Meditasi Catur Sanak Mertha Bhuana, mengajarkan kepada siswa dilatih bagaimana cara memanggil , cara berkomunikasi memerintah atau memberi tugas kepada sang Catur Sanak (nyama Catur = empat saudara sejati), agar mau membantu kita sesuai dengan kebutuhan yaitu kebutuhan akan untuk membantu dalam mencari harta berana, rejeki, sandang pangan secara niskala di alam semesta atau mertha bhuana.

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
Ong Niat Ingsun ngrangsukang yoga semadhi Catur Sanak Mertha Bhuana kang angisep sarining merta bhuanan ih cai nyama catur Catur, Anggapati, Merajapati, Banaspati, Banaspatiraja”.

Sementara Meditasi Catur Sanak Urip Waras, mengajarkan kepada siswa dilatih bagaimana cara memanggil, cara berkomunikasi memerintah atau memberi tugas kepada sang Catur Sanak ( nyama Catur = empat saudara sejati ), agar mau membantu kita sesuai dengan kebutuhan yaitu kebutuhan akan untuk membantu mencapai kesehatan, kesembuhan dalam kehidupan ini (Urip Waras), sehingga dalam kehidupan ini kita selalu dalam keadaan sehat dan jarang terkena penyakit. 

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
ih cai nyama catur. Catur, Anggapati, Merajapati, Banaspati, Banaspatiraja. Anggapati magenah ring jantung , metu saking netra anerus ring tengen warasakna sekancan pinakit kinardin Dewa, Pitara, Pastu, Kutuk, Sumpah, Cor, Kapadrawa Dewa Pitara, Teka Waras”.

Meditasi Kanda Pat Manusia Prakerti

Kanda Pat Manusa Prakerti terdiri dari 18 bentuk Meditasi , dari 18 bentuk meditasi tersebut kebanyakan bersifat negatif, hanya 3 Meditasi yang bersifat positif dan yang harus di kuasai dan di pelajari seperti:
  1. Meditasi Pengampak Sabda Pawetuan Manusia Prakerti, 
  2. Meditasi Penebasan Oton Manusa Prakerti, dan
  3. Meditasi Penyampet Sorong Manusa Prakerti.
Melalui meditasi ini , yang diakhiri dengan Pediksan, seorang mempunyai wewenang secara niskala membuka sabda rahasia manusia dengan prakerti (sifat bawaan), orang yang lahir pada hari tertentu, bagaimana perawakannya, bagaimana sifat-sifatnya, bagaimana rejekinya, sakit apa saja yang akan menimpanya, siapa bhuta kala yang bertugas menagih hutang secara niskala, jika melakukan " Pengelukatan Penebasan Oton (bayuh Oton), mantram apa yang dipakai dalam pengelukatan, berapa kali harus melukat penebasan oton dalam hidupnya, 1 kali, 2 kali, 3 kali dsb .

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
Ong Hyang Widhi, Hyang Yamadipati ngulun minta waranugraha, wenang ngewacakang indik pawetuan manusa lan pekerti kabeh, sane kesejatiannia kapingit olih Dewata kabeh, tan keneng aku raja pinulah, luputa ngulun ring sekancan pastu kutuk, kapedrawwa dewa muang Pitara”.

Sementara Meditasi Penebasan Oton Manusa Prakerti, melalui meditasi ini yang diakhiri oleh Pediksan, seseorang mempunyai wewenang untuk melakukan pengelukatan penebasan oton (Bayuh Oton), Bagaimana langkah langkah yang harus dilakukan dalam melakukan pengelukatan penebasan oton, Mantram pengelukatan apa yang harus dibacakan terhadap orang yang lahir pada hari tertentu seperti mislanya pengelukatan Siwa Geni, Baruna Geni, Wana Gemana, Marga Gemana, Tirta Gemana, Setra Gemana dan yang lainnya.

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
“Ong niat ingsun ngrangsukang yoga samadhi Penebasan Oton Manusa Prakerti kang ngawiwenang ngelaksanayang indik upakara pengelukatan penebasan oton manusa prakerti, Ong Hyang Widhi, Hyang Yamadipati, ngulun minta waranugraha wenang ngelaksanayang penebasan Oton Manusa Prakerti inggih punika Pengelukatan Siwa Lingga”.

Meditasi Penyampet Sorong Manusa Prakerti adalah 3 Meditasi yang bersifat positf yang juga harus dikuasai, karena dengan meditasi ini diakhiri dengan Pediksan, seorang secara niskala mempunyai wewenang untuk melakukan upacara "Penyampet Sorong", diajarkan dimana letak lubang "Sorong" yang harus di tutup (sampet), mantram apa yang dipakai dalam kegiatan Penyampet Sorong, seperti Mantram Surya Siu, mantram Penyampet Sorong serta sarana apa yang dipakai dalam kegiatan penyampet sorong: Tulang Bulusan, Tulang Tribulus, Ong di Kloping, Kangkang Yuyu Batu, Gigi Kakia Pera.

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
Ong Hyang Widhi, Hyang Yamadipati ngulun minta wara nugraha, wenang ngelaksanayang Penyampet Sorong rikala ngelaksanayang Pengelukatan Penebasan Oton Manusa Prakerti inggih punika wenang ngewacakang Mantram Surya Siu, Mantram Sucita, Mantram Penyampet Sorong Sane kesejatia kapingit“.

Meditasi Kanda Pat Madu Muka

Dalam Pustaka Kanda Pat Muka ini ada 18 bentuk Meditasi, 15 bentuk meditasi bersifat merusak tatanan kehidupan manusia sedangkan 3 bentuk meditasi bersifat menunjang tatanan kehidupan manusia sehingga perlu dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan manusia yaitu:
  1. Meditasi Tri Maya Sakti Murti, 
  2. Meditasi Panca Ratna Wijaya Murti, dan 
  3. Meditasi Dasa Surya Sumedang Murthi.
Meditasi Tri Maya Sakti Murti , mengajarkan siswa bagaimana cara menyatukan , memadukan kekuatan dan menggabungkan kekuatan bathin diri kita sendiri dengan kekuatan Ibu dan Bapak , sehingga terbentuk suatu kekuatan baru yang memiliki kekuatan yang luar biasa yang di namakan "Bayuning Tri Maya Sakti Murti", dengan kekuatan gabungan ini kita mendapatkan anugrah dirgayusa, kita mampu mengatasi dan menawarkan wisya, cetik, kita dijauhkan dari segala macam penyakit, serta kekuatan gabungan ini mampu menjaga kesucian dengan menghilangkan segala sebel kandel, mala-papa petaka-lara-roga wigna dan sebagainya.

Mantramnya adalah sebagai berikut: 
Ong niat ingsun ngrangsukang Yoga Samadhi Tri Maya Sakti Murti kang anugrahaken dirgayusa, tan keneng sehananing wisya, cetik, racun, lan tan keneng sehananing pinakit, angruat dasa mala, sebel kandel, papa petaka, lara roga wigna. Ong idep aku Sang Hyang Kundi Swara matunggalan aku maring”.

Meditasi Panca Ratna Wijaya Murti , mengajarkan siswa bagaimana cara menyatukan , memadukan kekuatan dan menggabungkan kekuatan bathin diri kita sendiri dengan kekuatan Sang Panca Maha Bhuta, sehingga terbentuk suatu kekuatan baru yang memiliki kekuatan yang luar biasa yang di namakan "Bayuning Panca Ratna Wijaya Murti", dengan kekuatan gabungan ini kita mempunyai kemampuan baru, kemampuan tambahan yaitu mampu melukat diri, mampu menawarkan wisya, cetik, mampu memusnahkan segala sebel kandel-mala dan leteh, mampu mengalahkan satru musuh, mampu memusnahkan kesaktian, kadigjayaan, kawisesan musuh musuh kita, mampu mengusir dusta durjana, mampu mengusir dan memusnahkan pepasangan, pependeman, bebai, desti teluh, teranjana, mampu memusnahkan pagedeg, pemalas, mampu menjaga rare ( anak-bayi ) dan orang hamil dan mampu mengembangkan "sarwa swagina" segala macam kemampuan pekerjaan yang kita lakukan.

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
Ong niat ingsun ngrangsukang yoga samadhi Panca Ratna Wijaya Murti kang kang anglukat gering sarat, anawar wisya, cetil, upas, racun , amunah sumpah cor, upadrawa dewa muang pitara, anglebur sebel kandel , mala dan leteh ring angga sarira, angalahaken satru musuhku kabeh, amunah sarwa kawisesan, kadigjayaan , anulak dusta durjanan amunahaken pepasangan pependeman , bebai, desti, teluh teranjana amunah guna guna pemales lan pagedeg anguruip”.

Meditasi Dasa Surya Sumedang Murti Mengajarkan siswa bagaimana cara menyatukan, memadukan kekuatan dan menggabungkan kekuatan bathin diri kita sendiri dengan kekuatan Dewata Nawa Sanga , sehingga terbentuk suatu kekuatan baru yang memiliki kekuatan yang luar biasa yang di namakan "Bayuning Dasa Surya Sumedang Murti", dengan kekuatan gabungan ini kita mempunyai kemampuan baru , kekuatan tambahan yaitu mampu menyerap dan memunahkan segala kekuatan lawan yang ingin mengganggu kita, apakah itu ajian, kawisesan, kadigjayaan, kesakten, lawan yang ingin mengganggu kita secara tiba tiba merasakan berbagai ilmu yang dimilikinya punah dan tidak berfungsi dihadapan kita. kita dikagumi dan dihormati oleh para Dewa, Manusia, dan Para Bhutakala, para Jin, Setan, Pri Prayangan, Samar, tidak berani dekat dengan kita, dan yang terlalu dekat dengan kita akan lumpuh ditanah kehilangan segala daya piala dan kekuatannya, kekuatan gabungan ini mampu memusnahkan dan menghilangkan berbagai unsur negatif yang ada dalam diri kita seperti sad Ripu (enam musuh dalam tubuh) , Sapta Timira (tujuh kegelapan) serta sifat sifat keraksasaan yang berkembang dalam diri kita.

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
Ong Niat Ingsun Ngrangsukang Meditasi Dasa Surya Sumedang Murti, kang angisep lan amunahaken, sehananing ajian, kadigjayaan, kawisesan lan kesakten satru musuhku, watek para Dewa, Manusa pada asih, watek para leak, jin setan, pri prayangan, kaisep daya pialania pada nembah, pada melayu, amunah, angeseng sad ripu, sapta timira”.

Meditasi Kanda Pat Pengaradan

Dari sekian banyak bentuk meditasi yang sebagian besar merusak tatanan kehidupan manusia, terdapat 3 yang bersifat postif yang harus di pelajari, yaitu: 
  1. Pengaradan Bhuta, 
  2. Pengaradan Manusa dan 
  3. Pengaradan Dewa. 
melalui meditasi Pengaradan Bhuta, kita diajarkan dan dilatih bagaiman menyerap, menarik dan memasukan kekuatan Bhuta agar menyatu dengan kekuatan manusia selanjutnya diarahkan pada penggunaan yang bersifat mulia berdasarkan tuntunan dharma.

Mantramnya adalah sebagai berikut : 
Ong niat ingsun ngrangsukang yoga semadhi Pengaradan Bhuta kang angisep lan nunggalakna sehananing daya sakti para Bhuta kala Kabeh kang luluh masaria tunggal ring ingsun prasida ta ngulun muncar mumbul ikanang bayu. Ong Sanghyang Kunda Meles angurip Mantramku asing mati bangun pada kaurip. teka urip. teka urip. teka urip”.

Sementara Pengaradan Manusa, kita di latih dan di ajarkan bagaimana menarik, menyerap dan memasukan kekuatan manusa yang digjaya, mumpuni dengan diri kita, kalau kita menyerap kekuatan Ki Gajah Mada, misalnya maka segala macam ilmu yang dimilikinya ketika beliau hidup akan terwujud dalam diri kita sehingga kemampuan, kedigjayaan, kawisesan, kasidian, kesakten kita akan meningkat pesat dalam waktu yang singkat. selanjutkan kekuatan itu dikendalikan dan di arahkan tentunya untuk tujuan yang mulia sesuai dengan tuntunan dharma.

Meditasi pengaradan Dewa, melalui meditasi ini kita di ajarkan dan dilatih bagaimana caranya menyerap kekuatan para Dewa, seperti misalnya kekuatan Dewa Siwa, kekuatan Dewa Wisnu, kekuatan Dewa Surya dan sebagainya , setelah kekuatan di gabungkan itu menyatu dengan diri selanjutnya dikendalikan dan di arahkan untuk tujuan uang mulia sesuai dengan tuntunan Dharma.

Meditasi Kanda Pat Krakah

Dalam Pustaka Kanda Pat Krakah ini ada 12 bentuk meditasi, dimana 9 ( sembilan ), bentuk meditasi yang bersifat negatif atau merusak tatanan kehidupan manusia dan ada 3 ( tiga ) bentuk meditasi yang bersifat menunjang tatanan kehudupan manusia sehingga perlu dipelajari dan di amalkan , ketiga bentuk meditasi tersebut adalah:
  1. Meditasi Jnana Siddhi, 
  2. Meditasi Pustaka Jati, dan
  3. Meditasi Jarwa Dirga Utama .
Meditasi jnana Siddhi, mengajarkan pada umat manusia bagaimana caranya Nyurat (membaca / menulis), dan bagaimana caranya Ngwacen (membaca), tanpa kesalahan berbagai bentuk rerajahan dan sastra jendra, serta bagaimana caranya agar manusia mendapatkan suatu kekuatan gaib berupa kemampuan berhak membuat dan membaca berbagai bentuk rerajahan dan sastra jendra tanpa terancam (bebas), dari pastu kutuk dan rajapinulah.

Meditasi Pustaka Jati, meditasi ini mengajarkan bagaimana manusia atau seseorang mampu menghidupkan berbagai bentuk rerajahan dan sastra jendra sehingga seolah olah hidup dan bernyawa sehingga dapat menerima (diisi), berbagai macam kekuatan gaib sesuai dengan yang di kehendaki, serta bagaimana seseorang mampu memperoleh kekuatan gaib sehingga memiliki daya sakti mampu menghidupkan (nguripan) berbagai bentuk rerajahan dan sastra jendra dengan terbebas dari pastu kutuk dan raja pinulah.

Meditasi Jarwa Dirga Pluta, meditasi ini mengajarkan kepada umat manusia tentang bagaimana caranya mengisi berbagai macam rerajahan dan sastra jendra dengan berbagai kekuatan gaib melalui suatu proses yang dinamakan "Pasupati", serta bagaimana caranya agar seseorang mempunyai kekuatan gaib/kemampuan sehingga berhak (ngawiwenang), memasupati berbagai bentuk rerajahan dan sastra jendra dan terbebas dari pastu kutuk dan rajapinulah. .

Meditasi Kanda Pat Prasanak

Dalam Pustaka Kanda Pat Prasanak ini terdapat 18 ( delapan Belas ), bentuk meditasi , dimana 15 (lima belas) bentuk meditasi bersifat merusak tatanan kehidupan manusia , sedangkan ada 3 (tiga) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, ketiga bentuk meditasi tersebut adalah : 
  1. Meditasi Manusa Cenik Sakti Utama, 
  2. Meditasi Manusa Sakti Sidhi Mandi, dan
  3. Meditasi Manusa Sakti Dharma Wisesa.
Meditasi Manusa Cetik Sakti Utama, meditasi ini mengajarkan pada umat manusia bagaimana caranya agar melalui meditasi berkomunikasi dengan nyama catur dan prasanaknya sehingga kita mendapat panugrahan memiliki kekuatan bebas tidak terkena sapa, pastu, kutuk , sumpah, tulah, tidak terkena santet, desti, teluh , teranjana, tidak terkena berbagai acep acepan-rerajahan-pepasangan-pependeman, tidak terkenan sesawangan-gegandu-gentawang-moro-sukik-ikik-parang-gombeng-bebekuk, tidak terkena berbagai guna guna , guna lanang-guna wadon-guna jawa-guna bali-gunan sasak-gunan rimrim dsb.

Meditasi Manusa Sakti Sakti Sidhi Mandi, meditasi ini mengajarkan umat manusia agar seseorang melalui meditasi berkomunikasi dengan nyama catur dan prasanaknya mendapatkan panugrahan daya sakti mampu mengungguli segala macam satru musuh, mengguguli kesakten-kawisesan dan kedigjayaan satru musuh kabeh. sesakti saktinya musuh tidak mampu mengalahkan kita selama kita menapak di pertiwi.

Meditasi Manusa Sakti Dharma Wisesa, meditasi ini mengajarkan umat manusia agar seseorang melalui meditasi berkomunikasi dengan nyama catur dan prasanaknya mendapatkan panugrahan mampu menyucikan diri sendiri, mampu ngeruat/ngelukat berbagai macam penyakit, mampu mengobati diri sendiri dan orang lain dari berbagai macam penyakit edan-buduh-gila-sedeng-gendeng-sableng.

Kanda Pat Pemurtian

Dalam Pustaka Kanda Pat Pemurtian ini terdapat 20 (Dua Puluh), bentuk meditasi, dimana 15 ( lima belas ) bentuk meditasi bersifat merusak tatanan kehidupan manusia , sedangkan ada 5 (lima) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, kelima bentuk meditasi tersebut adalah : 
  1. Meditasi Siwa Geni, 
  2. Meditasi Banyu Pinaruh, 
  3. Meditasi Dasa Bayu, 
  4. Meditasi Sri Pertiwi, dan
  5. Meditasi Somyaning Sunya.
Meditasi Siwa Geni, Meditasi ini mengajarkan cara untuk mengendalikan unsur api yang ada didalam diri, sehingga memiliki kekuatan anti terhadap api dan mampu mengeluarkan api dari tubuhnya. 
Meditasi Banyu Pinaruh, Meditasi ini mengajarkan cara untuk mengendalikan unsur air yang ada didalam diri, sehingga memiliki kekuatan untuk mampu bertahan hidup didalam air. 
Meditasi Dasa Bayu, Meditasi ini mengajarkan cara untuk mengendalikan unsur angin yang ada didalam diri, sehingga memiliki kekuatan untuk mengendalikan sepuluh Bayu (angin). Dimana orang tersebut, memiliki stamina yang sangat tinggi untuk melakukan segala hal. 
Meditasi Sri Pertiwi, Meditasi ini mengajarkan cara untuk mengendalikan unsur tanah yang ada didalam diri, sehingga memiliki kekuatan menyerap sari-sari Bumi. Dimana orang tersebut, mampu bertahan tidak makan dan minum selama yang ia inginkan. 
Meditasi Somyaning Sunya, Meditasi ini mengajarkan cara untuk mengendalikan unsur akasa (ruang kosong) yang ada didalam diri, sehingga memiliki kekuatan untuk menghilangkan benda-benda yang dikehendakinya.

Kanda Pat Sukma

Dalam Pustaka Kanda Pat Sukma ini terdapat 18 ( delapan Belas ), bentuk meditasi , dimana 15 ( lima belas ) bentuk meditasi bersifat merusak tatanan kehidupan manusia , sedangkan ada 3 ( tiga ) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, ketiga bentuk meditasi tersebut adalah : 
  1. Meditasi Meraga Sukma, 
  2. Meditasi Memecah Sukma, dan
  3. Meditasi Pemutus Sukma.

Meditasi Meraga Sukma, Meditasi ini mengajarkan cara untuk melepas sukma atau roh seseorang sehingga orang tersebut mampu pergi kemana saja sesuai keinginannya dan bisa masuk kebadan setiap mahluk yang dikehendakinya. Meditasi Memecah Sukma, Meditasi ini mengajarkan cara untuk memecah sukma atau roh seseorang, sehingga orang tersebut bisa ada dibanyak tempat yang berbeda dalam satu waktu dan apabila salah satu roh atau sukma seseorang tersebut diputus. Orang tersebut masih hidup, karena sukma yang lain masih ada. Meditasi Pemutus Sukma, Meditasi ini mengajarkan cara untuk memutuskan Sukma atau roh orang yang melakukan meraga sukma dan menggunakannya untuk kejahatan. Sehingga, sukma dan badan seseorang tersebut terputus yang mengakibatkan orang tersebut langsung meninggal.

Kanda Pat Pasek Wetu

Dalam Pustaka Kanda Pat Pasek Wetu ini terdapat 360 (Tiga Ratus Enam Puluh), bentuk meditasi , dimana 357 (Tiga Ratus Lima Puluh Tujuh) bentuk meditasi bersifat merusak tatanan kehidupan manusia , sedangkan ada 3 ( tiga ) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, ketiga bentuk meditasi tersebut adalah: 
  1. Meditasi Durga Maya, 
  2. Meditasi Durgandini, dan
  3. Meditasi Siwa Durga.

Meditasi Durga Maya, Meditasi ini mengajarkan cara untuk memusnahkan ilmu pangleakan atau aji wegig yang dimiliki seseorang, bilamana ilmu seseorang tersebut sudah sangat tinggi dan ilmu panglekannya sudah mendarah daging, maka orang tersebut bisa langsung meninggal. 
Meditasi Durgandini, Meditasi ini mengajarkan cara untuk membuat orang yang sedang ngelekas (berubah wujud) tidak bisa kembali kewujud aslinya. Misalnya seseorang yang belajar pangleakan berubah menjadi monyet, maka selamanya ia akan menjadi monyet. 
Meditasi Siwa Durga, Meditasi ini mengajarkan cara untuk menangkal seluruh serangan yang digunakan oleh orang yang melakukan pangleakan sehingga serangannya tidak mempan.

Kanda Pat Kaputusan

Dalam Pustaka Kanda Pat Kaputusan ini terdapat 18 ( delapan Belas ), bentuk meditasi , dimana 15 ( lima belas ) bentuk meditasi bersifat merusak tatanan kehidupan manusia , sedangkan ada 3 ( tiga ) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, ketiga bentuk meditasi tersebut adalah : 
  1. Meditasi Kaputusan Bhuta, 
  2. Meditasi Kaputusan Manusa, dan
  3. Meditasi Kaputusan Dewa.

Meditasi Kaputusan Bhuta, Meditasi ini mengajarkan cara untuk mendapatkan panugrahan atau kesaktian yang didapatkan melalui hasil pertapaan para Bhuta atau raksasa. Misalnya, kita mampu mendapatkan kesaktian yang didapatkan oleh pertapaan Hinyarakasipu. Meditasi Kaputusan Manusa, Meditasi ini mengajarkan cara untuk meandapatkan panugrahan atau kesaktian yang didapatkan melalui hasil pertapaan para manusia. Misalnya, kita mampu mendapatkan kesaktian yang didapatkan oleh pertapaan Bhagawan Wyasa. Meditasi Kaputusan Dewa, Meditasi ini mengajarkan cara untuk mendapatkan panugrahan atau kesaktian yang didapatkan melalui pertapaan Para Dewa. Misalnya, kita mampu mendapatkan kesaktian yang didapatkan melalui pertapaan Dewa Siwa.

Kanda Pat Subiksa

Dalam Pustaka Kanda Pat Subiksa ini terdapat 3 ( tiga ) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, ketiga bentuk meditasi tersebut adalah : 
  1. Meditasi Pranayama Tri Bhuana, 
  2. Meditasi Catur Sanak, dan
  3. Meditasi Panuntun Sukma. 
Meditasi Pranayama Tri Bhuana mengajarkan cara untuk, melatih pernapasan untuk menghimpun tenaga dalam dan tenaga bathin melalui pernapasan segi tiga. Yaitu dengan cara menarik napas, menahan dan membuang napas dalam waktu yang lama sesuai kemampuan. Meditasi Catur Sanak mengajarkan cara untuk, melatih pernapasan untuk mewujudkan kenginan melalui pernapasan segi empat. Yaitu dengan cara menarik napas, menahan napas, membuang napas dan menahan napas. Meditasi panuntun sukma yaitu tehnik pernapasan, untuk menuntun roh menjelang kematian. Yaitu dengan cara, apabila kita sudah mampu mengetahui bahwa ajal kita sudah dekat. Kita bisa segera melakukan meditasi dengan duduk bersila dan menarik napas panjang kemudian menutup sembilan lubang yang ada di dalam diri. Kemudian menuntun atma kita menuju Siwa Dwara.

Kanda Pat Dewa

Dalam Pustaka Kanda Pat Dewa ini terdapat 3 ( tiga ) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, ketiga bentuk meditasi tersebut adalah : 
  1. Meditasi Puja Dewa, 
  2. Meditasi Senjata Nawa Sanga, dan
  3. Meditasi Meraga Dewa.

Meditasi Puja Dewa adalah meditasi khusus tingkat tinggi yang sangat rahasia. Melalui meditasi ini siswa diajarkan memuja 3339 (Tiga Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Sembilan) Dewa. Dengan memuja, para Dewa memberikan berkah kesucian sehingga kita semakin lama semakin suci.

Meditasi Senjata Nawa Sanga, dengan meditasi ini seseorang mendapatkan berkah boleh menggunakan senjata Nawa Sanga/ senjata para Dewa lainnya untuk melindungi umat dan dharma. Dilengkapi dengan cara memohon, nguripan, masupati serta cara melepaskan senjata Nawa Sanga. Senjata para Dewa ini sangat dahsyat dan berbahaya tidak pernah gagal, tidak akan lenyap sebelum menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

Meditasi meraga Dewa adalah Meditasi khusus tingkat tinggi yang sangat rahasia. Melalui meditasi ini siswa diajarkan untuk menstanakan para Dewa didalam tubuh sehingga ketika meninggal menjadi berbadan Dewa dan bisa tinggal di alam para Dewa.

Kanda Pat Moksa

Dalam Pustaka Kanda Pat Moksa ini terdapat 3 ( tiga ) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, ketiga bentuk meditasi tersebut adalah : 
  1. Meditasi Adi Moksa, 
  2. Meditasi Kelepasan, dan
  3. Meditasi Jiwan Mukti.

Meditasi Adi Moksa, melalui meditasi ini seseorang yang telah berlatih ilmu kematian dengan baik (dharmaning kepatian), ia telah menyiapkan diri untuk mati, sehingga dengan penuh kesabaran dan senyuman duduk menunggu kematian. Setelah mengetahui beberapa saat lagi hari kematiannya, kundalini dinaik-turunkan seribu kali berturut-turut, maka suhu/panas tubuh meningkat 1000 kali lipat sehingga tubuhnya meledak menjadi debu dan secara bersamaan lewat ledakan itu Sang Hyang Atma mendapat kekuatan melesat cepat menyatu dengan Brahman, inilah moksa yang sempurna.

Meditasi Kelepasan, melalui meditasi ini seseorang yang telah berlatih ilmu kematian dengan baik (dharmaning kepatian), ia telah menyiapkan diri untuk mati, sehingga dengan penuh kesabaran dan senyuman duduk menunggu kematian. Setelah mengetahui beberapa saat lagi hari kematiannya, ia menghimpun segala prana yang ada dalam dirinya kemudian dipusatkan di Pusar. Sehingga tubuhnya meledak dan Atma menyatu dengan Brahman.

Meditasi Jiwan Mukti, melalui meditasi ini seseorang yang telah berlatih ilmu kematian dengan baik (dharmaning kepatian), ia telah menyiapkan diri untuk mati, sehingga dengan penuh kesabaran dan senyuman duduk menunggu kematian. Setelah mengetahui beberapa saat lagi hari kematiannya, ia melakukan pembacaan Bhagawad Gita dengan pranayama sebanyak 18 bab. Dimana ia melakukan konsentrasi di ujung hidung. Sehingga atma menuju Brahman.

Kanda Pat Tanpa Sastra

Walaupun dikatakan tanpa sastra, tetapi juga terdapat teks yang menyatakan : “Sejatining Manusa ie dadi bhuta, manusa, Dewa lan Brahman”. Yang artinya Manusia sebenarnya dapat bersifat bhuta, manusia, Dewa bahkan Tuhan. Dalam Pustaka Kanda Pat Tanpa Sastra ini terdapat 3 (tiga) bentuk meditasi yang bersifat menunjang kehidupan manusia dan wajib di pelajari, ketiga bentuk meditasi tersebut adalah : 
  1. Meditasi Manunggal Bhuta, 
  2. Meditasi Manunggal Dewa, dan
  3. Meditasi Manunggal Brahman.

Meditasi Manunggal Bhuta : dalam meditasi ini siswa diajarkan cara untuk memanggil raja para bhuta untuk masuk kedalam diri apabila, bertempur menghadapi para bhuta. Meditasi Manunggal Dewa : dalam meditasi ini siswa diajarkan cara untuk memanggil Dewa Siwa untuk masuk kedalam diri, sehingga bisa memerintah para Dewa. Meditasi Manunggal Brahman adalah meditasi khusus tingkat tinggi yang sangat rahasia, melalui meditasi ini seseorang mampu melindungi diri dan keluarganya dari berbagai gangguan yang tertinggi dan terkuat di jagad raya ini. Pada saat ngrangsukan meditasi ini. Kekuatan Tuhan dan kekuatan orang tersebut menyatu tak dapat dibedakan dan dipisahkan. Selama berabad-abad ilmu ini dianggap ilmu tertinggi dalam Perguruan Seruling Dewata.
demikian sekilas Ajaran Kanda Pat Versi Perguruan Seruling Dewata, kami bukanlah praktisi maupun sisya Perguruan Seruling Dewata, sehingga apabila ada kekurangan dalam penulisan ini, mohon untuk dimaafkan. semoga artikel ini bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar