Google+

Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali

Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali

melanjutkan artikel terdahulu yang bertajuk "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali" yang mungkin dapat dikatakan sebagai level atau tingkat dasar dari sekian banyak ilmu spiritual asli bali, berikut ini tyang bermaksud membagikan pemahaman pribadi tyang tentang pengenalan diri manusia, dimana dalam sastra bali lebih dikenal sebagai ajaran Kanda Pat atau sering juga disebut tutur catur sanak. Tetapi untuk mempelajari ajaran ini hendaknya para semeton HARUS mawinten saraswati dulu, agar ilmu yang akan dipelajari ini bisa meresap (midep ring hati) dan dapat tuntunan beliau serta tidak kena raja panulah dari beliau.

sebelum lebih jauh membahas Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali dalam hal ini tentang Ajaran Kanda Pat atau catur sanak, lebih dahulu tyang akan memberikan dasar sastra, kenapa ajaran spiritual ini menjadi kuat dalam keyakinan agama hindu bali atau gama tirta di Bali, dimana dalam keyakinan gama tirtha, manusia sejatinya berwujud 3 yakni bhuta, manusa dan dewa.
nah pertanyaannya..
kapan manusia itu disebut bhuta? 
kapan manusia itu disebut manusa/jatma? 
kapan manusia itu disebut dewa? 
manusia disebut bhuta biasanya pada saat manusia dikuasai oleh sifat tamas, yang selalu agresif, egois, mengutamakan kepentingan pribadinya saja, serta sifat-sifat keraksasan yang telah dipaparkan dalam agama. tetapi apabila sifat bhuta ini dapat dikuasai, maka sosok manusia akan disebut rajabhuta yaitu penguasa bhuta-kala yang sering digunakan dalam hal ilmu kawisesan, baik ilmu pengleakan, maupun ilmu lainnya yang bersifat agresif dan digunakan untuk menyerang musuhnya.


manusia disebut dewa, pada saat manusia dikuasai oleh sifat satwam, yang dominan luwes, tenang, monoton, tertutup, tidak terpengaruh serta sabar. sifat ini tergambarkan seperti seorang dewa atau pendeta tua yang selalu memaafkan dan bijaksana.

manusia dikatakan jatma atau manusa pada saat manusia dibawah sifat rajas, pada saat seserang mencapai keseimbangan antara sifat dewa dan bhuta, sehingga pada saat ini manusia menjadi lebih terbuka, bersosialisasi, dan mampu beradaptasi. kata manusa (manu+sesana) dapat diartikan manut sesana (manu = orang, sesana=kewajiban/dharma), dapat juga disebut jatma (ja=lahir/reinkarnasi, atma=percikan terkecil tuhan).

pertanyaan berikutnya, apakah mungkin seorang manusia menjadi seperti dewa? bukankah itu mustahil?
mari kita perhatikan sloka berikut ini:
Dvita yo-abhud amrto martyesva hota mandratamo visi - Rgveda VIII.71.11
artinya:
"...dia sumber kebahagiaan yang menghuni hati semua orang, yang abadi, yang diam dalam diri manusia dalam 2 bentuk; sebagai tuhan dan sebagai jiwa perseorangan (atma)"

Tasmad vai vidvan purusam idam brahmeti manyate, sarva hyasmin devata gayo gosti ivasate - Atharvaveda XI.8.32
artinya:
"...orang yang mengetahui (paham) mengangapNya sebagai brahman, sesungguhnya semua dewata ada dalam diriNya.."

devaso hi rma manave samanyavo visve sakam saratayah - Rgveda VIII.27.14 (Yayurveda)
artinya:
"...sesungguhnya para dewa sejiwa dengan manusia, semua memiliki kemuliaan.."

lebih lanjut, silahkan baca: "Atma Tatwa"

dengan merujuk pada 3 sloka diatas, dapat disimpulkan bahwa ajaran spiritual bali yang memuat keyakinan bahwa dalam diri manusia ada para dewa yag berstana begitu pula ada para bhuta-kala juga yang tinggal sangatlah beralasan. faktanya dapat dilihat dari beberapa mantra kawisesan dibali yang berisikan kalimat ".... dewa nembah, bhuta nembah ring aku..." yang artinya dewa dan bhuta kala menyembah manusia. kapan seorang manusia bisa mencapai tahap tersebut? tentusaja pada saat manusia mengenali jati dirinya, dengan jalan mempelajari tutur agama dan mendalami spiritual kawisesan.

Kanda Pat Bhuta, Kanda Pat Manusa dan Kanda Pat Dewa

kembali pada topik Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali, yaitu materi penting tentang ajaran Kanda Pat atau catur sanak.
secara umum, ajaran kanda pat mengajarkan kita untuk ingat pada jati diri, ingat juga dengan saudara spiritual yang lahir bersama kita, yang selalu bersama kita, menjaga dan melindungi kita.

merujuk pada 3 sifat manusia diatas: bhuta - manusa - dewa, maka ajaran kanda pat intinya mengajarkan 3 point penjabaran sifat manusa tersebut. sehingga munjullah ajaran:

  • kanda pat bhuta, 
  • kanda pat manusa, dan 
  • kanda pat dewa.

dalam perkembangannya, ajaran kanda pat manusa berkembang lagi, mengikuti jaman dan tingkat spiritual dari guru yang mengajarkan. tetapi pada umumnya ajaran kanda pat manusa lebih dalam pecah menjadi 3 diantaranya:

  • kanda pat rare (manusia saat balita), 
  • kanda pat manusa (saat manusia remaja)
  • kanda pat sari (saat manusia beranjak dewasa/tua)

kanda pat dewa juga berkembang seiring jaman, sehingga dalam perkembangannya ada disebut dengan kanda pat atma, kanda pat kamoksan dan lain sebagainya.

kanda dapat diartikan sebagai kakak (kakanda), teman, atau memutar pengetahuan (mekanda) sedangkan pat artinya empat, jadi bila ajaran kanda pat ini ada banyak versi sangatlah wajar, yang belakangan tyang dengar perkembangannya hingga 22 kanda pat.

dari pemaparan diatas dapat dilihat penjabarannya umum ajaran kanda pat bhuta, manusa dan dewa dalam tabel berikut ini:
Bentuk
saat
lahir
Kanda Pat
Genah Buana
Butha
Manusa
Dewa
Alit
Agung
Aks
Nama
I Ratu...
Aks
Nama
luar
dalam
Air ketuban
ih
Anggapati Ngh Tangkeb langit
Mang
Iswara
kulit
Jantung
timur
Darah
ah
Prajapati Wayan Tabeng
Ang
brahma
daging
Hati
selatan
Ari-ari
eh
Banaspati Made Jelawung
Ong
Mahadewa
bulu
Ginjal
barat
Lemak
uh
Banaspati Raja Ny Sakti Pengadangan
Ung
wisnu
tulang
Empedu
utara
bayi

Butha Dengen Ketut Petung
Yang
siwa
Ubun-ubun
Tengah hati
tengah

pertanyaan umum yang sering dilontarkan oleh semeton bali adalah:
kapan digunakan dari masing-masing kanda pat diatas? 
jawabannya sudah tentu saat diperlukan;

  • kanda pat bhuta - mencirikan saat seseorang sudah menguasai ego dirinya, sehingga dapat difungsikan dengan maksimal kekuatan bhuta-kala dalam diri, sehingga bhuta kala luar diri dapat dikuasai dan digunakan dalam kegiatan yang bersifat agresif, nuansa panas biasanya lebih condong kepada kawisesan.
  • kanda pat manusa - mencirikan seseorang yang dapat menguasai ego-nya kemudian juga dapat menguasai keadaan dengan sesamanya, dengan dikuasai hal tersebut, digunakan untuk bersosialisasi, baik untuk meyadnya, ngusadanain (pengobatan) atau hal-hal lain yang berhubungan dengan kegiatan sosial dengan sesama.
  • kanda pat dewa - mencirikan kebijaksanaan, telah melewati 2 tahap sebelumnya (bhuta dan manusa) sehingga terkesan lebih spiritual, lebih tertutup, penyabar, penyayang dan selalu berorientasi dengan yadnya dan yoga. dalam kanda pat ini sangat jarang ada permohonan yang bersifat material tetapi lebih condong kepada pemujaan, sehingga kanda pat dewa ini biasanya lebih sering digunakan untuk ngastawa, oleh pemangku serta orang-orang tua yang sedikit memiliki tuntutan.

untuk tambahan pengetahuan:
dalam kanda pat sering dibicarakan mengenai tingkat sepiritual dari masing-masing fungsi kanda (saudara gaib kita), yang intinya kesemuanya memiliki makna filosofis yang teramat mendalam. berikut sekilas tyang sampaikan makna filosofisnya:
Anggapati, asal katanya Angga = badan dan pati = kehidupan. artinya badan wadak diri manusia
Prajapati, asal katanya Praja = penjaga dan pati = kehidupan, sehingga maksudnya sang penjaga kehidupan.
  • I Ratu Ngurah Tangkeb langit dengan pewayangannya bagai "segara tanpa tepi" yang dalam bahasa indonesia dapat diartikan samudra tanpa tepi/pantai. maksudnya adalah saat mempelajarinya tiada habisnya, pengetahuan itu luas bagai samudra dimana kita berada ditengah-tengahnya, tanpa tau ujung pangkalnya, tiada terlihat batas pengetahuannya.
  • I Ratu Wayang Teba/Tabeng dengan pewayangan bagaikan "tampaking kuntul angelayang" yang artinya telapak kaki bangau saat terbang. bila dicermati, burung bangau saat mencari makan di sawah berlumpur maka kakinya akan tenggelam dalam lumpur tersebut, sangat kotor tetapi akan berbeda halnya saat bagau itu terbang, kakinya kembali bersih seperti tiada pernah menginjak lumpur. maksudnya, dalam mempelajari spiritual ini, kita harus bisa beradaptasi dalam menjalani kehidupan, tatapi saat kita menunjukan jati diri dalam membantu orang lain, bantulah dengan iklas tanpa memikirkan imbalan. dan saat spiritual ini mencapai tahap yang lebih tinggi, mulailah meninggalkan sifat duniawi
  • I Ratu Made Jelawung dengan pewayangannya bagai "Galihing Kangkung". galih secara harafiah artinya tulang, sedangkan sayur kangkung tidak memiliki tulang, saat segar kangkung itu sangat kokoh tetapi pada saat tertentu kangkung terlihat lunglai tanpa tulang, bila dibedah dalamnya kangkung adalah ruang kosong. 
  • I Ratu Nyoman Sakti Pengadangan kadi "Galihing Kangkung"
  • I Ratu Ketut Petung kadi "Lontar Tanpa Tulis". lontar merupakan simbol pengetahuan/kitab suci, tanpa tulis artinya tiada tulisan. ini menyimbolkan dengan mempelajari kanda pat, pengetahuan akan banyak diperoleh, sehingga menjadi lebih bijaksana. dengan demikian akan menjadi panutan di masyarakat.

untuk mendalami ajaran kanda pat, dapat dipilah menjadi 2 tahap, yaitu: tahap awal dan tahap lanjutan. dan catatan Penting,
RITUAL INI TIDAK BISA DIWAKILKAN
karena ini adalah urusan kita dengan jati diri kita. sehingga alasan melakukan ritual banten diwakilkan ibu, seaudara atau istri sangat tidak bisa diterima.

berikut ini tahapan Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali melalui ajaran kanda pat:

Tahap Awal Belajar Kanda Pat

pada tahap ini, kita baru mulai mengenali jati diri, karenanya mantra tidaklah penting, yang terpenting adalah ritual pendekatan diri. jalan bhakti marga sangat diutamakan, yang umumnya sudah dilaksanakan oleh orang bali secara umum tetapi belum difokuskan kedalam ajaran kanda pat ini. adapun ritual yang wajib dilaksanakan diantaranya:

Kanda Pat Bhuta
beliau lahir saat kajeng klion, karenanya bila ingin dekat dengan sanak bhuta lakukan ritual "mebanten segehan kepelan manca warna" di sebelah tempat tidur. dimana orang bali jaman dahulu, tempat tidurnya berupa dipan, maka segehan kepelan manca warna ini dihaturkan:

  1. di sebelah dipan, tepatnya; posisi segehannya berada agak di hulu, apabila kita duduk di dipan dengan kaki menyentuh lantai, bukan di bawah dipan tetapi pada posisi kaki menginjak lantai saat duduk dan agak ke hulu agar segehannya tidak ter-injak, bila kita bangun tidur.
  2. di tempat ari-ari
cara membuat segehan kepelan, untuk ritual kanda pat adalah dengan mengambil nasi segenggam dan dikepalkan dalam sekali kepalan, apapun hasilnya itulah yang dihaturkan. tidak boleh dikepal lebih dari sekali (baca: banten segehan)
dan wajib melaksanakan upacara Bhuta Yadnya, minimal mebanten saiban dan caru eka sata minimal setahun sekali, (silahkan baca: Banten caru eka sata dan rsighana) serta melaksanakan bhuta yadnya lainnya.

Kanda Pat Manusa
beliau lahir bersamaan dengan diri kita, sehingga upacara "meotonan" sangatlah wajib dilaksanakan. upayakan dalam upcara maotonan tersebut dilengkapi dengan bayuh oton sesuai dengan hari lahir anda. (baca: upacara otonan dan banten bayuh oton), dan melakukan upacara manusa yadnya lainnya.

Kanda Pat Dewa
sehubungan beliau sudah berbentuk dewa bhatara, maka sembahyang atau minimal trisandya tidak boleh dilupakan. Cuntaka bukanlah alasan untuk tidak sembahyang, cuntakan adalah cara kita menghormati orang lain yang sedang berkabung. dan sembahyang tidaklah harus ke pura atau tempat suci diluar rumah, anda boleh melakukan persembahyangan didalam kamar guna meghormati orang yang sedang kena cuntaka. (baca: mantra muspa dan sikap sembahyang), serta wajib menghaturkan piodalan di sanggah pamerajan minimal setahun sekali. (baca: Dewa Yadnya)

setelah melakukan ritual tersebut satu oton (enam bulan), barulah dilanjutkan dengan belajar mantra yang berhubungan dengan ajaran Kanda Pat, yang terangkum dalam Ajaran Tahap Lanjutan.

Tahap Lanjutan Ajaran Kanda Pat

tahapan ini baru dilaksanakan apabila ritual Tahap awal sudah dilakukan minimal selama a oton (6 bulan).
jadi hemat tyang pribadi, untuk memulai ritual Tahap awal dilakukan saat perayaan Otonan, dimana ritual Kanda Pat Bhuta (menghaturkan segehan) dilakukan sebelum natab oton, Ritual Kanda Pat Manusa dilaksanakan dengan Natab Banten Otonan dan Bayuh Oton, serta ritual Kanda Pat Dewa dilaksanakan saat sembahyang. untuk selanjutnya, mebanten segehan manca warna dilakukan saat nemu dina klion, sembahyang dilakukan rutin setiap hari dan wajib melakukan meditasi sesuai tuntunan "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali", karena itu merupakan dasar dari ajaran spiritual di bali.
setelah enam bulan, bertepatan dengan perayaan otonan, maka dimulailah Tahap Lanjutan Ajaran Ini, yaitu mulai menggunakan saa atau mantra.
berikut ini beberapa mantra wajib yang mesti dijalankan saat melaksanakan ritual Kanda Pat,

Mantra Kanda Pat Bhuta
ini diucapkan saat menghaturkan segeran manca warna di sebelah dipan (tempat tidur) anda: 
Ih Anggapati, wetu saking papusuh terus kenetra malinggih maring purwa iki tadah sajen nira ajengan nasi akepel perak maulam bawang jahe. 
Ih Prajapati, wetu saking hati terus kekarna malinggih maring daksina iki tadah sajen nira ajengan nasi kepelan bang maulam bawang jae. 
Ih Banaspati, wetu saking ungsilan terus keirung malinggih ring pascima, iki tadah sajen nira ajengan nasi kepel kuning maulam jahe. 
Ih Banaspati Raja, wetu saking ampru terus kecangkem melinggih maring utara, iki tadah sajen nira ajengan nasi kepel ireng maulam bawang jahe. 
Ih Buta Dengen, wetu saking bungkahing hati terus kesiwa dwara malinggih maring madya, iki tadah sajen nira ajengan nasi kepel amanca warna. 
Ah eh uh ih sang catur sanak wus sira amukti aje sira lali asanak ring insun apan insun tan lali astiti bakti ring asing wenten pinunas insun mangke kasidan Ong Ang Ung name siwaya.
setelah menjalankan Tahap Lanjutan diatas selama enam bulan, barulah mulai lebih mendalami ajaran Kanda Pat, mulai belajar memohon untuk kadiatmikan atau ilmu kawisesan, untuk usadha dll.

KESIMPULAN Cara Belajar Kanda Pat

untuk Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali tidak bisa dilakukan secara instan, karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui, dimana sebelum mempelajari berbagai ilmu spiritual, tahap dasar sangat menentukan hasil pembelajaran anda. berikut ini uraian waktu yang diperlukan untuk Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali:

  1. Belajar dasar tenaga dalam yakni "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali" paling cepat memerlukan waktu 2 bulan. 
  2. memulai mengenal ajaran Kanda Pat (tahap awal), memerlukan waktu 6 bulan, itupun kalau rajin dan displin
  3. menekuni ajaran kanda pat (tahap lanjutan), memerlukan waktu 6 bulan.
jadi total waktu untuk mendapatkan manfaat dari ajaran ini adalah paling cepat setelah setahun. dan setelah itu barulah catur sanak bisa dengan optimal membantu kita, baik dalam rangka kadiatmikan maupun untuk ngusadhanin (pengobatan) bagi yang ingin menjadi balian.
sehingga bila ada pertanyaan konyol seperti ini:
  • saya sudah menggunakan mantra kanda pat, tapi kok tidak ada hasil?
  • saya sudah belajar kanda pat bertahun-tahun, tetapi hidup saya seperti hampa
  • saya sudah banyak menghafalkan mantra, tetapi semua tiada hasil
maka, jawabannya ada 2, pertama anda tidak disiplin dalam latihan atau anda tidak menjalankan tahapan diatas.
jadi, bila anda telah menjalankan tuntunan diatas dengan disiplin, maka segala permasalahan hindup akan dipermudah. karena saudara gaib anda yang merupakan manifestasi dari tuhan akan selalu bersama anda dan selalu berbuat terbaik untuk anda.
apabila sudah terlalui tahapan-tahapan diatas, maka ada baiknya membaca artikel berikut ini untuk mendalami ajaran Kanda pat tersebut:
demikian sekilas tuntunan Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali dalam hal ini ajaran Kanda Pat yang sudah tersohor di dunia spiritual. mohon maaf kepada para guru spiritual atas tulisan ini, tyang belum merasa hebat, tetapi hanya ingin melestarikan ajaran Kanda Pat dan mulai meluruskan ajaran ini agar para semetn Bali tidak melupakan tutur luwih lelangit bali. semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar