Google+

sekilas info tentang Ilmu Leak Bali

sekilas info tentang Ilmu Leak Bali

bila membicarakan tetang "LEAK", sebagian orang sudah pasti memiliki bayangan buruk, sebuah ilmu yang menyesatkan dan sudah pasti praktisinya orang jahat semua.
nah.... apabila anda juga memiliki pemikiran seperti itu juga, anda wajib membaca artikel sekilas info tentang Ilmu Leak Bali ini, karena secara tidak langsung anda akan saya suguhkan sekilas informasi tentang ilmu leak bali serta lontar pengeleakan yang tersohor kehebatan manra-mantranya.

ilmu leak merupakan salah satu ajian kawisesan yang berkembang dibali sejak jaman dahulu peninggalan sekte bhairawa, sehingga ada beberapa orang menganggap Ilmu Leak merupakan ilmu kawisesan asli bali, ini dikarenakan ilmu leak hanya beredar (lebih banyak) di daerah Bali.

mengenai arti kata "leak", belum ditemukan makna aslinya, yang jelas dan pasti, leak merupakan tehnik spiritual yang berbasis agama hindu, yang dikembangkan dan berkembang serta diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang masyarakat bali. karena ilmu ini adalah spiritual berbasis agama, maka anggapan beberapa penulis artikel tentang leak, yang menyatakan arti kata leak tersebut adalah penyihir/orang yang mempunyai kemampuan jahat (black magic) itu salah.


memang benar "ilmu leak" adalah salah satu tehnik tantris bairawa yang condong ke pengiwa, tetapi dalam hal ini arti pengiwa spiritual agama bukanlah kiwa (kiri) yang artinya jahat. pengiwa dalam hal ini diartikan bahwa penekun leak adalah "bhakta durga bairawi" yang menjalankan ritualnya dengan jalan "Bhakti yoga, Jnana yoga dan Raja yoga", dengan menjalankan tiga jalan yoga tersebut, penekun leak sebagian besar lebih condong untuk menikmati indahnya dunia dari segi sisi spiritual. nah, efek dari menikmati sisi spiritual sendirian di lokasi-lokasi yang memiliki aura spiritual tinggi dan kebanyakan para penekun ilmu leak memulai ritualnya di malam hari, maka mereka para praktisi/penekun ilmu leak lebih condong dimasukkan ke zona pengiwa dalam artian negatif. ini sebenarnya dilandasi rasa iri pribadi yang "kurang" menyukai orang-orang yang berbuat sendiri-sendiri, dan terkesan aneh karena semua dilakukan sendiri.

trus, akan ada pertanyaan...
apa buktinya penekun ilmu leak tersebut tidak jahat, atau bukan praktisi black magic?
nah, mungkin kata "black magic" oleh orang awam diartikan jahat, atau ilmu hitam karena sebagian besar ritualnya saat gelap/malam. tappi sebelum anda memvonis penekun leak tersebut adalah "jahat", coba baca artikel saya tentang:
artiket tersebut memberi informasi bahwa, sumber kekuatan alam termasuk semesta kesemuanya berasal dari Tuhan, dalam manifestasinya sebagai dewata, yang kemudian disimbolkan kedalam huruf-huruf magis tertentu yang dalam tubuh manusia sudah ada letak dan tempatnya.

mungkin anda para pembaca kurang puas dengan bukti artikel tentang Dasa Aksara tersebut, kalau begitu mari kita bedah ilmu leak ini, kita bandingkan dengan perjalanan agama. silahkan baca tentang
dan baca juga:
"Persepsi Masyarakat Bali tentang Ilmu Leak"
mungkin dengan membaca artikel tersebut, para pembaca mulai mengerti dimana posisi ilmu leak ini.
dari artikel "ilmu leak dalam teologi hindu bali" tesebut, dapat digambarkan bahwa "leak tidak jahat" leak bukan "black magic", ilmu leak tersebut bagai pisau, yang kegunaannya tergantung dari pemakainya. bilamana pisau tersebut digunakan untuk memasak, maka pisau itu manfaat guna positif, dan sangat menguntungkan untuk kelanjutan hidup manusia. tetapi apabila pisau itu disalah gunakan untuk menyakiti maka pisau itu sangat berbahaya untuk kelangsungan manusia. jadi, PISAU (ilmu leak) itu adalah salah satu bentuk pengetahuan spiritual, yang sifatnya tergantung kepada penggunanya.

ilmu Leak Penengen dan Ilmu Leak Pengiwa

banyak yang kurang paham dengan keberadaan kiwa tengen ini, dan banyak orang-orang yang mengerti tentang kiwa tengen ini belum mau memberikan argumentasinya tentang keberadaan ilmu leak bali.
secara umum, orang sakti yang sering menolong sering diistilahkan sebagai praktisi spiritual "penengen" sedangkan orang yang suka menyakiti digolongkan kedalam praktisi "pangiwa". 

secara harafiah kiwa artinya kiri dan tengen artinya kanan. kiwa sering diidentikkan lebih mendekati unsur negatif dan tengen diidentikkan sebagai unsur positif. tetapi dalam hal spiritual kiwa tengen itu suatu hal yang sama, bagai sebuah koin yang memiliki dua sisi yang berbeda.

dalam hal spiritual, kiwa (aliran kiri) merupakan aliran spiritual yang menjalani hidup "kespiritualanya" sedirian, dengan berlandaskan Bakti Yoga. sedangkan tengen (aliran kanan) merupakan aliran spiritual yang menjalani kehidupan spiritualnya melibatkan orang lain, dengan berlandaskan pada ajaran Karma Yoga. dilihat dari hal tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
  • Leak Pangiwa, merupakan praktisi leak yang menyukai kesendirian dalam menjalankan bhaktinya (pemujaan), menikmati sensasi meditasinya sendirian, karena itu para praktisi leak ini lebih menyukai tempat-tempat yang sepi sunyi, yang kurang diminati orang banyak.
  • Leak Panengen, merupakan praktisi leak yang lebih condong melakukan perbuatan-perbuatan dharma sebagai tanda kepatuhannya kepada ajarannya, menikmati vibrasi dan sakti-nya dengan melihat secara nyata perbuatannya membantu serta meringankan beban sesamanya, sehingga praktisi tersebut lebih suka membantu, menolong orang yang membutuhkan.
jadi, pangiwa dan panengen itu sama-sama aliran spiritual yang murni sebagai perwujudan bentuk dari YOGA itu sendiri, bila praktisi spiritual berjalan sendirian, melakukan yoga-nya dengan berlandaskan ajaran Bhakti sehingga praktisi tersebut menikmati sendiri nikmatnya menjadi bhakta, maka dia disebut sebagai "leak pangiwa", sedangkan apabila praktisi spiritual tersebut dalam kehidupannya melibatkan orang lain karena Yoga-nya berlandaskan pada Karma (perbuatan), sehingga setiap hidupnya selalu berinteraksi dengan orang lain, maka dia dikatakan sebagai penganut "leak panengen". 

trus, bagaimana dengan Leak yang suka menyakiti?
bukankah leak seperti itu disebut leak pangiwa?
orang bali mengenal kata "UGIG", yang merupakan istilah umum yang diberikan kepada orang yang melakukan kejahatan. sedangkan kemampuan yang digunakan untuk melakukan perbuatan buruknya (ugig) dikenal dengan istilah "DESTI" dan ajaran yang melandasi perbuatan jahat ini disebut "dharma weci".

mungkin, karena leak pangiwa menyukai kesendiriannya dan lebih tertutup, itu sebabnya banyak orang-orang yang kurang bertanggungjawab "mengkambing-hitamkan leak pangiwa", akibat dari desti yang disebarkan oleh orang ugig. jadi, sebenarnya leak pangiwa tidaklah seperti pandangan umum orang awam, yang menyatakan bahwa setiap perbuatan buruk dilakukan oleh penganut leak pangiwa, yang suka berbuat jahat serta suka irihati dan suka menyakiti melangar norma umum agama adalah "orang Ugig dengan jalan Desti".

jenis-jenis ilmu leak sangat beranekaragam, kesemuanya tergantung pada lontar apa yang menjadi pegangan para praktisi spiritual leak tersebut. lebih lanjut, sebagai gambaran jenis-jenis ilmu leak dapat dibaca di:
"Leak Bali dan Lontar Pangliakan di Bali"
sedangkan tingkatan keilmuan dari tehnik spiritual secara umum dapat dibaca di:
"Tingkatan Ilmu Leak di Bali"

Cara belajar Ilmu Leak

banyak yang bertanya-tanya, 
bagaimana caranya untuk belajar ilmu leak?
ilmu leak adalah ilmu spiritual,
jadi untuk belajar ilmu leak tidaklah segampang belajar ilmu tenaga dalam ataupun ilmu-ilmu lainnya.
ilmu leak merupakan bagian spiritual hindu, sehingga untuk belajar ilmu leak tidaklah jauh-jauh dari ajaran sanatana dharma, dimana setiap ajarannya adalah jalan Yoga. karena ilmu leak adalah Yoga, maka penerapan Catur Marga Yoga harusnya dilakukan, adapun contohnya:
  • untuk menunjukan rasa bhaki para penekun spiritual, maka rajin-rajinlah melakukan "Trisandya" serta melakukan persembahyangan, dan lebih utama kalau setiap menghaturkan bakti selalu menggunakan "mantra muspa" (bhakti yoga)
  • kemudian kesehariannya tetaplah bersosialisasi - bermasyarakat, suka membantu, gotong-royong dalam berbagai hal positif (karma yoga).
  • jangan lupa rajin membaca kitab suci, lontar-lontar dharma untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, agar mengerti baik-buruk sehingga bisa bijak dalam menjalani kehidupan, contohnya belajar  sastra dasa aksara, kanda pat, lontar mantra leak, bhagawad gita, sarasamuccaya dll (jnana yoga)
  • dan jalani tapa brata, pranayama, meditasi dalam usaha penyatuan dengan brahman, salahsatu contoh sadarnya dengan latihan pernafasan tenaga dalam, yoga asana dll (raja yoga)
dengan menjalankan ajaran Catur Marga Yoga tersebut secara disiplin, maka ilmu leak akan dapat dengan cepat dikuasai, dan jangan lupa, diatas langit masih ada langit, ilmu leak adalah spiritual, tidak ada yang lebih sakti daripada beliau sang Sakti Durga Dewi yang merupakan Dewi Pujaan para praktisi leak bali. demikian sekilas info tentang Ilmu Leak Bali, yang harusnya setiap Orang Bali mengetahui hal tersebut. semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar