Google+

Upacara Ngelepas Aon dan Namakarma (bayi umur 42 hari)

Upacara Ngelepas Aon dan Namakarma (bayi umur 42 hari)

dalam tradisi keluarga kebayan guwang, Upacara Manusa Yadnya ngelepas aon (awon) serta manakarma (pemberian nama bayi) dilaksanakan pada saat bayi berumur 42 hari atau istilah balinya saat bayi berumur "a bulan pitung dina" (bulan = 35 hari, pitung dina = 7 hari, sehingga total 42 hari)

Upacara ngerorasin atau "ngelepas hawon", biasanya dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan atau bisa juga oleh seorang Pemangku. Upacara ini dilakukan di pekarangan rumah yaitu di dapur (Brahma) dan sanggah kemulan. 

Selain itu upacara ini juga disebut “nama karma”, Karena pada saat ini si bayi dianggap sudah melewati masa-masa kritis. Berarti jivatman sudah teguh menyatu dengan badan, maka si bayi lalu di beri nama. Dan pada saat seperti ini, biasanya keluarga si bayi akan mencari balian, nunas baos, bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan si bayi. Siapa, apa dan bagaimana si bayi itu. Biasanya ditanyakan;
  • siapakah sang numadi yang bereinkarnasi itu. Pekak, kumpi, dadong dan sebagainya. 
  • Apakah masih punya tunggakan utang pada kehidupan sebelumnya? 
  • Atau apakah permintaannya? 
  • Dan pada kelahirannya yang sekarang ini, apakah sudah membawa nama? 
sesuai sastra bali, berikut ini banten upakara untuk upacara manusa yadnya Ngerorasin:
------maaf tulisan balinya masih diketikkan-----
berikut ini maksud dari tulisan diatas:
upakarania; pateh ring rikala kepus pungsed, rarene malukat raris kebaktiang nunas waranugraha.banten nglepas awon ring paon; don tlujungan medaging nasi muncuk kuskusan, wohwohan, ulam, laukpauk, mesampiyan naga sari, canang burat wangi, pasucian, pabersihan, lis. nasi ring don tlujungan tancebin linting tetiga (3), ring katiknyane gantungin pilpil masurat wastan sang rare. kalaning upakara, linting punikanyitan sami, abu pupuk sane mati paling duri, genahang ring gidat rarene (basmin).

pada saat Nama karma ini, bayi pertamakali diberikan nama. Memberi nama seorang anak tidak boleh sembarangan. Nama adalah doa keselamatan bagi sang anak, memanggil anak berarti mendoakan keselamatannya. Maka dari itu, nama selain indah juga harus bermakna.
tatacara pemberian nama bayi, sesuai kupasan sastra diatas:
  1. siapkan 3 calon nama, untuk bayi anda.
  2. buatkan 3 linting kapas, yang digantungkan gulungan nama bayi yang sudah dibuat tadi.
  3. celupkan minyak kelapa (usahakan tanusan nyuh surya) lintingan kapas tersebut
  4. tancapkan lintingan kapas tersebut di banten nasi yang sudah disediakan.
  5. nyalakan (bakar) linting tersebut, api yang terakhir padam, itulah nama bayi yang dipakai secara sah secara niskala.
demikian sekilas ritual Nama Karma, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar