Google+
Tampilkan postingan dengan label Anglurah Pemecutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anglurah Pemecutan. Tampilkan semua postingan

Kyayi Angluran Pemecutan IV ( 1813 - 1840 M) - Babad Pemecutan

Setelah Ida Bhatara Sakti sebagai Raja Pemecutan wafat pada tahun 1813  maka Nararya Anglurah Mecutan kembali dari Ukiran, karena Anglurah Bagus Anulup telah wafat terlebih dahulu, maka Nararya Anglurah Mecutan abiseka Ratu di Puri Agung Mecutan bergelar Arya Ngurah Mecutan Ukiran. Penobatan beliau sebagai Raja terjadi sekitar tahun 1840 Masehi atau 27 tahun setelah ayah beliau Ida Bhatara Sakti meningal.

Cikal Bakal Warga Ageng Pemecutan

Kyai Anglurah Pemecutan III mempunyai istri lebih kurang 500 orang sehingga keturunan beliau empat tingkat ke bawah mencapai 800 orang. Dengan jumlah keluarga yang demikian banyak maka beliaulah yang menjadi cikal bakal Warga Ageng Pemecutan sehingga Kerajaan Pemecutan menjadi semakin kuat.

Berdasarkan tulisan Riwayat Kerajaan Badung disebutkan bahwa Permaisuri dan istri istri beliau serta Putra putra Kyai Anglurah Pemecutan III sebagai berikut :

Kyai Angluran Pemecutan III - Babad Pemecutan

Kerajaan Badung yaitu Puri Agung Pemecutan mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Kiyai Arya Ngurah Pemecutan, Beliau menggantikan kedudukan Anglurah Pemecutan II sebagai Raja di Kerajaan Badung, abiseka ratu tahun tahun 1718 Masehi bergelar Ida Bhatara Maharaja Sakti. dengan pusat pemerintahan di Puri Agung Pemecutan yang berlokasi di Barat Puri Agung Pemecutan yang sekarang. 
Kerajaan Badung pada waktu itu sudah terbagi 2 yaitu 
  • Wilayah sebelah Barat sungai - Kiyai Arya Ngurah Pemecutan 
  • Wilayah sebelah Timur sungai - Kiyai Jambe Haeng. 
Sungai yang menjadi patokan pembagian wilayah ini yaitu sungai Badung. Kedua kerajaan ini hidup rukun dan saling membantu bila ada musuh dari luar karena pada dasarnya kedua kerajaan ini masih memiliki hubungan kekeluargaan.