Google+
Tampilkan postingan dengan label Kerajaan Pemecutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajaan Pemecutan. Tampilkan semua postingan

Ksatria Dalem Sukawati - Kedase ( KDS )

berikut sekilas tentang perjalanan warih Ida Sri Aji Maha Sirikan, yang merupakan lelangit dari Ksatria Dalem Sukawati yang tersebar di seluruh Bali. awal cerita kedatangan beliau ke suatu daerah yang bernama abian timbul, sebagai hadiah atas keberhasilan beliau atas meredam kegiatan Ki Balian Batur dari Alas Kedangkan (banjar Rangkan - Ketewel sekarang). berangkat dari situlah, berkembang Kerajaan Sukawati yang menurun kan Trah Dalem Sukawati yang sekarang ini dikenal dengan sebutan Ksatria Dalem Sukawati.

berikut artikel yang berkaitan dengan keberadaan beliau:

Kerajaan Sukawati

Mengadakan Hubungan Dengan Belanda - Babad Pemecutan

Pada masa ini kekuasaan di wilayah Badung dipegang oleh 3 Kerajaan yaitu
  1. Puri Satria keturunan Jambe Merik (Putra Raja Pemecutan I)
  2. Puri Pemecutan
  3. Puri Kesiman
Dari ketiga kerajaan tersebut yang paling berpengaruh adalah Puri Agung Pemecutan sehingga pada tanggal 23 Januari 1817 untusan Kerajaan Belanda yang bernama Van Den Broek menghadap Raja I Gusti Ngurah Pemecutan dan kesan yang diperolehnya dari raja tersebut memperlihatkan sikap yang lebih terbuka dari pada yang diperolehnya dari Kerajaan Jembrana.

Kyayi Angluran Pemecutan IV ( 1813 - 1840 M) - Babad Pemecutan

Setelah Ida Bhatara Sakti sebagai Raja Pemecutan wafat pada tahun 1813  maka Nararya Anglurah Mecutan kembali dari Ukiran, karena Anglurah Bagus Anulup telah wafat terlebih dahulu, maka Nararya Anglurah Mecutan abiseka Ratu di Puri Agung Mecutan bergelar Arya Ngurah Mecutan Ukiran. Penobatan beliau sebagai Raja terjadi sekitar tahun 1840 Masehi atau 27 tahun setelah ayah beliau Ida Bhatara Sakti meningal.

Cikal Bakal Warga Ageng Pemecutan

Kyai Anglurah Pemecutan III mempunyai istri lebih kurang 500 orang sehingga keturunan beliau empat tingkat ke bawah mencapai 800 orang. Dengan jumlah keluarga yang demikian banyak maka beliaulah yang menjadi cikal bakal Warga Ageng Pemecutan sehingga Kerajaan Pemecutan menjadi semakin kuat.

Berdasarkan tulisan Riwayat Kerajaan Badung disebutkan bahwa Permaisuri dan istri istri beliau serta Putra putra Kyai Anglurah Pemecutan III sebagai berikut :