Google+
Tampilkan postingan dengan label Banten Segehan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banten Segehan. Tampilkan semua postingan

Kajeng Kliwon

Kajeng Kliwon

Dalam setiap perhitungan Tri Wara yang jatuh pada “ kajeng” kemudian perhitungan panca wara yang jatuh pada perhitungan “kliwon”, maka dalam tradisi beragama Hindu bali, hari inidiyakini sebagai saat dimana kekuatan kosmis yang merupakan kumpulan dari berbagai macam energy, akan menunjukkan sisi gelapnya. Paruh gelap dalam energi itu yang menjadi satu kesatuan secara utuh, memang tidak bisa kita hilangkan, layaknya siang dan malam, tinggi dan rendah atau kuat dan lemah.

Segehan, persembahan penuh makna filosofis

Segehan, persembahan penuh makna filosofis

Segehan merupakan salah satu ritual Bhuta Yadnya.
Kata segehan, berasal kata "Sega" berarti nasi (bahasa Jawa: sego).
Oleh sebab itu, banten segehan ini isinya didominasi oleh nasi dalam berbagai bentuknya, lengkap beserta lauk pauknya. Bentuk nasinya ada berbentuk nasi cacahan (nasi tanpa diapa-apakan), kepelan (nasi dikepal), tumpeng (nasi dibentuk kerucut) kecil-kecil atau dananan.

Wujud banten segehan berupa alas taledan (daun pisang atau janur), diisi nasi, beserta lauk pauknya yang sangat sederhana seperti “bawang merah, jahe, garam” dan lain-lainnya. dipergunakan juga api takep (dari dua buah sabut kelapa yang dicakupkan menyilang, sehingga membentuk tanda + atau swastika), bukan api dupa, disertai beras dan tatabuhan air, tuak, arak serta berem.

Apakah Caru, Segehan, dan Tawur ?

Apakah Caru, Segehan, dan Tawur ?


Mecaru (upacara Byakala) 

adalah bagian dari upacara Bhuta Yadnya (mungkin dapat disebut sebagai danhyangan dalam bhs jawa) sebagai salah satu bentuk usaha untuk menetralisir kekuatan alam semesta / Panca Maha Bhuta.

Mecaru, dilihat dari tingkat kebutuhannya terbagi dalam:
  • Nista ~ untuk keperluan kecil, dalam lingkup keluarga tanpa ada peristiwa yang sifatnya khusus (kematian dalam keluarga, melanggar adat dll)
  • Madya ~ selain dilakukan dalam lingkungan kekerabatan/banjar (biasanya dalam wujud tawur kesanga, juga wajib dilakukan dalam keluarga dalam kondisi khusus, pembangunan merajan juga memerlukan caru jenis madya
  • Utama ~ dilakukan secara menyeluruh oleh segenap umat Hindu (bangsa) Indonesia