Banten Bayuh saluwirin Dewasa ALA
banyaknya permintaan tentang Dewasa Perkawinan, membuat bangga kami selaku penulis, karena semeton bali sudah mulai eling dengan budaya bali yang adiluhung dan mulai sadar serta mengesampingkan pemilihan "hari upacara berdasarkan tanggal cantik".
tetapi, dengan banyaknya permintaan tersebut, masih ada juga semeton bali yang "terpaksa" memilih dewasa yang kurang direkomendasikan karena alasan yang cukup kuat. karenanya, untuk mengurangi dampak negatif dari dewasa ala tersebut, diperlukan sebuah ritual khusus, yang biasa disebut dengan "bayuh dewasa".
dengan dilaksanakannya bayuh dewasa, diharapkan agar pelaksana karya yadnya serta pemilik/penyelenggara upacara yadnya terhindar dari efek negatif dewasa yang dipilihnya, dalam melaksanakan kegiatan khususnya upacara yadnya. TETAPI.. hendaknya dipahami, Bayuh Dewasa ini sifatnya hanya menghindari, memperingan efek saja, bagaikan luka parah yang baru ditolong dengan obat-obatan P3K saja, sudah barang tentu efeknya hanya sebatas mengurangi rasa sakit (duka)nya saja. harapan untuk memperoleh yang lebih baik sudah tentu kurang bisa dinikmati karena menghilangkan efek tersebut tidaklah memungkinkan.