Google+
Tampilkan postingan dengan label Dewasa Ayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dewasa Ayu. Tampilkan semua postingan

Geguritan Ala Ayuning Dewasa

Geguritan Ala Ayuning Dewasa

berikut ini kumpulan pupuh Sinom, geguritan yang menceritakan WARIGA ala ayuning dewasa;
Ada kidung geguritan, tembang sinom dasar gendin, mangapus tatwa carita, pongah juari nguritin, mapi-mapi ngaku ririh, tuara nawang pasuduk, anggah-unguhing wariga, kebatek demen nulis, yan tan manut, ampurayang iwang titian.
Ban manahe lintang sarat, mapawuruk midabdabin, mapitutur ban matembang, apang aluh melajahin, ngapalang sambil magending, prade sida saking halus, awinan mamanah nyurat, ngulati sane kaapti, sida lantur, asing lampah nemu melah.
Ene ada tutur tattwa, magelar baan gending, blibagang rikala senggang, apang eling tatas uning, paindikan dina becik, di wariga ada mungguh, nuturang saanan lampah, ane patut kamarginin, sida anut, sapari polah majalan.

Akibat Mengunakan Dewasa Ala

Akibat Mengunakan Dewasa Ala

semakin maju jaman, semakin berat permasalahan hidup ini, itulah ciri jaman kaliyuga. ada banyak ciri lainnya, salahsatunya adalah melanggar pantangan yang sudah dituliskan.

dibali, meyakini bahwa untuk memulai suatu kegiatan (karya ayu) hendaknya menggunakan hari baik tertentu atau yang lebih dikenal dengan istilah Dewasa Ayu. tetapi belakangan ini, terjadi ketimpangan dalam keyakinan masyarakat bali, dimana karya ayu dilakukan dengan menggunakan dewasa ala atau hari yang buruk. mungkin saja mereka lupa atau sengaja melanggar demi cepat terwujudnya keinginannya. 

berikut ini beberapa akibat melanggar pantangan memurut Lontar Sunari Tiga, pemakaian Dewasa Ala dalam menjalankan karya ayu:

Banten Bayuh saluwirin Dewasa ALA

Banten Bayuh saluwirin Dewasa ALA

banyaknya permintaan tentang Dewasa Perkawinan, membuat bangga kami selaku penulis, karena semeton bali sudah mulai eling dengan budaya bali yang adiluhung dan mulai sadar serta mengesampingkan pemilihan "hari upacara berdasarkan tanggal cantik".

tetapi, dengan banyaknya permintaan tersebut, masih ada juga semeton bali yang "terpaksa" memilih dewasa yang kurang direkomendasikan karena alasan yang cukup kuat. karenanya, untuk mengurangi dampak negatif dari dewasa ala tersebut, diperlukan sebuah ritual khusus, yang biasa disebut dengan "bayuh dewasa".

dengan dilaksanakannya bayuh dewasa, diharapkan agar pelaksana karya yadnya serta pemilik/penyelenggara upacara yadnya terhindar dari efek negatif dewasa yang dipilihnya, dalam melaksanakan kegiatan khususnya upacara yadnya. TETAPI.. hendaknya dipahami, Bayuh Dewasa ini sifatnya hanya menghindari, memperingan efek saja, bagaikan luka parah yang baru ditolong dengan obat-obatan P3K saja, sudah barang tentu efeknya hanya sebatas mengurangi rasa sakit (duka)nya saja. harapan untuk memperoleh yang lebih baik sudah tentu kurang bisa dinikmati karena menghilangkan efek tersebut tidaklah memungkinkan.

Tips Memulai Usaha Bisnis

Tips Memulai Usaha Bisnis

ini tyang tulis ulang yang awalnya tyg posting di web-pribadi tyang sryam.org yang berjudul "Hari Baik Memulai Usaha Bisnis versi Bali".

Hari Baik Memulai Usaha Bisnis versi Bali

bagi orang bali untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan juga untuk memperoleh kebaikan dan keberkahan, maka sebaiknya kita memilih hari yang baik (dewasa ayu) dan tepat untuk melakukan aktivitas khususnya dalam memulai usaha atau bisnis.
Anda yang memiliki bisnis apapun pasti menginginkan usaha yang anda lakukan berhasil, kan?! tidak hanya orang bali, banyak orang Jawa percaya bahwa salah satu kunci keberhasilan dari usaha anda adalah mengikuti aturan primbon (padewasan) hari baik untuk memulai usaha.
berikut ini beberapa hal yang wajib diperhatikan bila anda memulai sebuah usaha/bisnis:
Dewasa Ayu Perhitungan Sridhana Pemujaan/Doa Mantra Sridhana

Orang Bali Tidak Percaya dengan Wariga Dewasa Ayu

Orang Bali Tidak Percaya dengan Wariga Dewasa Ayu

Wariga dan Dewasa Ayu adalah salah satu lokal jenius yang berdasarkan weda khususnya jyotisa. Orang Bali terutama Umat Hindu mengenal tradisi Padewasan atau Wariga yakni baik-buruk suatu hari. Meskipun zaman sudah mengalami perkembangan yang sudah pesat dan modern, namun terkait mencari hari baik-buruk sebelum melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan tetap dilakoni oleh orang Bali.

Tidak hanya berkaitan dengan upacara adat dan agama, juga mengenai dengan kegiatan-kegiatan zaman kini seperti membeli komputer, meresmikan sebuah supermarket dan sebagainya. Karena itu, banyak yang berkeyakinan dewasa atau wariga di Bali akan senantiasa ajeg kendati pun zaman sudah modern.

namun, belakangan ini ada beberapa kalangan warga bali yang melakukan kegiatan yang agak menyimpang, dimana mereka mencari padewasan (deasa ayu) tetapi sengaja melanggarnya. yang menjadi pertanyaan:

  • apa akibat dari kesengajaan melanggar hukum wariga ini?
  • apa sebab dari pelanggaran tersebut?

Hari Baik Nikah Tahun 2014

Hari Baik Nikah Tahun 2014

ilustrasi pernikahan bali. sumber: google.com
melanjutkan artikel sebelumnya "hari baik untuk menikah di tahun 2014 dewasa ayu NGANTEN" disamping banyaknya Request yang masuk, meminta pertimbangan hari baik untuk melaksanakan upacara pernikahan, pawiwahan, makerab kambe atau icab kabul, berikut ini saya paparkan sedikit ulasan Hari Baik Nikah Tahun 2014.

berikut ini, Hari Baik Nikah Tahun 2014 menurut perhitungan Wariga Bali, baik menurut wariga gemet maupun lontar-lontar wariga lainnya.

Hari Baik Nikah Bulan Mei 2014

sasih Jyestha = ALA dewasa nikah, akan berakibat sering bertengkar dan selalu berbuat memalukan.

Hari Terbaik Nikah Bulan Mei 2014 adalah

  • 9 Mei 2014, Sukra Pon Julungwangi, Penanggal 10.


Hari Yang Kurang Baik untuk melaksanakan Upacara Pernikahan /Icab Kabul di bulan Mei 2014:

  • 2 Mei 2014, Sukra Umanis Warigadean. ini merupakan wukunya Rangda Tiga
  • 5 Mei 2014, Soma Wage Julungwangi, penanggal kaping 6, berakibat mempelai kedepannya selalu berduka.
  • 7 Mei 2014, Budha Umanis Julungwangi, Penangal kaping 8, artinya pasangan akan mendapatkan halangan tanpa henti dalam kehidupannya.
  • 8 Mei 2014, Wrespati Paing Julungwangi, Pnanggal 9, artinya pasangan akan selalu menderita.
  • 12 Mei 2014, Soma Umanis Sungsang, merupakan wuku carik walanggati, hidupnya tidak akan pernah sukses
  • 14 Mei 2014, Budha Pon Sungsang, merupakan wuku carik walanggati, 
  • 15 Mei 2014, Wrespati Wage Sungsang (Sugihan Jawa), juga merupakan wuku carik walanggati,
  • 16 Mei 2014, Sukra Klion Sungsang (Sugihan Bali), juga merupakan wuku carik walanggati,
  • 19 Mei 2014, Soma Pon Dunggulan, juga merupakan wuku Was Penganten serta Uncal Balung, ini berakibat perceraian dan pertikaian berdarah disamping penyakit yang tiada henti. ini akibat uncal balung. selain itu Pengelong 6 juga berakibat kedukaan yang mendalam yang terus dialami pasangan penganten.

Hari baik Nikah 2013 Dewasa Ayu NGANTEN

Hari baik Nikah 2013 - Dewasa Ayu NGANTEN

prosesi pernikahan
Sehubungan banyaknya permintaan cara memilih dewasa ayu menikah atau dalam bahasa bali disebut dengan “nganten” “makerab kambe” “pawiwahan” untuk tahun 2013, berikut ini saya paparkan secara singkat kapan hari baik untuk melakukan “pawiwahan untuk tahun 2013 dalam artikel Hari baik Nikah 2013 ini. disini penulis tidak lagi mencantumkan hari baik melakukan senggama untuk memperoleh Putra yang suputra lagi karena artikel tersebut sudah dimuat khusus dalam "hari baik berhubungan intim suami istri"

Penulis akan memaparkan wariga dan dewasa ayu untuk perhitungan Hari baik Nikah 2013 secara berjenjang, mulai dari sasih kemudian wuku dan berikutnya dina’nya. Sehingga para semeton yang berkeinginan menikah dapat memilih hari – hari yang dikehendaki.

Alas an penulis memberikan pilihan berjenjang karena adanya permintaan yang mendesak dikalangan masyarakat yang berkeinginan untuk segera menjalankan upacara pernikahan dengan berbagai alasan yang sebenarnya secara wariga cukup berbahaya dan kurang baik dijalankan.

Tetapi apapun yang kami tulis, sudah tentu ada kekurangannya karena banyaknya sumber literature wariga yang mungkin belum kami baca dan cermati. Untuk itu dimohonkan agar dikonsultasikan lagi dengan tetua adat dan para sulinggih surya masing – masing keluarga, karena tulisan ini hanyalah sebagai bahan pertimbangan dalam memilih hari baik nikah 2013 berdasarkan wariga gemat dan wariga gede yang umumnya berlaku di bali.

Berdasarkan perhitungan dewasa ayu “wariga gemet serta wariga agung yang sudah terangkum dalam artikel "Dewasa Ayu NGANTEN, pawiwahan ato pernikahan" dan "Pemilihan Hari Baik Untuk Pernikahan" maka dapat disimpulkan bahwa hari baik nikah 2013 sebagai berikut:
Secara umum pemilihan hari baik Pernikahan menurut Sapta Wara;

  • Redite / Minggu = Buruk
  • Soma / Senin = Menemukan Kebahagiaan
  • Anggara / Selasa = Sengsara
  • Budha / Rabu = Sangat Baik
  • Wrespati / Kamis = Kinasihaning Jana
  • Sukra / Jumat = Berbahagia, Mewah
  • Saniscara / Sabtu = Percekcokan, sengsara

Jadi yang direkomendasiakan adalah hari senin, rabu, kamis dan jumat

Berikut berdasarkan Sasih / BULAN kalender

Cara memilih hari baik ala nak bali

Cara memilih hari baik ala nak bali

kalender bali wariga
kalender bali
Cara memilih hari baik menurut tradisi di bali didasarkan pada perhitungan wariga dan dewasa. adapun perhitungannya lumayan rumit, sehingga jarang masyarakat bali yang hafal cara menggunakan wariga dan dewasa tersebut. tapi untunglah, dengan kelihaian seseorang dalam perhitungan wariga dan dewasa beliau menyusun wariga yang dimodifikasi kalender internasional yang kemudian dikenal dengan kalender bali yang sering dipakai masyarakat bali saat ini. orang tersebut adalah (alm.) Bambang Gde Rawi, kelahiran desa cemengon, yang penyusunan kalender tersebut diwariskan kepada keluarga beliau.
dalam setiap bulannya, kalender bali umumnya terdiriatas beberapa bagian penting, diantaranya;
  1. bagian kepala; yang berisi Nama Bulan dan Tahun (seperti normalnya kalender internasional) 
  2. badannya; berisikan tanggalan (seperti kalender internasional) dan beberapa tanda, diantaranya; Titik merah artinya Bulan Purnama, Titik Hitam artinya Bulan Tilem/Mati; lingkaran merah artinya hari raya besar agama hindu dan tanggal merah untuk hari libur nasional. 
  3. bagian lengan kanan; berisikan daftar istilah wariga berdasarkan tanggal, yang berisikan juga keterangan hari-hari baik melakukan kegiatan/usaha/yadnya. 
  4. bagian lengan kiri; berisikan nama-nama hari 
  5. bagian kaki; berisikan daftar hari raya agama, daftar Odalan/upacara pura-pura besar di bali serta beberapa hari baik lainya.

dengan adanya kalender bali tersebut, orang bali tidak akan susah untuk menentukan hari baik berdasarkan wariga dan dewasa ayu. tetapi apabila ingin mempelajari secara manual, tentu ada rumus baku untuk wariga tersebut. dibawah ini akan diberikan sekilas perhitungannya, dan bila ingin mendalaminya tentu memerlukan materi yang lebih mendalam. dibawah ini hanya kulit luarnya saja, tapi sudah bisa digunakan untuk kegiatan sehari – hari. adapun cara mempelajarinya adalah sebagai berikut;

PEDEWASAN,
mula – mulanya dapat dibagi dua bagian antara lain;