Google+
Tampilkan postingan dengan label Bhatara Gnijaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bhatara Gnijaya. Tampilkan semua postingan

Babad Pasek 1

Pada Sukra, Kliwon Tolu Sasih ke-5 Isaka 70 di bumi terjadi hujan yang amat deras, angin besar, lalu menurunkan putra dari Gunung Tolangkir, dan juga pada Sasih ke-6 Isaka 113 meletus lah Gunung Tolangkir dan lahirlah Bhatara Putrajaya, Bhatari Dhanuh, Bhatara Gnijaya. Adik dari Dewi Danuh bernama Bhatara Mahadewa. Dewi Danuh berparhyangan di Batur, Bhatara Gnijaya berparhyangan di Gunung Lempuyang.

Kemudian pada Anggara Kliwon Julungwangi sasih ke-2, Isaka 118, Bhatara Mahadewa bersama saudaranya beryoga menciptakan Brahmana pandita yang bernama Mpu Mahameru, Mpu Ghana dan Mpu Kuturan. Dan Mpu Pradah datang ke Gunung Semeru serta memuja Bhatara Pasupati. Juga Bhatara Mahadewa berputra Bhatara Ghana dan Bhatari Manik Geni diperistri oleh Mpu Gnijaya. Kemudian para putra Bhatara Pasupati datang ke Bali.

Diceriterakan Sri Aji Herlangga di Daha, didatangi oleh Bhatara Gnijaya serta diikuti oleh Mpu Mahameru, Mpu Ghana, Mpu Kuturan, Mpu Pradah, untuk menyampaikan keadaan di Bali.
Ketika Mpu Pradah turun ke Bali menuju Silayukti dilihat oleh Mpu Kuturan lalu disambutnya. Pada Radite Paing Dungulan Mpu Bradah pindah ke Gelgel.