Google+
Tampilkan postingan dengan label Kebo Anabrang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebo Anabrang. Tampilkan semua postingan

Ida Bagus Pinatih - Sira Ranggalawe memberontak pada Majapahit

Ida Bang Pinatih - Sira Ranggalawe memberontak pada Majapahit

Dikisahkan sekarang Sira Ranggalawe menjabat sebagai Menteri Amanca Negara, memerintah kawasan Tuban. 
Arya Wiraraja tidak diperkenankan uintuk berdiam di Madura, diperintahkan untuk bertempat tinggal di Majapahit, sebagai Tabeng Wijang Ida Prabu Kertharajasa. Sejak saat itu Bhupati Arya Wiraraja berganti gelar, dimaklumkan di seluruh penjuru negeri sebagai Rakriyan Mantri Arya Adikara.

Diceriterakan Ida sang Prabhu di Majapahit menyelenggarakan pertemuan besar membahas prihal rencana penunjukan Patih Amengkubhumi. Kemudian, saat itu Ida Sang Prabu menunjuk Sira Patih Nambi menjadi Patih Amengkubhumi. 
Keputusan itu kemudian didengar oleh Sira Ranggalawe, kemudian beliau menghadap ke Kraton Majapahit, berhatur sembah kepada Ida Sang Natha Kertharajasa, berkenaan dengan keputusan Ida Sang Prabhu, yang sudah diumumkan di seluruh negeri yakni Ki Patih Nambi diangkat menjadi Patih Amengkubhumi, hanyalah satu upaya yang tidak berguna, jelas negeri ini akan menjadi tidak baik, sebab Ki Patih Nambi sudah nyata-nyata pengecut di medan laga. Yang sebenarnya patut dipertimbangkan soal kesetiannnya di medan perang hanyalah Ki Lembu Sora atau diri beliau sendiri Sira Ranggalawe, yang patut diangkat menjabat sebagai Patih Amengkubhumi. Itu sebabnya menjadi kacau pertemuan itu.

Sekilas Babad Arya Kanuruhan

Kebo Anabrang putra Sirarya Katanggaran Arya Kediri kemudian dikenal dengan nama Arya Sabrang, karena diutus menyerang daerah seberang (Melayu) oleh raja Kertanegara, berhasil menawan Dara Petak dan Dara Jingga. Dalam rangka penyerangan ini, Kebo Anabrang datang ke Tanah Melayu dengan pasukan yang disebut dengan nama pasukan Pamalayu. Kedatangan pasukan Pemelayu dari daerah Melayu setelah menyelesaikan masa tugasnya maka setibanya di Singosari mereka tidak melihat lagi kerajaan Singosari, Singasari telah hancur, sehingga datanglah Kebo Anabrang ke kerajaan Mojopahit karena kerajaan Mojopahit adalah di perintah oleh Raden Wijaya yang merupakan pewaris langsung dan kerajaan Singosari, maka kedua putri itu diserahkan kepada raja Majapahit (Raden Wijaya).

Dara Petak diperistri oleh Raden Wijaya, yang nantinya melahirkan putra bernama Kala Gemet. Sedangkan Dara Jingga kawin dengan keluarga raja maka lahirlah Aditya Warman, yang nantinya menjadi raja di kerajaan Melayu.