Google+
Tampilkan postingan dengan label Lontar Yadnya Prakerti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lontar Yadnya Prakerti. Tampilkan semua postingan

Lontar Yadnya Prakerti

Lontar Yadnya Prakerti

Om awighnamastu namo sidham.

Iti Widhi sastra Tapini, warah Bhatari Umadewi, sira hyang ing pura dalem maka lingga gama kerti, ulahing wang kamanusan, ndya ta lwirnya: Dewakerti, Budakerti, manusakerti, jagatkerti.

Samangkana kweh ikang parakerti palaning anadi wang, arep pun sira amaraYadnya, nimita kweh wetunikang Yadnya, sapta Yadnya makadin ika, lwirnya: Aswameda-Yadnya, Siwa-Yadnya, Resi-Yadnya, Pitra-Yadnya, Bhuta-Yadnya, Manusa-Yadnya, Samodaya linuwihaken , pada luwih ika tinemunya, palaning Yadnya samangkana, apan maka lwih ikang prakerti kamanusan, apan ring manusa ika papulanya kabeh, manusa juga makawak ikang samangkana, paraning jagat, ala-ayu, amerta, wisia, papa-swarga, sukha duhkha, ika pada nuksma ring manusa nimita manusa juga wenang ulah parakerti, apan kabeh ikang Dewa, Bhatara, Kala, Bhuta Raksasa, Detya, Danawa, Pisaca, Danuja, Atma, Apitra, Pitara, Jin, Setan, Leyak, Tuju, Teluh Taranjana, Desti, Wat, Tiwang Prakasa, Moro, Pulung, Pamala-pamali, Anta Preta, Kala Dengen mwang Sarwa Marana, Gering ,Gerubug, Sasab.

Memaknai CARU dalam ruang dan waktu

Memaknai CARU dalam ruang dan waktu

Setiap upacara agama yang berdasarkan Veda selalu ada lima unsur yang memvisualkan nilai-nilai suci upacara agama Hindu. Lima unsur tersebut adalah Mantra, Tantra, Yantra, Yadnya dan Yoga. Yantra itu berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya alat atau sarana dalam bentuk simbol.

Yantra dalam upacara agama Hindu di Bali disebut banten atau upakara. Banten inilah yang menggunakan sarana tumbuh-tumbuhan dan hewan di samping unsur unsur panca maha bhuta lainya.

Dalam Lontar Yadnya Prakerti disebutkan, sebagai berikut, 
" ... Sehananing bebanten pinaka raganta twi, pinaka warna rupaning Ida Bhatara, pinaka Andha Bhuwana ..." 
Artinya:
semua bebanten adalah lambang dirimu sendiri, lambang kemahakuasaan Tuhan dan lambang isi alam semesta. 

Daksina - Cara Membuat Dan Kajian Filosofis

Daksina - Cara Membuat Dan Kajian Filosofis


Daksina disebut Juga "YadnyaPatni" yang artinya istri atau sakti daipada yadnya. Daksina juga dipergunakan sebagai mana persembahan atau tanda terima kasih, selalu menyertai banten-banten yang agak besar dan sebagainya perwujudan atau pertapakan. Dalam lontar Yadnya Prakerti disebutkan bahwa Daksina melambangkan Hyang Guru / Hyang Tunggal kedua nama tersebut adalah nama lain dari Dewa Siwa.

Unsur-unsur yang membentuk daksina, diurut dari isi terbawah hingga diatas yaitu:

Alas bedogan / sremben / wakul / katung; 

terbuat dari janur / slepan yang bentuknya bulat dan sedikit panjang serta ada batas pinggirnya. Alas Bedogan ini lambang pertiwi unsur yang dapat dilihat dengan jelas. srobong daksina; terbuat dari janur / slepan yang dibuta melinkar dan tinggi, seukuran dengan alas wakul. Bedogan bagian tengah ini adalah lambang Akasa yang tanpa tepi. Srembeng daksina juga merupakan lambang dari hukum Rta ( Hukum Abadi tuhan )