Banten Canang dan cara membuatnya
Besar/kecilnya volume Banten Canang tergantung dari kemampuan riil kita. Maka disediakan sembilan alternatif volume banten sebagai berikut : mula-mula dibagi dalam 3 kelompok : alit, madya, ageng. Kemudian masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi 3 sub kelompok, misalnya : aliting alit, madyaning alit, utamaning alit, dst. Jadi tidak benar untuk setiap upacara diharuskan dengan volume banten besar (tentunya dengan biaya tinggi).
Banten Canang adalah bagian dari upacara, dan upacara adalah salah satu wujud yadnya. Selanjutnya yadnya dilakukan karena ada Rnam (hutang manusia kepada Widhi, Rsi dan Pitra).
Maka yadnya yang baik adalah yang "satwika" Unsur-unsur satwika antara lain bahwa upacara dilaksanakan berdasarkan hati suci yang tulus ikhlas. Maka sekali lagi berupacaralah dengan kemampuan yang riil, agar tujuan upacara tercapai dengan baik.
berikut ini cara dan bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat banten canang, yang disusun dari bawah keatas, diantaranya:
Banten Canang adalah bagian dari upacara, dan upacara adalah salah satu wujud yadnya. Selanjutnya yadnya dilakukan karena ada Rnam (hutang manusia kepada Widhi, Rsi dan Pitra).
Maka yadnya yang baik adalah yang "satwika" Unsur-unsur satwika antara lain bahwa upacara dilaksanakan berdasarkan hati suci yang tulus ikhlas. Maka sekali lagi berupacaralah dengan kemampuan yang riil, agar tujuan upacara tercapai dengan baik.
Fungsi Banten Canang
- Sebagai niyasa (simbol) Hyang Widhi/Dewa/Bhatara-Bhatari
- Sebagai sarana penyucian
- Sebagai sarana penyaksian (saksi) untuk acara tertentu
- Sebagai ayaban (aturan/persembahan, cetusan rasa bhakti)
- Sebagai tataban (prasadam/berkah yang kemudian disantap setelah ngelungsur ayaban)
berikut ini cara dan bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat banten canang, yang disusun dari bawah keatas, diantaranya:
CANANG GENTEN
atau biasa disebut canang sodan karena sering dipakai dalam menghaturkan soda.

