Google+
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Veda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Veda. Tampilkan semua postingan

Pokok-pokok ajaran Samkhya

Pokok-pokok ajaran Samkhya

Pendiri dari system filsafat ini adalah Sri kapila muni,yang di katakana sebagai putra Brahma dan Avatara Wisnu. Kata “Samkhya“ itu sendiri artinya “jumlah” dan system ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang banyaknya 25 buah, sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. Istilah Samkhya juga di pergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “perenungan filosofis”.

Ajaran Samkhya berpengaruh besar ajaran agama hindu di Indonesia. Kitab Tattva Jnana, Wrhaspatitattva adalah ajaran Samkhya dalam Saivapaksa. Ke dua kitab ini dalam bahasaa jawa kuna. Ajaran Samkhya haruslah merupakan ajaran yang sudah tua benar usianya. Buktinya baik kitab Sruti maupun Smrti maupun pula purana menunjukkan pengaruh ajaran Samkhya. Menurut tradisi pembangunannya adalah RSI KAPILA yang menulis Samkhya sutra. Pada system Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik ke dalam alam semesta, seperti keberadaan yang sesungguhnya,yang merupakan susunan menurut topic-topik atau kategori-kategori, namun terdapat suatu system tiruan yang di awali dari satu Tattva atau prinsip mula-mula yang di sebut Prakrti, yang berkembang atau menghasilkan (Prakaroti) sesuatu yang lain.

Jadilah Manusia Setia

Jadilah Manusia Setia

Nāsti satyāt paro dharmo nānrtāt pātakam param
Triloke ca hi dharma syāt tasmāt satyam na lopayet
( Slokantara, sloka 3 (7) )
Terjemahan :
Tidak ada dharma (kewajiban suci) yang lebih tinggi dari kebenaran (satya), tidak ada dosa yang lebih rendah dari dusta. Dharma harus dilaksanakan diketiga dunia ini dan kebenaran harus tidak dilanggar

ULASAN
Mengenai kebenaran, Mahatma Gandhi pernah berkata, “kebenaran adalah hukum hidup kita”. (Gandhiji’s Ideas). 

Keluarga Sukinah Dari Perspektif Agama Hindu

Keluarga Sukinah Dari Perspektif Agama Hindu

Prajanartha striyah srstah
Samtanartham ca manawah
Tasmat sadharano dharmah
ςrutau patnya sahaditah (Vedasmrti. IX.96)
artinya:
Untuk menjadi ibu, wanita itu diciptakan dan untuk menjadi ayah , laki-laki itu diciptakan Upacara keagamaan karena itu ditetapkan di dalam Veda untuk dilakukan oleh suami beserta dengan istrinya.
Sejak awal kehidupan manusia, ternyata bersatunya antara seorang wanita dengan seorang laki-laki yang disimbulkan akasa dan pertiwi sebagai cakal bakal sebuah kehidupan baru yang diawali dengan lembaga perkawinan. Hendaknya laki-laki dan perempuan yang telah terikat dalam ikatan perkawinan selalu berusaha agar tidak bercerai dan selalu menyintai dan setia sampai hayat hidupnya, jadikanlah hal ini sebagi hukum yang tertinggi dalam ikatan suami-istri (G.Pudja MA, 2002 :561). 

Ayat Weda tentang Kerja Keras dan Ketekunan

Ayat Weda tentang Kerja Keras dan Ketekunan

Kerja keras dan tidak malas merupakan kewajiban dan kebajikan yang patut dilakukan. Tuhan Yang Maha Esa hanya menyayangi mereka yang suka bekerja keras dan memiliki ketekunan, bukan mereka yang malas, gampangan dan menyepelekan segala sesuatu. orang yang suka bekerja keras dan memiliki ketekunan akan mencapai keberhasilan. hal ini sangan relevab dengan perkembangan dunia modern. siapa saja yang tekun bekerja, tekun belajar, berdisiplin dan memiliki kualitas sradha yang mantap, akan sukses dalam berbagai aspek kehidupan. demikian pula orang yang tidak kenal menyerah, tak kenal lelah, tidak cepat putus asa akan memperoleh kekayaan lahir dan batin. Tuhan Yang Maha Esa selalu menolong orang yang suka bekerja keras.
berikut ini sloka Weda yang berkaitan dengan kerja keras.

selalulah melakukan kerja keras,

Kurvan eveha karmani,

jijiviset satam samah,
evam tvayi nayatheto-asti,

na karma lipyate nare (Yayurweda XI.2)

Kata Mutiara Hindu dalam Veda

Kata Mutiara Hindu dalam Veda


Rigveda (Pengetahuan Puji-pujian) Khanda 10: Visvedevas (Kuasa Tuhan – 165). 5

रचा कपोतं नुदत परणोदमिषं मदन्तः परि गांनयध्वम | संयोपयन्तो दुरितानि विश्वा हित्वा न ऊर्जं परपतात पतिष्थः ||

re ca kapotamm nudata… prannodamisyamm madantah pari… ghamnayadhvam… samyopayanto duritani visva… hitva na… urjamm prapatat patisythah..

artinya:
“terciptanya kendaraan merpati… mengejar dengan ayat-ayat suci… sukacita… memberikan ternakmu makanan… melawan semua kesedihan dan kesulitan…. biarkan burung terbang cepat… meninggalkan kami… maju dan semangat…”

Yajurveda (Pengetahuan Pengorbanan) Khanda 4: 7.1.b

मुज्हे सौम्प् सकता है ताकत प्रोत्साहन प्रभावित हो प्रवृत्तियोन विचार खुलासे प्रसिद्धि शोहरत मानदन्द् प्रकाश स्वर्ग सानस मन अधिगम ध्वनि मन आनकः कान कौशल शक्ति बिजली जीवन बुधापे शरीर संरक्षन शरीर हद्दी जोदोन शरीर के सदस्योन के लिए ध्यान