Google+
Tampilkan postingan dengan label Pasek Kubayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasek Kubayan. Tampilkan semua postingan

silsilah keturunan Pasek Kubayan

silsilah Keturunan Pasek Kubayan

berikut ini silsilah keturunan pasek kubayan menurut versi buku babad pasek yang disusun oleh jro mangku ketut soebandi, yang diterbitkan pada tahun 1985.

Babad Pasek Kubayan diawali dengan Turunnya Ida Hyang Pasupati ke Bumi ini, kemudian beliau menurunkan sang Sapta Rsi, diantaranya:
  1. Bhatara Hyang Gnijaya, berparhyangan di Gunung Lempuyang Luhur
  2. Bhatara Hyang Putranjaya, berparhyangan di Gunung Tohlangkir
  3. Bhatari Dewi Danuh, berparhyangan di Hulun Danu (Batur)
  4. Bhatara Hyang Tugu, berparhyangan di Gunung Andakasa
  5. Bhatara Hyang Manikgalang, berparhyangan di Pejeng
  6. Bhatara Hyang Manikgumawang, berparhyanan di Gunung Beratan
  7. Bhatara Hyang Tumuwuh, berparhyangan di Gunung Batukaru
Ida Bhatara Hyang Putranjaya menurunkan dua putra, diantaranya:
  1. Bhatara Ghana, berparhyangan di Gunung Agung
  2. Bhatari Dewi Manik Gni
Bhatara Hyang Gnijaya, menurunkan Mpu Withadharma, yang kemudian dikenal dengan gelar "Sri Mahadewa".
Ida Mpu Withadharma, menurunkan dua putra, yakni:
  1. Mpu Bhajrasattwa atau Mpu Wiradharma
  2. Mpu Dwijendra atau Mpu Rajakertha

Raja Purana Sejarah Desa Adat Semate

Raja Purana Sejarah Desa Adat Semate

Dalam sejarahnya, dahulu kala tersebutlah di pulau Bali dipimpin oleh seorang raja Shri Watu Renggong, yang bertakhta pada tahun saka 1382 atau 1460 masehi dengan kedudukan di Gelgel, beliau ini tiada lain putra dari Kreshna Kapakisan.

Dalam menjalankan roda pemerintahan kerajaan di Bali, beliau Shri Watu Renggong dibantu oleh para punggawa dan tanda mantri. Namun yang paling memegang peran penting tatkala itu adalah keturunan dari Mpu Withadharma, yang lebih dikenal dengan sebutan Pasek.

Kisahnya sebagai berikut :
Sesungguhnya putra-putra dari I Gusti Pasek Gelgel mempunyai tugas dan kewajiban yang berbeda-beda.

  1. Putranya yang menginventarisir kekayaan raja disebut Pasek Gelgel.
  2. Yang mengemban tugas sebagai juru bicara raja bergelar Pasek Bandesa.
  3. Yang bertugas pada Kahyangan Desa seperti Pura Puseh dan Pura Desa termasuk Bale Agung bergelar Pasek Kubayan.
  4. Dan yang bertugas mengurusi di bidang pitra yadnya bergelar Ki Pasek Prateka.

Pasek Kubayan di Desa Wangayagde Membantu Sagung Wah

Pasek Kubayan di Desa Wangayagde Membantu Sagung Wah (Ratu Tabanan)

Pada hari Kemis Keliwon, Wara Ukir, tanggal 20 september 1906 Kerajaan Badung jatuh ke tangan pemerintah Belanda, setelah mengadakan perlawanan sengit secara puputan. Dengan dikalahkan kerajaan Badung, pemerintah Belanda mulai memalingkan pandangannya kepada kerajaan Tabanan. 

Dan ada hari selasa kliwon, wara kulantir, tanggal 25 september 1906 pemerintah Belanda mulai mengerahkan serdadu-serdadunya untu menyerang Tabanan. Tabanan di kurung dan diserang dari dua jurusan dari sebelah timur dan selatan, dan serdadu yang menyerang dari sebelah timur sebelumnya sudah di kosentrasi di Desa Beringkit. Sedang serangan dari sebelah selatan diadakan dari pantai Yeh Gangga dengan menempatkan beberapa buah kapal perang, lalu menembaki tabanan dengan meriam-meriamnya. Namun pasukan Marine Belanda ini tidak besar. Sebab itu serangan terhadap Tabanan dilakukan dari sebelah Timur, dan setelah perang selama dua hari yaitu pada hari kemis paing, wara kulantir, tanggal 27 september 1906, Belanda baru bias menduduki Tabanan.

Dengan tipu muslihat yang licik sebelumnya pemerintah Belanda telah berhasil menawan Raja Tabanan bernama Anak Agung Ngurah Rai Perang yang juga di sebut I Ratu Singhasana Tabanan. Di samping itu juga putra raja Tabanan bernama I gusti Ngurah Gde Pegeg ikut di tawan, dalam suatu perundingan damai yang diselenggarakan di Badung. 

Babad Bali Keturunan De Pasek Lurah Kubayan

Babad Bali Keturunan De Pasek Lurah Kubayan

Adapun De Pasek Lurah Kubayan di Banjar Kubayan, Desa Nyambu,Tabanan, pada hari Senin Umanis, Wara Sungsang, Sasih Karo, tahun Saka 1257 oleh Raja Bali Sri Gajah Waktra alias Sri Gajah Wahana diangkat Amancabhumi dengan tugas selaku pengempon Pura Batukaru berkedudukan di Banjar Bendul, Desa Wangayagde, Tabanan. 

Raja Cri Gajah Waktra dinobatkan pada tahun saka 1264 dan berakhir pada tahun saka 1265. De Pasek Lurah Kubayan setelah berada di Banjar Bendul, Desa Wangayagde menurunkan seorang anak laki-laki bernama Pasek Kubayan dan tetap tinggal di Banjar Bendul, Desa Wangayadge. 

Kemudian Pasek Kubayan di Banjar Bendul, Desa Wangayagde dan Pasek Kubayan di Banjar Kaja, Desa Wangayagde, Tabanan. Dan kedua orang Pasek Kubayan ini mempunyai tugas kewajiban berbeda, yaitu 

  1. menggantikan kedududkan ayahnya sebagai pengempon Pura Batukaru dan pamarajan di Banjar Bendul, Desa Wangayagde 
  2. menjadi Perbekel Desa Wangayagde.