Satuan Ukur dalam Arsitektur Bali
Satuan ukur dalam arsitektur tradisional Bali disebut dengan "GEGULAK", yang diturunkan dari bagian-bagian fisik pemilik atau pemakai bangunan. Satuan ukur ini ditetapkan dalam sebilah bambu sebagai modul dasar. Melalui gegulak ditentukan ukuran setiap dimensi arsitektur mulai dari ukuran pekarangan, tata letak masa bangunan hingga pada elemen bangunan yang kecil, seperti:
- panjang tiang (sesaka),
- panjang balok tarik (lambang, pementang, dan tada paksi),
- panjang usuk (iga-iga),
- hiasan pada tiang (kekupakan). dll
Ukuran pekarangan digunakan satuan DEPA, yakni ukuran panjang tangan terentang dari ujung jari kanan ke ujung jari kiri dengan variasi "depa alit", "depa madia" dan "depa agung".
Jumlah kelipatan satuan ukur depa yang ditambah "PENGURIP" merupakan panjang sisi-sisi pekarangan yang diukur.
