Google+
Tampilkan postingan dengan label odalan alit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label odalan alit. Tampilkan semua postingan

Pajeng Kober Umbul-umbul dan Lelontekan

Pajeng Kober Lelontekan

Pajeng kober dan lelontekan

KOBER (Bendera)

Bendera atau kober ini tidak sama dengan bendera biasa melainkan pada ujung bendera ini berisi tombak dan berisi gambar Anoman yang disebut Sang Marutsuta. Bendera ini merupakan simbul angin sebagai pelindung dan berada pada urutan ke empat setelah umbul-umbul kalau diidentifikasikan dengan sastra maka, sastranya " Mangkara."

apa itu Uparengga?

apa itu Uparengga?

Pemahaman masyarakat tentang uparangga atau sarana upacara umat Hindu masih bersifat individual. Kami berusaha menganggkat tentang sarana upacara Umat Hindu agar perangkat-perangkat tersebut dapat dipahami generasi muda sebagai generasi penerus sehingga kelestariannya dapat berlanjut dari generasi ke generasi.

Dapat kami berikan makna dan pengertian uparangga sebagai berikut :
Uparengga berasal dari suku kata upa-re-angga, mengandung pengertian bahwa:
  • UPA = perantara, 
  • RE = raditya (sinar suci), dan 
  • ANGGA = wujud atau merupakan perwujudan Ida Sanghyang Widhi.
Jadi uparengga adalah semua bentuk perangkat upacara yang merupakan simbul perwujudan Sanghyang Widhi melalui kekuatan sinar suci-Nya.
beberapa macam uparangga:
selain itu, Uparengga lainnya adalah:

LINGGA YONI

Lingga Yoni dibuat dari daun rontal yang tua dibentuk sedemikian rupa sampai berbentuk linggayoni. Pada ujung lingga dihias dengan daun beringin yang ditusuk dan diletakkan pada ruang bangunan suci yang akan diplaspas.
Lingga Yoni mengandung makna dan maksud telah manunggalnya kekuatan prakerti dan purusha Sanghyang Widhi dan bermanifestasi menjadi Dewa, Bathara sesuai dengan fungsinya.

SEBATANG TEBU

Perangkat upacara ini merupakan simbul kekuatan Sang Hyang Panca Kosika, yang berfungsi sebagai penetralisir dari kekuatan yang bersifat adharma. Tebu batangan ini biasanya dipergunakan pada waktu ada upacara piodalan di pura-pura, pada saat melasti ke segara. Tebu dibawa pada barisan depan. Tebu batangan juga dipergunakan pada saat runtutan upacara perkawinan yaitu dalam upacara mulih ngalang atau pewarangan.

Mudah-mudahan apa yang berusaha kami paparkan dan informasikan bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan agama. 

Kami menyadari penulisan ini masih banyak kekurangan-kekurangan, semoga dengan pandangan-pandangan umat sedarma kami dapat menyempurnakannya lagi.

Aci dan Piodalan di Sanggah Kamulan

Aci dan Piodalan di Sanggah Kamulan

Dalam memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan) dan Leluhur (kawitan) di Sanggah Kamulan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan cara:

  • Nitya Karya yang dilakukan setiap hari yakni dengan melakukan Tri Sandya dan Muspa. Juga dengan menghaturkan Banten Saiban dan menghaturkan canang.
  • Naimitika Karma dilakukan pada hari-hari tertentu atau rerainan suci.Pada saat ini Umat Hindu melakukan pemujaan dengan sarana bebantenan yang disebut pula dengan Aci-aci.

Kapan Aci-aci itu dilakukan? 
Di bawah ini diuraikan sebagai berikut:

  1. Kajeng Kaliwon dan Purnama-Tilem. Aci yang dihaturkan minimal canang genten, baik juga kalau ajuman, rayunan.
  2. Budha Kaliwon Sinta (Pagerwesi). menghaturkan : Daksina, Pras, Suci asoroh, Panyeneng, Sesayut Panca Lingga, Canang wangi, Raka-raka.
  3. Redite Umanis Ukir (Pujawalinya Ida Bhatara Guru). Wajib menghaturkan piodalan nista, madya, utama. Sedikitnya mesti ada Sesayut Pangambean, Sedah ingapan 25, Kwangen 8 buah.
  4. Soma Pahing Warigadian (pujawalinya Ida Bhatara Brahma). menghaturkan sedah, woh penyertanya minimal Datengan, Ajuman, Rayunan, raka-raka (bayuan), puspa wangi-wangi.
  5. Budha Kaliwon Dungulan (Galungan). menghaturkan aci-aci: Tumpeng penyajan, Penek wakulan, Ajuman, Sedah woh, Kembang payas, wangi-wangi pasucian.

Nganteb Piodalan Alit

Nganteb Piodalan Alit

Persiapan Muput Piodalan Alit

Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)

Ambil sekar.
Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep)

Ambil dupa.
Om ang dupa astra ya namah

Ambil sekar.
Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah
Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan)

Ambil dupa.
Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha
Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina)

Banten di sanggah Kemulan

Banten di sanggah Kemulan


Peras dengan tumpeng berwarna putih, ikannya ayam putih dipanggang, dilengkapi dengan ajuman, daksina, pengulapan, pengambeyan, penyeneneng, dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan.

Pengelukan ring Kamulan.

Om pakulun Sang Hyang Guru Reka
Sang Hyang Kawiswara
Sang Hyang Aji Saraswati,
Suksma Sang Hyang Brahma,Wisnu Iswara
Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana
Hulun andha nugraha
Sang Hyang Tri Purusa Anglikat
Dasamala lara rogha Wighna Danda
Upadrawa Sang rare
Om Sidhitastu tat astu nama swaha.