Google+

Cara Gunakan Benda Pusaka; Pis Bolong, Keris Pusaka dan Buluh Perindu

Cara Gunakan Benda Pusaka; Pis Bolong, Keris Pusaka dan Buluh Perindu

ilustrasi perang dengan menggunaan pusaka dan kawisesan
setelah beberapa kali mendapatkan pertanyaan mirip-mirip seperti judul artikel ini, akhirnya terbelesit pikiran untuk memberikan informasi tentang Cara Gunakan Benda Pusaka; Pis Bolong, Keris Pusaka dan Buluh Perindu tersebut.
dalam artikel ini tidak hanya memberikan sekilas informasi tentang cara penggunaan Benda Pusaka; pis bolong arjuna, pis jaring serta pis polong wayang lainnya, disini juga akan dipaparkan sedikit tentang cara penggunaan buluh perindu serta beberapa benda pusaka budaya yang beredar di masyarakat secara umumnya.

dalam beberapa sesi konsultasi (wawancara) dengan beberapa penggemar benda petuah hasil kebudayaan bali, ini yang sering dipertanyakan:

  • saya memiliki pis arjuna, tepi kok ga ada reaksi saat menggunakannya?
  • saya menggunakan buluh perindu, tapi kenapa yang saya targetkan tidak ada respon apa-apa?
  • saya punya keris pusaka keluarga, dulu katanya kalau dicabut dari warangkanya, langsung turun hujan, tapi kemarin saat nyiramin kok tidak terjadi apa-apa?
  • apakah benda budaya yang saya miliki sudah mati (tidak bertuah)..?

begitulah sedikit pertanyaan kegalauan dari para penggemar benda mistis itu, dan karena itulah saya akan mencoba memberikan sekilas informasi tentang cara gunakan benda-benda tersebut.


cara mencari Benda Pusaka bertuah seperti Pis Bolong, Keris Pusaka dan Buluh Perindu

sebelum kita membicarakan cara menggunakan Pis Bolong, Keris Pusaka dan Buluh Perindu serta benda bertuah lainnya, ada baiknya kita bahas dulu asal-muasal dari benda tersebut, karena dengan mengetahui asal-muasalnya atau cara mendapatkannya,sudah tentu kita dengan mudah mengetahui cara gunakan benda-benda bertuah tersebut.
secara umum cara mendapatkan Pis Bolong Wayang, keris/tombak/senjata pusaka, buluh perindu, soca dan benda bertuah lainnya ada 3 cara yaitu;
  1. Gaib; dengan cara meyasa, bersemedi/meditasi di tempat-tempat tertentu. benda bertuah ini dipandang sangat sakral karena datangnya secara gaib, misalnya melalui wong samar, paica Ida Bhatara, dll
  2. Turunan; merupakan warisan atau pemberian orang yang ada hubungan dengan pemberinya.
  3. Pasupati; merupakan uang kepeng yang baru dibuat / digambar oleh para balian/dukun di Bali disertai pemasupati
benda pusaka bertuah yang diperoleh dengan Gaib juga terbagi menjadi 2, diantaranya:
  • Paica; pemberian langsung dari penguasanya karena orang yang diberi paica disukai ataupun akibat dari meditasi tingkat tinggi sehingga pengusanya turun memberikan anugrahnya. mengenai Paica akibat dari hasil meditasi biasanya diberikan dengan cuma-cuma sebagai rasa sayang para dewa kepada penerima paica akibat mendapatkan getaran meditasinya. contoh: para raja/panglima yang bermeditasi mendapatkan aungrah senjata pusaka. sedangkan Paica yang diberikan karena hanya disukai oleh mahluk gaib biasanya akan ada tanggung jawab yang akan mengikuti. (baca: Nunas Beras atau Meluasin di Balian).
  • hasil Kawisesan (tarik Pusaka), dimana benda pusaka yang diterima diperoleh dari meditasi/menggunakan ilmu kawisesan untuk menarik benda-benda bertuah dari alam gaib. dan biasanya benda-benda ini hanyalah banda duplikat, yang khasiatnya ada masa waktunya. saat ini, tehnik menarik benda pusaka sudah menjadi trad bagi umat, apalagi semeton agama lain sebagai pembuktian dari kawisesan yang dipiliki oleh si penarik pusaka.
benda pusaka turunan, juga dibagi menjadi 2:
  • Turunan sebagai titipan, dimana pusaka yang diperoleh merupakan pusaka yang dimiliki dari kehidupan sebelumnya yang baru diperoleh saat ini, biasanya pembawa sebelumnya hanyalah sebagai titipan saja.
  • Turunan sebawai warisan, dimana pusaka yang diperoleh merupakan pusaka leluhur/orang tua yang diwariskan kepada keturunannya. biasanya pusaka ini sudah menurun khasiat/tuahnya semenjak pemiliknya meningal dunia.
benda pusaka hasil pasupati, juga dibagi 2, yaitu:
  • Pusaka kuno yang dipasupati, dimana benda pusaka yang dipasupati memang sudah berumur tua, biasanya berasal dari pusaka turunan, baik yang diwariskan atau dimaharkan dari orang lain.
  • Pusaka Baru yang dipasupati, dimana benda pusaka (replika) hasil budaya yang lebih sering disebut "Kamardikan", yang berumur kurang dari 500 tahun (masa kerajaan sebelum penjajahan), yang merupakan hasil karya para pengerajin benda pusaka dimasa saat ini. benda pusaka ini yang saat ini banyak beredar di masyarakat, yang diperoleh dari barter maupun hasil memaharkan (membeli).

Cara Gunakan Benda Pusaka

setelah mengetahui cara mendapatkan benda pusaka diatas, dengan mudah kita dapat mengetahui cara penggunaannya. memang secara umum, cara menggunakan benda-benda pusaka bertuah tersebut yaitu dengan membawanya langsung, tetapi apakah semudah itu? terus bagaimana dengan pertanyaan-pertanyaan dari para penggemar yang mengatakan tuah pusakanya seperti hilang?
untuk menjawab hal tersebut, berikut ini tata cara menggunakan benda pusaka bertuah sesuai dengan cara mendapatkannya tersebut.

Pusaka yang diperoleh secara Gaib:
  • Paica: tinggal jaga "tenget"nya, tunas wangsuhnya saja.
  • Hasil Tarikan: pindah tangan sudah luntur tuahnya, dipasupati, jaga tengetnya, dan mesti dibawa saat diperlukan khasiatnya.
Pusaka yang diperoleh dari hasil Turunan:
  • Turunan Titipan: sama seperti halnya pusaka paica, tidak perlu dibawa kemana-mana, cukup tunas wangsuhnya saja serta jaga tenget-Nya.
  • Turunan Warisan: saat pemiliknya meninggal otomatis tuah pusakanya luntur, harus dipasupati kembali, jaga tengetnya dan dibawa saat diperlukan saja.
Pusaka hasil Pasupati:

  • Pusaka Kuno: hendaknya dirawat baik-baik, karena  tuah pusakanya luntur, harus dipasupati kembali, jaga tengetnya dan dibawa saat diperlukan saja.
  • Pusaka Kamardikan:  karena Pusaka Baru haruslah dipasupati dan dibawa saat diperlukan saja.


Sebagai Catatan penting Cara Gunakan Benda Pusaka:

Pusaka selain Paica, untuk menggunakannya tidaklah semudah menggunakan Pusaka Paica, karena Pusaka hasil Paica tersebut sudah diselaraskan oleh pemilik sejati pusaka tersebut, sedangkan Pusaka Non-Paica membutuhkan proses tambahan untuk mendapatkan tuah (khasiat) pusaka saat diperlukan. dengan kata lain, pusaka non-paica bila digunakan sudah pasti tidak akan berfungsi maksimal bahkan ada yang sampai tidak berfungsi sesuai tuah yang diharapkan.
kenapa bisa tidak berfungsi (berkhasiat) lagi?
benda pusaka tersebut sebenarnya masih memiliki tuah (khasiat) hanya saja untuk membangkitkan yoni dari tuah tersebut perlu usaha, yakni daya spiritual (kawisesan).
trus apa perlu belajar olah batin (kawisesan) untuk menggerakkan benda pusaka tersebut? caranya?
jawabannya, sangat perlu.
cara paling sederhana untuk mendapatkan daya batin (kawisesan) adalah melakukan sembahyang dengan baik, minimal sembahyang 2x sehari serta melukat secara rutin.  (baca: mantra muspa atau sembahyang)
cara yang lebih ektrim dengan ikut perguruan spiritual, belajar pernafasan dan belajar dari lontar-lontar kawisesan dibawah naungan seorang guru. (baca: cara belajar tenaga dalam kawisesan asli bali)
kenapa harus belajar kawisesan?
analogi tentang penggunaan benda pusaka;
benda pusaka itu bagai senjata pedang pendek

bila orang awam diberikan sebilah pedang, maka pedang tersebut kemungkinan digunakan untuk merabas rerumputan atau bahkan untuk memasak, padahal pedang yang diberikan adalah pedang terbaik sangat tajam milik panglima perang yang biasa digunakan untuk membunuh musuh-musuhnya. 

anggap saja, penerima ini mengetahui kehebatan pedang pendek ini, terus apakah orang tersebut bisa memenangkan sebuah pertempuran? sudah tentu tidak...

jang berharap bisa menang dalam pertarungan hanya mengandalkan senjata saja, kemampuan diri wajib juga dimiliki, dan senjata hanyalah sarana untuk mempercepat memperoleh tujuan dari pertarungan yaitu kemenangan.

jadi, benda pusaka tanpa kawisesan itu tiada gunanya.
benda pusaka bagaikan anak panah, yang bisa melesat dengan cepat dan mengenai sasarannya tepat sesuai keinginan dari pemiliknya, apabila pemilik benda pusaka tersebut mengerti cara menggunakannya, bagai memanah yang tidak hanya menarik tali busur saja, tetapi konsentrasi (fokus) ke tujuan sasaran itu juga sangat penting. tenaga untuk menarik tali busur juga memiliki peranan penting.
jadi, bila anda menerima anak panah pasupati milik dewa siwa sekalipun, bila anda tidak bisa memanah maka tiada guna anak panah (benda pusaka) tersebut.

ilmu kawisesan yang dipelajari juga harus sejalan dengan benda pusaka yang dimiliki. misalnya pis arjuna digerakkan oleh kawisesan yang berkaitan dengan mantra/kaputusan arjuna ataupun piolas lainnya. jangan sampai ilmu kawisesan yang didalami tidak sejalan dengan benda pusaka yang dimiliki. seperti halnya cara menggunakan pisau dapur akan berbeda cara penggunaannya dengan sabit.

ada sebuah pengecualian dalam menggunakan Benda Pusaka, dimana kadang kala benda pusaka yang digunakan bisa langsung digunakan tanpa belajar kawisesan. ini dapat terjadi apabila benda pusaka hasil pasupati yang diberikan langsung oleh Guru Spiritual ataupun Balian. contohnya sesabukan, cincin, dan lain sebagainya. hanya saja kelemahan dari benda pusaka ini akan langsung hilang kekuatannya apabila dipindah tangankan, baik dipinjam ataupun melanggar pandatangan yang di instruksikan oleh pemberi benda pusaka ini. dan apabila ingin dimaksimalkan kembali, harus dibawa ke orang yang mempasupati (yang membuatnya). dan apabila si pembuat tersebut meninggal, maka benda pusaka tersebut tidak bisa dipasupati ulang.
kawisesan sudah dimiliki, tetapi kenapa belum juga berfungsi maksimal?
ada 2 kemungkinan, 
pertama, anda belum memahami tuah sebenarnya dari benda pusaka yang dimiliki
kedua, mungkin ada benturan kawisesan. contoh; seperti halnya perlawanan secara spiritual, apabila masih juga tidak berfungsi maksimal itu sudah tentunya kawisesan yang anda miliki belum cukup menandingi lawan anda. jangan dikira tidak belajar ilmu kawisesan anda dengan mudah mengalahkan lawan anda, ingatlah daya spiritual bisa diperoleh dengan sembahyang, jadi walau tidak belajar ilmu kawisesan tetapi tingkat yoga saat orang tersebut sembahyang memiliki kualitas tinggi, maka ilmu kawisesan tingkat tinggi pula yang bisa menyandinginya.

dari tadi terus ada pengulangan kata "Tenget", tengein, tengang, Tenget-nya. apa arti dari tenget itu?
Tenget, istilah dalam bahasa bali yang dekat artinya dengan keramat, angker, wingit (bsh.jawa), tuah atau sakral. dibali ada prilaku masyarakat untuk menghindari, menjaga, melindungi, menghormati, mempertahankan bahkan memelihara sesuatu yang dianggap tenget, atau sesuatu yang disakralkan, disucikan dan dikramatkan. tenget bagi masyarakat bali mengisyaratkan larangan, pamali atau tabu tertentu terhadap sesuatu yang di-tenget-kan, oleh karenanya harus dijaga, dipelihara, dihormati dan dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya. negetang artinya memperlakukan dengan tidak sembarang alias "campah".

demikianlah sekilas tentang Cara Gunakan Benda Pusaka; Pis Bolong, Keris Pusaka dan Buluh Perindu
baca juga tulisan berikut ini:
semoga artikel ini bisa memberikan gambaran umum, bagaimana kinerja mistis dari "Benda pusaka" tersebut, semoga bermanfaat

6 komentar:

  1. permisi, mantap blognya, sekilas info jika sedang mencari dan ingin memaharkan pusaka dan mustika gaib berkhodam dan bertuah dasyat, silahkan cari dan lihat disini www.mustikapengasih.blogspot.com pin BB 2B2779DF / hp 081 236 015 379 terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya saya kira bulu perindu yang saya punya itu asli, ternyata tidak. Sekalipun itu adalah warisan dari orang tua, ternyata bulu perindu asli yang sebenarnya adalah yang telah melewati proses penyelarasan energi dengan pemakainya. Karena itulah, ada yang menyarankan meminta bantuan pada pakar bulu perindu untuk menyelaraskan energi bulu perindu dengan saya. Syukurlah, manfaat bulu perindu sekarang ini benar-benar bisa semakin kuat saya rasakan. Tidak hanya suami yang semakin sayang, anak-anak, keluarga, bahkan teman-teman di sekitar semakin sayang dan perhatian. Bagi anda yang ingin tahu cara menggunakan bulu perindu dengan benar, mungkin bisa mencoba seperti yang telah saya lakukan. Informasi selengkapnya ada disini > Minyak Bulu Perindu

      Hapus
    2. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa dulunya saya ini cuma seorang.
      penjual es kuter kelilin tiap malam. pendapatannya tidak seberapa dan.
      tidak pernah cukup dalam kebutuhan keluarga saya,, suatu hari saya dapat.
      informasi dari teman bahwa MBAH SUJARWO bisa memberikan angka ritual/goib.100% tembus.
      akhirnya saya ikuti 4D nya dan alhamdulillah memanG bener-bener terbukti tembus.
      saya sangat berterimakasih banyak kpd MBAH SUJARWO.atas bantuan MBAH saya sekarang.
      sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya bahkan saya juga sudah buka.
      usaha matrial dan butik pakaian muslim.
      Jika anda mau buktikan
      silahkan bergabun sama Mbah Sujarwo
      Di:http://sitogelsgp.blogspot.com Atau { KLIK-DISINI }
      No: tlp.0823-2424-4298
      Saya sudah buktikan benar2 tembus 3x permainan....!!!

      Hapus
  2. Makasih infonya gan, baru tau itu aku Bulu Perindu.



    Kemarin aku searching
    ada yang dibikin minyak bulu perindu katanya tinggal di semprot kayak
    minyak parfum biasa, di website ini aku dapetinnya >> Minyak Bulu Perindu 

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259 ATAU KLIK SITUS DANA GAIB

      Hapus
  3. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI seorang TKW dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKW, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    BalasHapus