Google+
Tampilkan postingan dengan label Cara Membuat Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Membuat Anak. Tampilkan semua postingan

Mantra bikin Anak Laki

Mantra bikin Anak Laki

Wanita harus dihormati dan disayangi oleh ayahnya, kakak-kakaknya, suami dan ipar-iparnya yang menghendaki kesejahteraan. Ungkapan itu termuat dalam kitab ''Manawa Dharma Sastra'' III.55 yang disusun Bhagawan Bhrigu, salah seorang penganut ajaran Manu. Meskipun ajaran itu sudah ditulis ribuan tahun silam, toh sampai saat ini rupanya masih banyak yang belum membaca apalagi menghayatinya. Buktinya, dalam beberapa hal tertentu, masih banyak orang ''menomorduakan'' anak perempuan ketimbang anak lakinya.

Jika anak perempuan itu merupakan anak pertama, tentu kedua orangtuanya amat sayang padanya. Namun jika anak itu merupakan anak kelima, dimana kakaknya perempuan semua, maka mungkin ia agak tidak diacuhkan. Bahkan mungkin orangtuanya menyesal, mengapa anak itu lahir.

Pasangan suami-istri (pasutri) yang baru menikah kebanyakan berharap memiliki anak laki dan perempuan. Namun jika disodorkan pertanyaan, pilih mana, dua anak laki-laki semua atau perempuan semua? Mungkin banyak yang memilih laki-laki semua.

Cara Membuat Anak Keturunan yang Suputra

Cara Membuat Anak Keturunan yang Suputra

Tujuan dari sebuah perkawinan adalah untuk memperoleh anak. Sebab, kelak diharapkan anak menjadi penyelamat keluarga, membebaskan leluhur dari api neraka? Karena itulah seorang anak disebut putra, artinya dapat membebaskan orang tua, atau leluhur dari penderitaan alias neraka.
Itulah sebabnya kehadiran seorang anak begitu penting bagi keluarga Hindu, khususnya Bali. 

Mengingat akan pentingnya kelahiran anak yang suputra dalam setiap rumah tangga, maka untuk hal itu diantaranya dapat dilakukan beberapa ritual sebagaimana tertuang dalam Lontar Smara Kriddha Laksana sebagai berikut:

Persiapan Melakukan Hubungan Suami Istri (Senggama)

sebelum melakukan pertemuan suami istri ada beberapa hal yangperlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:
  • Mantapkan niat, baik fisik maupun non-fisik
  • Haturkan sesuatu ke hadapan Bhetara Kawitan, berupa sesajen di Sanggah Kemulan,
  • Melakukan Persembahyangan bersama, yang kemudian di ikuti dengan Do'a Permohonan untuk memperoleh keturunan,
  • lakukan prosesi yang dibahas di "pertemuan suami-Istri (coitus)"
  • Selama Istri mengandung, suami/istri  pantang untuk membunuh binatang, mengendalikan emosi -ego, dan setiap hari ucapkan mantra "Gayatri" pada pusar istri serta mengucapkan mantra "Om Srikomadewa ya namah".