Google+
Tampilkan postingan dengan label Ritual Senggama (ML). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ritual Senggama (ML). Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Anak Keturunan yang Suputra

Cara Membuat Anak Keturunan yang Suputra

Tujuan dari sebuah perkawinan adalah untuk memperoleh anak. Sebab, kelak diharapkan anak menjadi penyelamat keluarga, membebaskan leluhur dari api neraka? Karena itulah seorang anak disebut putra, artinya dapat membebaskan orang tua, atau leluhur dari penderitaan alias neraka.
Itulah sebabnya kehadiran seorang anak begitu penting bagi keluarga Hindu, khususnya Bali. 

Mengingat akan pentingnya kelahiran anak yang suputra dalam setiap rumah tangga, maka untuk hal itu diantaranya dapat dilakukan beberapa ritual sebagaimana tertuang dalam Lontar Smara Kriddha Laksana sebagai berikut:

Persiapan Melakukan Hubungan Suami Istri (Senggama)

sebelum melakukan pertemuan suami istri ada beberapa hal yangperlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:
  • Mantapkan niat, baik fisik maupun non-fisik
  • Haturkan sesuatu ke hadapan Bhetara Kawitan, berupa sesajen di Sanggah Kemulan,
  • Melakukan Persembahyangan bersama, yang kemudian di ikuti dengan Do'a Permohonan untuk memperoleh keturunan,
  • lakukan prosesi yang dibahas di "pertemuan suami-Istri (coitus)"
  • Selama Istri mengandung, suami/istri  pantang untuk membunuh binatang, mengendalikan emosi -ego, dan setiap hari ucapkan mantra "Gayatri" pada pusar istri serta mengucapkan mantra "Om Srikomadewa ya namah".

Hari Baik Berhubungan Intim (Senggama)

Hari Baik Berhubungan Intim (senggama - Seks)

Dalam ajaran agama Hindu, ada empat tujuan hidup manusia yang disebut ‘Catur Purusa Artha’ yaitu:

  • dharma (kebenaran; dalam kontek lebih luas dapat diartikan sebagai pengetahuan),
  • artha (kekayaan),
  • kama (keinginan, nafsu, seksual), dan
  • moksa (pelepasan dari ikatan lahir-hidup-mati, kebebasan).

Seks merupakan salah satu kebutuhan biologis bagi mahkluk hidup, khususnya oleh mahkluk yang berkaki dua, memiliki hidung, bertangan dua, berjalan dengan berdiri, memiliki pikiran, yang disebut manusia.

Hubungan seks dianggap surganya bagi pasangan suami-istri, tak jarang membuat seseorang tenggelam dalam kesenangan dunia material. Hubungan seks (kama) merupakan salah satu tujuan hidup manusia setelah kekayaan (artha), akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut harus berlandaskan pada dharma (kebenaran, aturan, hukum). Demikian halnya melakukan hubungan badan (bersanggama, hubungan intim) memiliki tata kramanya sendiri.

Adapun untuk “Asanggama (berhubungan badan)” haruslah dipilh juga hari baiknya, ini bertujuan untuk menurunkan putra yang “Suputra Mahotama” , penurut, pintar, berbakti pada orang tua, murah rejeki dan berwibawa. bila tidak maka keturunan yang akan terlahir akan menyebabkan kesusahan bagi keluarga dan lingkungannya.

Secara umum berkaitan dengan masalah tata krama senggama, sebaiknya anda tidak melakukan senggama itu pada saat hari-hari berikut ini : 
  1. Hari-hari suci atau rerahinan jagat, 
  2. Bulan purnama/tilem, 
  3. Tanggal ke 14 (prawani) sehari sebelum purnama/tilem,
  4. Purwanin dina dan purwanin asih,
  5. Weton suami atau istri,
  6. Pada saat menstruasi untuk masa empat hari.