Google+
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Hindu Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Hindu Bali. Tampilkan semua postingan

Filsafat advaita dari sanskara acarya

Filsafat advaita dari sanskara acarya

Sutra-sutra atau aphorisme dari Wyasa merupakan dasar dari filsafat Wedanta dan telah di jelaskan oleh berbagai pengulas yang berbeda-beda. Dari penafsiran-penafsiran ini muncul beberapa aliran filsafat yaitu, Kewala Adwaita, dari sanskaracarya, filsafat monisme terbatas atau wisistadwaita dari sri ramanuja, filsafat Dwaita dari Sri Madhwarcarya, Filsafat BhedaBheda dari Sri Nimbarkacarya, Filsafat Acintya Bhedabheda dari Sri Caitanya dan filsafat Siddhanta dari Sri Meykandar.

Tiap-tiap sistem filsafat tersebut membicarakan tentang 3 masalah pokok yaitu tentang Tuhan, alam dan roh. Beberapa aliran filsafat hanya berbeda dalam mengusahakan penemuan kebenarannya. Acarya-Acarya yang berbeda, dari aliran filsafat yang berbeda secara nyata, menjadi pendiri dari sekte-sekte dan sistem-sistem yag terkenal. Para pengikut dari aliran-aliran filsafat ini mencoba untuk membuktikannya dengan menafsirkan Wedanta Sutra sesuai dengan pendapat mereka sendiri; menunjukkan pendapat yang di dasarkan atas, dan secara teratur di kembangkan, dari tradisi kuno.

Tri Kaya Parisudha

Tri Kaya Parisudha sebagai landasan pendidikan

Tri Kaya Parisudha berasal dari kata:
  • “Tri” yang berarti tiga, 
  • “Kaya” berarti perilaku atau perbuatan, dan 
  • “Parisudha” yang berarti baik, bersih, suci atau disucikan. 
Tri Kaya Parisudha artinya tiga perilaku manusia berupa pikiran, perkataan, dan perbuatan yang harus disucikan. Pikiran, perkataan, dan perbuatan yang disucikan dimaksudkan perilaku manusia yang baik atau perilaku manusia itu tidak boleh dikotori dengan perilaku yang tidak baik. Ketiga perilaku yaitu berpikir, berkata, dan berbuat yang baik harus selalu dijadikan pedoman khususnya bagi umat Hindu dan bagi umat manusia pada umumnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungannya, manusia dengan sesamanya, dan munusia dengan maha pencipta.

Hindu Bali

Hindu Bali

Hindu Bali disebut pula Agama Hindu Dharma atau Gama Tirtha (agama Air Suci) adalah suatu praktik agama Hindu yang umumnya diamalkan oleh mayoritas suku Bali di Indonesia.

Hindu Bali merupakan sinkretisme atau penggabungan sekte - kepercayaan Hindu atau dimasa sekarang lebih dikenal dengan sebutan Sampradaya, baik aliran Siwa Sidhanta, Brahmana, Resi, Sora, Pasupata, Ganapatya, Bhairawa, Waisnawa, dan Sogatha dengan kepercayaan asli (local genius) suku Bali.

Tanya Jawab Tatwa dan Filsafat Hindu Bali

Tanya Jawab Tatwa dan Filsafat Hindu Bali

Hiruk pikuk dunia modern menuntut kita memberikan waktu lebih banyak untuk mengejar kehidupan duniawi dan kadang-kadang melupakan kehidupan spiritual kita. Dari percakapan Guru dan Murid di Asrama Jagathita, mungkin kita dapat bersantai sejenak dan menyimak pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang Agama dan Dharma yang diajukan oleh sang murid kepada gurunya. ini merupakan cara belajar yang sering disebut dengan Upadesa, yakni duduk di dekat guru. 
semoga percakapan ini bermanfaat.

Tersebutlah seorang guru suci yang bernama Rsi Dharmakerti. Beliau tinggal di dalam asrama Jagathita yang telah terkenal karena pengetahuan dan laksananya dalam kebenaran yang tinggi yaitu Dharma atau Dhamma.