Google+
Tampilkan postingan dengan label Om Swastiastu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Om Swastiastu. Tampilkan semua postingan

Tanya Jawab Tatwa dan Filsafat Hindu Bali

Tanya Jawab Tatwa dan Filsafat Hindu Bali

Hiruk pikuk dunia modern menuntut kita memberikan waktu lebih banyak untuk mengejar kehidupan duniawi dan kadang-kadang melupakan kehidupan spiritual kita. Dari percakapan Guru dan Murid di Asrama Jagathita, mungkin kita dapat bersantai sejenak dan menyimak pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang Agama dan Dharma yang diajukan oleh sang murid kepada gurunya. ini merupakan cara belajar yang sering disebut dengan Upadesa, yakni duduk di dekat guru. 
semoga percakapan ini bermanfaat.

Tersebutlah seorang guru suci yang bernama Rsi Dharmakerti. Beliau tinggal di dalam asrama Jagathita yang telah terkenal karena pengetahuan dan laksananya dalam kebenaran yang tinggi yaitu Dharma atau Dhamma.

Makna Universal Om Swastyastu

Makna Universal Om Swastiastu

UMAT Hindu di Indonesia, kalau saling berjumpa dengan sesamanya, umumnya mengucapkan Om Swastyastu.

Selanjutnya perlu kita pahami bersama makna apa yang berada di balik ucapan Om Swastyastu tersebut. Umat Hindu di India umumnya mengucapkan Namaastu kalau bertemu dengan sesamanya. Bahkan, ucapan itu dilakukan secara umum oleh masyarakat India. Para pandita maupun pinandita dalam memanjatkan pujastawa sering kita dengar menutup pujastawanya dengan Om naamo namah. Inti semua ucapan itu pada kata naama, yang dalam bahasa Sansekerta artinya menghormat. Dalam bahasa Jawa Kuno disebut dengan sembah.

Kata sembah dalam bahasa Jawa Kuno memiliki lima arti. Sembah berarti menghormati, menyayangi, memohon, menyerahkan diri dan menyatukan diri. Karena itu, umat Hindu di Bali mengenal adanya Panca Sembah yang diuraikan dalam lontar Panca Sembah. Dalam tradisi Hindu di Bali ada sembah ke bhuta, ke manusa, ke pitra, ke dewa dan Hyang Widhi.
  • Kalau menyembah bhuta atau alam semesta tangan dicakupkan di pusar. Sembah seperti itu berarti untuk mencurahkan kasih sayang kita pada alam untuk menjaga kelestariannya.
  • Menyembah sesama atau pitra, mencakupkan tangan di dada. Sembah seperti itu adalah untuk menghormati sesama manusia.
  • Menyembah dewa tangan dicakupkan di selaning lelata yaitu di antara kening di atas mata. Hanya menyembah Tuhanlah tangan dikatupkan dengan sikap anjali di atas ubun-ubun. Ini artinya hanya menyembah Tuhanlah kita serahkan diri secara bulat dan satukan diri sepenuh hati.

Om Swastiastu - salam sekaligus doa

Om Swastiastu - salam sekaligus doa

Om Swastiastu, merupakan salam pembuka yang biasa diberikan oleh orang bali kepada seseorang yang ditemuinya. Dan saat ini UMAT Hindu di Indonesia, kalau saling berjumpa dengan sesamanya, umumnya mengucapkan Om Swastyastu. Salam umat ini sekarang telah menjadi salam resmi dalam sidang-sidang Dewan Perwakilan maupun pertemuan resmi lainnya, adapun maksud dari salam tersebut adalah sapaan sekalugus doa untuk lawan bicara agar orang tersebut selalu diberkahi oleh Tuhan YME. 
adapun penjelasan mengenai kata tersebut, dapat dilihat dari percakapan Rsi dengan seorang suyasa. Setelah sang Suyasa memperbaiki cara duduknya. 

Rsi Dharmakertipun mulailah: 
“Anakku, tadi anakku mengucapkan panganjali: “Om Swastyastu”. Tahukah anakndaapa artinya? 
Jika belum, dengarlah! OM adalah aksara suci untuk Sang Hyang Widhi. Nanti akan Guru terangkan lebih lanjut. Kata Swastyastu terdiri dari kata-kata Sansekerta: SU + ASTI + ASTU, Su artinya baik, Asti artinya adalah, Astu artinya mudah-mudahan. 
Jadi arti keseluruhan OM SWASTYASTU ialah “Semoga ada dalam keadaan baik atas karunia Hyang Widhi”.