Google+
Tampilkan postingan dengan label Gusti Bija Pinatih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gusti Bija Pinatih. Tampilkan semua postingan

I Dewa Manggis Kuning Menikahi Gusti Ayu Nilawati dan Gusti Ayu Pahang

I Dewa Manggis Kuning Menikahi Gusti Ayu Nilawati dan Gusti Ayu Pahang

Setelah malam, I Gusti Putu Pahang bertimbang rasa dengan I Dewa Manggis Kuning : 
“:Aum I Dewa Manggis anakku I Dewa, merasa sulit Bapak menyembunyikan I Dewa di sini. Sekarang lebih baik I Dewa berpindah tempat dari sini, sebab Bapak malu dengan Ki Arya Kenceng. Dan lagi Bapak sangat mengasihi ananda I Dewa, agar I Dewa bisa meneruskan hidup – panjang umur. Ini ada anak Bapak seorang, agar mendampingi ananda dipakai isteri. Putri Bapak ini bernama I Gusti Ayu Pahang”. 
Demikian hatur I Gusti Putu Pahang disaksikan oleh ayahandanya Ki Arya Bija Pinatih. Kemudian dijawab oleh I Dewa Manggis dengan rasa penuh prihatin :
”Aum ayahanda Ki Arya Pinatih, sangat besar rasa kasihan Ayahanda kepada saya, tidak akan bisa saya membayar prihal kasih saying Ayahanda kepada diri saya”.

Menjawab Ki Arya Bija Pinatih :
”Duh mas juwintaku I Dewa, janganlah Ananda berkata demikian. Ini cucu Bapak I Gusti Ayu Pahang akan mendampingi I Dewa bersasma kemenakan Bapak I Gusti Ayu Nilawati, di mana saja I Dewa bertempat tinggal kelak. Kalau ada kasih Ida Hyang Parama Kawi, ada keturunan dari anak-anak Bapak, maka mudah-mudahanlah ada anugerah Ida Sanghyang Widhi Wasa, kelak mungkin ananda memiliki banyak rakyat, saat itu I Dewa Manggis agar ingat pernah memperoleh kasih saying dari Bapakmu ini. Jikalau nanti Bapakmu ini tidak lagi hidup di dunia, juga I Dewa Manggis sudah tidak ada, di kelak kemudian hari agar keturunan I Dewa Manggis senantiasa ingat dengan perjalanan Bapak mengupayakan keselamatanmu seperti sekarang ini, serta dapat memberikan nasehat kepada para putra, terus sampai ke cucu, wareng, kelab agar tidak putus bertali asih” 
Demikian perbincangan mereka semua seraya sepakat untuk tidak akan lupa ber sanak saudara I Dewa Manggis Kuning dengan kasih sayang dari Ki Arya Pinatih.

Kemudian samalah kehendak I Dewa Manggis Kuning seperti perjanjiannya dengan Ki Arya Pinatih, dan usailah perbincangan itu, kemudian I Dewa Manggis Kuning menyunting dua isteri, seorang puteri Anglurah Agung Pinatih Rsi yang bernama I Gusti Ayu Nilawati serta putri I Gusti Putu Pahang, atau cucu Anglurah Pinatih Bija yang bernama I Gusti Ayu Pahang.

Kyai Angelurah Pinatih Mantra di Bali

Kyai Angelurah Pinatih Mantra di Bali

setelah kemenangan Majapahit dalam perang merebut kerajaan Bedahulu, Kyai Anglurah Pinatih Mantra atau Angelurah Pinatih Mantra, diberikan tempat tinggal di Kerthalangu, Badung, menguasai kawasan Pinatih serta diberikan memegang bala sejumnlah 35.000 orang, yakni mereka yang merupakan rakyat dari Senapati Arya Buleteng. 

Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan sudah berusia senja kemudian di Samprangan beliau wafat berpulang ke Cintyatmaka pada saat mangrwa wastu sirnna pramana ning wang atau tahun Isaka 1302, tahun Masehi 1380. Beliau diganti oleh putranya Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan.

Diceriterakan Kyai Anglurah Pinatih Mantra, memiliki putra laki seorang, bernama:

  • Kyai Anglurah Pinatih Kertha atau I Gusti Anglurah Pinatih Kejot, Pinatih Tinjik atau I Gusti Pinatih Perot. 

Beliaulah yang dikenal menyerang serta mengalahkan kawasan Bangli Singharsa sewaktu pemerintahan Ngakan Pog yang menjadi manca di sana, sesuai dengan perintah Ida Dalem Ketut Ngulesir atau Ida Dalem Smara Kepakisan yang menjadi penguasa tahun Masehi 1380 sampai dengan 1460. 

Kyayi Anglurah Pinatih Mantra sudah tua, kemudian berpulang ke sorgaloka. Kyai Anglurah Pinatih Kertha Kejot berputra:

  • dari isteri pingarep bernama Ki Gusti Anglurah Pinatih Resi, 
  • dari isteri putri I Jurutkemong bernama Ki Gusti Anglurah Made Bija Pinatih 
  • serta putra laki-laki dari sor bernama I Gusti Gde Tembuku.

Diceriterakan kemudian, Kyai Anglurah Made Bija Pinatih sudah mempunyai putra, namun kakaknya I Gusti Anglurah Pinatih Rsi belum beristeri. 
Para putra I Gusti Anglurah Made Bija bernama:

  1. I Gusti Putu Pahang, 
  2. I Gusti Mpulaga utawi Pulagaan, 
  3. I Gusti Gde Tembuku, 
  4. I Gusti Nyoman Jumpahi, 
  5. I Gusti Nyoman Bija Pinatih dan 
  6. I Gusti Ketut Blongkoran. 

I Gusti Bija Pulagaan, sesuai perintah Ida Dalem Ktut Smara Kapakisan kemudian menjadi Manca di kawasan Singharsa Bangli sejak tahun Masehi 1453. Hentikan dahulu .