Google+
Tampilkan postingan dengan label ilmu Leak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu Leak. Tampilkan semua postingan

sekilas info tentang Ilmu Leak Bali

sekilas info tentang Ilmu Leak Bali

bila membicarakan tetang "LEAK", sebagian orang sudah pasti memiliki bayangan buruk, sebuah ilmu yang menyesatkan dan sudah pasti praktisinya orang jahat semua.
nah.... apabila anda juga memiliki pemikiran seperti itu juga, anda wajib membaca artikel sekilas info tentang Ilmu Leak Bali ini, karena secara tidak langsung anda akan saya suguhkan sekilas informasi tentang ilmu leak bali serta lontar pengeleakan yang tersohor kehebatan manra-mantranya.

ilmu leak merupakan salah satu ajian kawisesan yang berkembang dibali sejak jaman dahulu peninggalan sekte bhairawa, sehingga ada beberapa orang menganggap Ilmu Leak merupakan ilmu kawisesan asli bali, ini dikarenakan ilmu leak hanya beredar (lebih banyak) di daerah Bali.

mengenai arti kata "leak", belum ditemukan makna aslinya, yang jelas dan pasti, leak merupakan tehnik spiritual yang berbasis agama hindu, yang dikembangkan dan berkembang serta diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang masyarakat bali. karena ilmu ini adalah spiritual berbasis agama, maka anggapan beberapa penulis artikel tentang leak, yang menyatakan arti kata leak tersebut adalah penyihir/orang yang mempunyai kemampuan jahat (black magic) itu salah.

Ilmu Leak dalam Teologi Hindu Bali

Ilmu Leak dalam Teologi Hindu

Keberadaan Agama Hindu membawa pengaruh besar bagi kebudayaan masyarakat Indonesia pada umumnya dan Bali khususnya. Pengaruh Hindu menyebabkan masyarakat menghayati keberadaan Tuhan dengan sebuah pembuktian yang tidak dapat dipikirkan dengan akal sehat, yaitu dengan kekuatan ilmu gaib. Dengan kemampuan tersebut seseorang akan dipandang dan dihormati serta disegani, terlebih kemampuan yang dimiliki dipergunakan untuk membantu sesama.

Hindu merupakan agama bersumber dari kitab suci Weda dan merupakan agama wahyu yang diterima oleh maharsi berdasarkan pengalaman intuisi spiritual (Aparoksa-Anubhuti) dalam kitab-kitab upanisad, pengalaman-pengalamanya ini bersifat langsung dan sempurna. Pengalaman spiritual para rsi ini merupakan autoritas kebenaran-kebenaran yang tak ternilai dan membentuk kemuliaan Hinduisme (Sivananda, 2003: 2). Kekuatan Spiritual maharsi mampu mendengarkan suara alam yang diwahyukan Tuhan dan dipercaya oleh umat manusia sebagai sebuah ajaran agama yaitu Hindu. Kekuatan spiritual yang diterima maharsi merupakan warisan kepada seluruh umat manusia mencapai kebebasan. Sumber spiritual Hinduisme dalam Kitab suci Weda terdiri dari 4 bagian ditulis dalam bahasa Sansekerta kuno, bahasa Suci India dan Weda merupakan otoritas religius tertinggi bagi hampir semua tradisi Hinduisme. Masing-masing bagian weda memiliki beberapa periode berbeda kemungkinan antara tahun 1500 dan 500 SM. Bagian tertua adalah Reg, Weda berisikan kidung pujian dan doa-doa suci dilanjutkan dengan ritual-ritual pengorbanan yang berkenaan dengan kidung pujian vedik dan terakhir kitab-kitab upanisad. Kitab Upanisad berisikan intisari pesan spiritual Hinduisme, filosofis dan praktisnya (Capra, 2000:80).

Ilmu Kawisesan Asli Bali

Ilmu Kawisesan Asli Bali

Zaman dulu ilmu Kawisesan (kesaktian) sangat dibutuhkan untuk membentengi daerah atau kerajaan dari serangan luar. dalam perkembangannya, Ilmu Kawisesan asli bali kemudian sering disebut ilmu leak atau "ngeleak". Dalam mempelajari ilmu kawisesan ini tidaklah asal-asalan, melainkan membutuhkan pengendalian diri yang sangat kuat. Haruslah orang-orang yang tahu tentang hakekat kesucian diri karena ngeleak dalam prosesnya membutuhkan kesabaran bagi yang mempelajarinya.
"Apapun ilmu yang kita pelajari yang bersumberkan pada sastra agama harus secara kesucian hati tanpa ada ambisi di dalamnya
begitupun juga dengan ngeleak, Jangan selalu menganggap ngeleak itu sama dengan ilmu hitam dan menyakiti orang. Ilmu hitam dan cencerung berbuat jahat adalah desti, teluh, terangjana, maupun yang lainnya. Inilah ilmu hitam yang dikatakan menyakiti orang. Biasanya orang yang melakukan ini karena dendam, iri hati, ambisi untuk menguasai, inilah yang cukup berbahaya. Sedang ngeleak sendiri tidak berbahaya ilmu berhubungan dengan kekuatan sastra yang sering disebut pancaksara maupun dasaksara.

Lontar Kunti Sraya

Lontar Kunti Sraya

merupakan Lontar yang berisikan ilmu kawisesan, yang bisa dikategorikan pengiwa, karena sebagian besar berisikan mantra-mantra palepasan.
adapun isi dari lontar Kunti Sraya ini adalah:
  1. Keputusan Kunti Sraya
  2. aji Penangkeb
  3. pengraksa rikala madewa sraya
  4. pengarad hyang kunti sraya
  5. dan mantra-mantra madewasraya lainnya.

berikut ini salinan Lontar Kunti Sraya

Lontar Usadha Tengeran Sarab

Lontar Usadha Tengeran Sarab

Tengeran Sarab adalah jenis lontar usada/pengobatan tradisional Bali yang memuat nama-nama penyakit sarab, mantra, dan sarana pengobatannya.
Sarab dalam kamus Bali, Jawa Kuna berarti: penyakit gatal-gatal berupa bintik-bintik merah pada kulit bayi.
Penyakit sarab ada bermacam-macam bergantung pada gejala yang menyertainya. Misalnya:

  • kalau si bayi tidur terus, itu disebut sarab bangké, 
  • kalau sakitnya senut-senut disebut sarab barong, 
  • kalau kaki dan tangannya saling terkait disebut sarab pamali, 
  • kalau tidak bisa menangis disebut sarab getih/darah, 
  • kalau menangis tiada hentinya disebut sarab laplap. 

Selain itu, lontar tersebut juga menjelaskan berbagai permasalahan pada bayi dan cara menjaganya agar terhindar dari berbagai kejahatan yang disebabkabn oleh ilmu hitam, seperti dhesti dan léyak.

Adapun cara menangkal berbagai kegiatan itu berupa mantra yang diberi judul antara lain: wéda krettha kundawijaya yang berguna untuk berbagai hal; pengesengan upas yang berguna untuk menetralkan segala macam racun; pematuh agung, pengraksa jiwa; dan sebagainya.

berikut ini salinan lontar Usadha Tengeran Sarab

Ilmu Pengasih dalam Lontar Piwelas

Ilmu Pengasih dalam Lontar Piwelas

Lontar milik : Ida Rsi Bujangga, Gria Tegal Cangkring, Negara.
Piwelas adalah jenis lontar kediatmikan yang tergolong ilmu kawisesan pangiwa.
Piwelas adalah kata bahasa Bali yang berarti pengasihan.
Lontar tersebut tidak hanya memuat aji pengasihan atau guna-guna, tetapi juga ilmu hitam yang lainnya, yaitu aji pengiwa dan pangliyakan.

Aji pengasihan atau guna-guna yang dimaksud adalah:

  1. Piwelas Ni Rangdéng Dirah, 
  2. Piwelas Bhatara Ghana, 
  3. Piwelas Jarring Sutra, dan
  4. Piwelas Kama Tantra. 

Aji pangiwa dan pangliyakan yang dimuat dalam lontar tersebut adalah:

  1. Kaputusan Bhatari Dhurga, 
  2. Kaputusan Siwa Sumdhang, 
  3. Kaputusan Batur Klika, 
  4. Waringin Mas, 
  5. Tumpang Wredha, 
  6. Brahma Sumeru, 
  7. Pangliyakan Kandhaphat, 
  8. Kaputusan Sang Hyang Aji Lawéyan, dan 
  9. Kaputusan Léyak Gundul. 

Selain ajian-ajian tersebut, lontar yang diberi judul piwelas milik Ida Rsi Bujangga, Geriya Tegal Cangkring, Negara itu, juga memuat ajian-ajian yang lain, seperti:

  1. Pamancut Guna, 
  2. Tungkub Buwana, 
  3. Tutulak Pangraksa Jiwa, 
  4. Paséwakan, 
  5. Tutulak Sakti, 
  6. Pametuwan Bhuta ring awak, 
  7. Sasirep Kaputusan Maling Maguna, dan sebagainya.

Mantra Leak Bali ilmu Kawisesan syarat jadi Balian Sakti dan Jro Gede

Mantra Leak Bali ilmu Kawisesan syarat jadi Balian Sakti dan Jro Gede

Balian Sakti
Mantra ilmu Balian Sakti
berikut ini saya mencoba share sedikit informasi tentang tenaga dalam Kawisesan dibali, yang mungkin menjadi acuan dan salah satu syarat untuk menjadi Dukun/Paranormal di Bali yang kemudian sering dikenal dengan istilah gagelaran Balian Sakti serta biasanya juga menjadi gagelaran yang hendak menjadi Jro Gde atau Jero Gede (eka jati).

menurut ajaran gama tirta yang telah menyatu dengan Budaya Bali, Cakepan berikut ini dianggap penting, karena gagelaran ini sering digunakan untuk membantu/menolong umat yang memerlukan.
adapun beberapa lontar yang sering dijadikan acuan diantaranya; Lontar Barong Swari, Lontar Bhairawi Tatwa, Lontar Bhama Kertih, lontar Bhuanakosa, Lontar Bhumi Kemulan, lontar Bodha kecapi, lontar Brahmokya Widhisastra, Lontar Canting Mas, Lontar Catur Sanak, Lontar Dewa Tattwa, Lontar Dharma Caruban, Lontar Durga Bhairawi, Lontar Ganapati Tattwa, Lontar Kala Tatwa, Lontar Kamoksan, Lontar Pemahayu Jagat, Lontar Panglukuhan Dasaksara, Lontar Pengerehan, Lontar Ratuning Kawisesan, lontar Sanghyang Aji Swa-mandala, Lontar Siwa Tantra, Lontar Sudamala,  serta lontar lainnya yang masih banyak beredar dibali.

Aneluh Nesti Nerangjana - Santet yang berpadu

Aneluh Nesti Nerangjana - Santet versi Bali

Praktik Dukun Santet
ilmu santet memang tidak dikenal di Bali (hindu) nabun buka berarti ilmu sejenis ini tidak ada.
dibali dikenal tiga jenis ilmu yang menakiti yaitu Aneluh, Nesti dan Nerangjana.
jenis ilmu tersebut dapat dimasukan kedalam jenis ilmu pengiwa karena menyakiti dan menyiksa korbannya, dari ketiga ilmu tersebut yang paling dekat pengertian "Santet" adalah Aneluh.
ilmu Aneluh ini digunakan untuk menyakiti seseorang dari jarak jauh. namun, korbannya tidak mengeluarkan benda seperti paku, jarum dan binatang, seperti yang terjadi dalam ilmu santet. korban hanya merasa sakit disekitar tubuh, sering gelisah, merasa panas atau dingin tanpa sebabyang jelas. setelah itu akan timbul rasa sakit yang tidak jelas. biasanya ilmu ini diterapkan oleh orang yang menguasai Ilmu Pengleakan untuk menyakiti atau mencari korbannya.