Google+

Tentang Gayatri Mantram

Tentang Gayatri Mantra

Stuta maya varada vedamata pracodayantam pavamani dvijanam. Ayuh pranam prajam pasum kirtim dravinan brahmawarcasam, Mahyam dattwa vrajata brahmalokam. (Atharvaveda XIX.71.1)
Gayatri mantram yang diakhiri dengan kata pracodayat, adalah ibunya dari empat veda (Rgveda, Yayurveda, Samaveda, Atharwaveda) dan yang mensucikan semua dosa para dvija. Oleha karena itu saya selalu mengucapkan dan memuja mantram tersebut. Gayatri mantram ini memberikan umur panjang, prana dan keturunan yang baik, pelindung binatang, pemberi kemasyuran, pemberi kekayaan, dan memberi cahaya yang sempurna. Oh Tuhan berikanlah jalan moksa padaku.

Mantra tersebut adalah mantra dari Atharwaveda. Veda secara luas dianggap sebagai sumber dari segala pengetahuan sejati, kata “Veda” itu sendiri berarti “Pengetahuan”. Di situ dijelaskan Gayatri mantra. Gayatri Devi juga memberikan “Mantra Gayatri” kepada umat manusia yang juga dikenal sebagai “Mantra Guru”atau “Mantra Savitri”, mantra terdapat dalam veda dan mantra ini adalah paling suci diantara mantra. Veda, Upanisad, purana dan Bhagawad gita, selalu mengatakan bahwa gayatri mantra paling suci dan penting, mantra ini perlu dan harus diucapkan setiap orang yang ingin mendapatakan kebahagiaan dunia dan moksa, begitu pentingnya gayatri mantra sehingga tuhan menurunkan mantra dalam atharwaweda untuk penjelasan gayatri. Gayatri Mantram adalah salah satu mantra tertua, dan umumnya dianggap sebagai mantra tertinggi dan paling kuat diantara semua mantra. Oleh karena itu, mantra ini sering disebut sebagai “Bunda Weda”. Dalam Bhagavad Gita X.35, Sri Krishna telah menyatakan kepada Arjuna – “Diantara semua mantra, Akulah Gayatri”.


Dalam mantra di atas dijelaskna bahwa mantra yang berakhir dengan kata “Prachodayat” yang berarti Tuhan Selalu memberikan KaruniaNYA dan selalu melindungi. Jadi mantra denagn akhir Prachodayat yang terdapat dalam Gayatri mantra adalah Mantra Pokok, dalam seluruh Weda.

Kata "Gayatri" sendiri menjelaskan alasan keberadaan mantra ini. Ini berawal pada frase bahasa Sansekerta "Gayantam Trayate iti", dan mengacu bahwa mantra yang menyelamatkan pelantun dari semua situasi buruk yang dapat menyebabkan kematian.

Seperti yang tertuang dalam ayat suciNya, Gayatri Mantra didedikasikan untuk Dewa Savitr (savitúr), sang fajar (dewa surya). PengucapanNya diawali deng OM () dan rumusan "bhur bwah swah (भूर् भुवः स्वः)", merupakan rumus tradisional yang dikenal sebagai Mahavyahrti (mantra yang sangat mistis). Ini awalan dari mantra yang tepat digambarkan dalam Taittiriya Aranyaka 2.11.1-8, yang menyatakan bahwa pembacaan kitab suci selalu untuk memulai dengan nyanyian suku kata OM, diikuti oleh tiga Vyahrtis dan ayat Gayatri. mantra ini merupakan mantra yang sangat penting dalam upacara Upanayanam, yang selalu diucapkan oleh para Dvija setiap pagi menyambut sang fajar.


Gayatri mantra terdiri dari satu irama lagu yang terdiri dari 24 suku kata - umumnya diatur dalam tiga serangkai dari delapan suku kata masing-masing. Oleh karena itu, irama lagu tertentu (tripathi) juga dikenal sebagai irama lagu Gayatri atau "Gayatri Chhanda."
Mantra:
ॐ भूर्भुवः॒ स्वः ।
तत्स॑वितुर्वरे॑णियं(तत्सवितुर्वरेण्यं) ।
भ॒र्गो॑ दे॒वस्य॑ धीमहि। ।
धियो॒ यो नः॑ प्रचो॒दया॑त्॥ ।
Oṃ bhūr bhuvaḥ svaḥ
tát savitúr váreṇ(i)yaṃ
bhárgo devásya dhīmahi
dhíyo yó naḥ prachodáyāt (RgVeda 3.16.10, Samaveda 1462)
Artinya :
"O engkau keberadaan Absolute, Pencipta tiga dimensi, kami merenungpada cahaya ilahi-Mu. Semoga Dia merangsang kecerdasan kita dan memberikan kepada kita pengetahuan yang benar."
Atau singkatnya:
"O ibu Ilahi, hati kita dipenuhi dengan kegelapan. Mohon agar kegelapan ini dijauh dari kami dan meningkatkan pencahayaan dalam diri kita."
Dalam mantram tersebut dijelaskan bahwa “Jika seseorang selalu mengucapkan Gayatri Mantarm dengan baik segala keinginan yang baik akan selalu dipenuhi”. Hal tersebut terbukti dengan adanya kata “Warhadah” yang berarti seluruh keinginan baik bisa dipenuhi melalui dengan Gayatri Mantram tersebut. Gayatri mantram juga menjadi penebus dosa-dosa seseorang yang pernah dilakukan dengan sadar maupun tidak. Sehingga untuk menebus semua dosa bisa dengan berjapa Gayatri Mantram.

Demikian juga para Dwija akan menjadi suci dengan ucapan Gayatri Mantram. Dwija juga berarti lahir yang kedua kali, yaitu pertama dari Ibu dan yang kedua kali dari guru. Karena sang guru “Melahirkan” kita dengan memberikan kita pengetahuan untuk mencapai Moksa. Lebih lanjut dijelaskan jika seseorang setiap hari mengucapkan Gayatri Mantram, maka dia akan mendapatkan umur panjang, Prana yang sehat, keturunan yang cerdas dan sehat, tidak akan mendapat gangguan dari mahluk lain, mendapat nama baik (berkenalan dalam masyarakat), diberkati kekayaan, dan selalu akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirnya akan mendapatkan Moksa.

Mantra Gayatri ini tercantum dalam Rgveda III.62.10 yang ditemukan oleh Maharsi Wiswamitra, yang merupakan salah satu Sapta Rsi yang menerima wahyu langsung dari Hyang Widhi/Tuhan yang maha Esa. Rsi Wiswamitra lah menginisiasi Sri Rama dalam misteri pemujaan Surya melalui mantra Aditya Hrdayam (dalam wiracerita Ramayana). Mantra Gayatri membuat Rsi Wiswamitra mampu menggunakan berbagai senjata langka yang mematuhi kehendaknya bila mantra itu diucapkan dengan penuh keyakinan. Melalui kesaktian yang diperolehnya dengan cara ini, Wiswamitra dapat menciptakan alam semesta yang sama dengan jagat raya kita ini.

Gayatri, Dewi berwajah lima, memiliki makna lima indra atau Pranas, dan melindungi jiwa ini dengan kekuatan lima ini dari mereka yang mengucapkan mantra Gayatri. Dalam perannya sebagai pelindung, Gayatri disebut sebagai Savitri.

Mantra Gayatri telah dihormati selama ribuan tahun oleh umat Hindu dan Buddha yang juga disebut “Mantra Cahaya Spiritual.” mantra ini dipercayai dapat menyembuhkan tubuh, Roh dan menerangi intelektual kita. mantra ini memiliki efek yang sama seperti Maha Mantra Mrityunjaya yang dapat menyembuhkan tubuh dari sakit dan depresi. Mantra Gayatri adalah Sumber Mantra Veda yang lebih tinggi dari India, diyakini bahwa orang yang mengucapkan dan melapalkan Mantra Gayatri ini akan bebas dari segala beban dosa yang dilakukan.

Hal ini dianggap menjadi kendaraan tertinggi untuk memperoleh pencerahan spiritual. Selain itu, mantra dipercaya dapat mengaktifkan semua tujuh Cakra utama dalam tubuh dan menghubungkannya dengan ke tujuh keberadaan alam spritual alam semesta (sapta loka).

Di India, bentuk doa Gayatri bisanya dapat digunakan untuk berdoa kepada Dewa Siwa disebut Rudra Gayatri. Demikian pula, seseorang dapat bernyanyi untuk Dewa Ganesha Gayatri Ganesha, Hanuman Gayatri untuk Hanoman, dan Saraswati Gayatri untuk Dewi Saraswati.

Bentuk Chanda Gayatri Mantra

Chanda atau mentrum (wirama) merupakan aturan jumlah suku kata di dalam sebuah baris pada mantra weda. sebuah mantra weda pada umumnya terdiri dari tiga atau empat "pada" atau baris.  secara umum canda terbagi atas 2 jenis mentrum, yaitu:
  1. yang biasa (sedang) yang terdiri atas: Gayatri (24 suku kata), Usnih (28 suku kata), Anustubh (32 suku kata), Brhati (36 suku kata), Pankti (40 suku kata), Tristubh (44 suku kata) dan Jagati (48 suku kata).
  2. yang panjang terdiri atas: Atijagati (52 suku kata), Sakvari (56 suku kata), Atisakvari (60 suku kata), Asti (64 suku kata), Atyasti (68 suku kata), Dhrti (72 suku kata) dan Atidhrti (76 suku kata).
tetapi bila dirujuk dalam jenis-jenis Chanda, gayatri mantram termasuk dalam mentrum Gayatri tetapi dengan variasi yang disebut Nicrt Gayatri karena penggalan suku katanya hanya 23, bukan 24 suku kata. berikut ini penggalan suku kata dalam sloka gayatri mantram:

Tat – Sa-vi-tur – Va-re-nyam
'= 7 suku kata
Bhar-go – De-va-sya – Dhi-ma-hi
'= 8 suku kata
Dhi-yo – Yo – Nah – Pra-co-da-yat
'= 8 suku kata
jumlah
'= 23 suku kata

Makna Yang Terkandung dalam Mantra Gayatri


Gayatri merupakan mantra yang sangat unik karena merupakan perwujudan dari tiga konsep stotra (nyanyian pujian dan kemuliaan Sang Hyang Widhi), dhyaana (meditasi) dan praarthana (doa).

Ketiga bagian/konsep ini juga dapat dilukiskan sebagai berikut:
  1. Pujian kepada Savita. Mula-mula Tuhan dipuja puji.
  2. Meditasi pada Savita. Setelah itu Tuhan direnungkan dengan Khidmat.
  3. Doa kepada Savita. Diajukanlah permohonan kepada Tuhan untuk membangkitkan dan menguatkan akal budi atau kemampuan pertimbangan yang bijak dalam diri kita.

Kalau kita telusuri makna dari setiap kata-kata dalam mantra Gayatria, adalah sebagai berikut:
  • Aum = Brahman/Tuhan;
  • bhur = perwujudan dari energi spiritual yang vital (Pran);
  • bwah = penghancur penderitaan;
  • swaha = perwujudan dari kebahagiaan;
  • tat = itu;
  • Savitur = terang seperti matahari (sinar fajar); dewa surya
  • varenyam = terpilih, terbaik;
  • Bhargo = penghancur dosa-dosa;
  • Devasya = ilahi;
sembilan kata pertama menggambarkan kemuliaan Hyang Widhi
  • dhiimahi = dapat menyerap; berkaitan dengan meditasi
  • dhiyo = intelek;
  • yo = yang;
  • Naha = kita;
  • prachodayat = dapat menginspirasi!
“dhiyo yo na prachodayat” adalah doa kepada Tuhan

Mantra Gayatri mengindikasikan ilmu pengetahuan yang terutama akan hakikat penyatuan dengan Sang Atman yang hadir di dalam diri kita dan Yang Maha Hadir di mana saja.

Yang mengetahui akan segala bentuk budhi (intelek) yaitu Yang Menerangi semua bentuk pikiran dan hadir di semua bentuk intelek, yang merupakan Saksi dari semua bentuk budhi …. Ialah Sang Jati Diri yang disiratkan oleh Mantra Gayatri.

Maha Brahma, Realitas transedental yang Hakiki adalah merupakan Sang Jati Diri itu semata-mata, dengan mejapakan Gayatri, Beliau akan bangkit (di dalam diri kita). Sang Atman ini diindikasikan di Mantra Gayatri sebagai Sang Surya (Savitur).

Kata “tat” disini mengartikan yang maha hadir, Sang Atman di dalam diri kita, yang bukan tidak dan bukan lain adalah Sang Atman di dalam semuanya, yaitu Yang Maha Atman (Param Brahma).

Kata surya (Savitur) bermakna Tunggal, yaitu satu substratum bagi semua pengalaman delusi yang berbasiskan pruralitas dan juga berbagai permainan ilusi di medan penciptaan ini, termasuk juga dalam tahap pemeliharaan dan penghancurannya (kiamat, pralaya).

Kata “Varenyam” (Yang dipuja-puji, Yang dikagumi) berarti Dia (Itu) yang dituju setiap insan (semuanya), Yang bersifat ananda-rupam (rahmat, berkah yang tidak ada batasnya).

Kata “Bhargah” berarti yang menghancurkan semua bentuk kebodohan, ketidak-sempurnaan yang dipancarkan oleh kekurang-pengetahuan akan pemahaman Sang Ralitas. Dimana hasil-hasil kebodohan tersebut dihancurkan, maka di situ akan hadir kesadaran akan Realitas Yang Maha Esa secara segera.

Devashya” (Cahaya) di sini bermakna kesadaran yang senantiasa hadir, menerangi baik di dalam maupun di luar, di tiga tahap (alam) ….. kesadaran, alam-mimpi dan alam tidur-lelap.

Yang adalah sifatKu yang murni, yaitu AtmanKu, adalah tidak lain tetapi Berkah yang terutama, substratum untuk semuanya, jauh diluar berbagai penderitaan dan tragedi, bersinar sendiri, bersifat kesadaran yang murni, yaitu Brahman Itu Sendiri.

Sekarang jelaslah sudah bahwa Mantra-Gayatri ini mengindikasikan kesadaran dan kebangkitan (dalam arti yang dalam) dalam diri kita agar kita faham akan Hakikat Hyang Tunggal yang menghidupi setiap makhluk.

Kekuatan Mantra Gayatri

Para Maha Resi memilih dan dan menyusun kata-kata dalam Mantra Gayatri sehingga mantra ini tidak hanya menyampaikan makna tetapi juga menciptakan kekuatan tertentu dari kebijaksanaan yang benar melalui ucapan mantra ini. Waktu yang tepat untuk melantunkan mantra ini adalah tiga kali sehari – pada waktu fajar, tengah hari, dan saat senja. Waktu-waktu ini dikenal sebagai tiga sandhya atau yang lebih dikenal dengan tri sandya – pagi, tengah hari dan sore menjelang malam saat matahari mulai terbenam. Manfaat maksima dari mantra inil dapat diperoleh dengan melantunkan mantra sebanyak 108 kali yang dapat dengan menggunakan genitri. Namun, orang dapat mengucapkannya selama 3, 9, atau 18 kali jika tidak cukup waktu. Suku kata mantra mempunyai pengaruh yang sangat positif terhadap pembangkitan dan pembersihan semua chakra atau pusat energi dalam tubuh manusia – maka, pengucapan dan lafal yang tepat adalah sangat penting.

Nyanyian dari Mantra Gayatri menghapus semua rintangan di jalan kita untuk meningkatkan kebijaksanaan, pertumbuhan dan perkembangan rohani. Ajaran dan kekuasaan yang tergabung dalam Mantra Gayatri memenuhi tujuan ini. Hikmat yang benar mulai muncul segera setelah Japa (bacaan) dari Mantra Gayatri dilakukan.

Mantra Gayatri dalam Weda


Chandogya Upanisad 3.12.1,2,5 (Kualitas Gayatri)
  • Seluruh penciptaan ini adalah Gayatri. Dan Gayatri adalah mantra/suara suci – untuk menyanyikan (gayati) dan melindungi (trayati) seluruh penciptaan. Gayatri memang semua ini, apa pun yang ada. Suara adalah Gayatri; untuk berbicara memang menyanyi dan menghapus ketakutan dari semua ini yang ada.
  • Yang mana Gayatri ini, bahkan bumi ini, karena di bumi ini adalah semua makhluk ditetapkan dan mereka tidak melampaui itu.
  • Gayatri ini terkenal berkaki empat dan enam kali lipat.

Chandogya Upanisad 4.17.1-6 (Asal Bhur Bhuvah Svah)
  • Prajapati ( Tuhan sebagai pencipta dunia) merenungi di tiga dunia. Dari mereka, ia diekstraksi esensi mereka; api dari bumi, udara dari langit dan matahari dari surga.
  • Dia lebih jauh terpekur pada tiga dewa. Dari mereka, ia diekstraksi esensi mereka: Riks (Rg-veda) dari api, Yajus-mantra (Yajur-veda) dari udara, danSaman (Sama-veda) dari matahari.
  • Ia terpekur pada tiga Veda. Dari mereka, ia diekstraksi keberadaan mereka;Bhuh dari Riks, Bhuvah dari Yajus-mantra dan Svah dari Samans.
  • Oleh karena itu jika pengorbanan tersebut dianggap cacat pada rekeningRiks (atau Yajus atau Samans), kemudian dengan mantra ‘Bhuh Svaha’ (atau ‘Bhuvah Svaha’ atau ‘Svah Svaha’), imam Brahman harus menawarkan suatupersembahan khusus dalam api.

Jadi sesungguhnya, melalui esensi dari Riks (atau Yajus atau Samans), melalui kejantanan dari Riks (atau Yajus atau Samans), ia membuat baik cedera mengorbankan sehubungan dengan Riks(atau Yajus atau Samans).

Brahadaranyaka Upanisad 5.14.4 (Gayatri sebagai Pelindung)
Mantra Gayatri didasarkan pada kebenaran. Untuk kebenaran didasarkan pada kekuatan. Kekuatan adalah nafas, dan didasarkan pada napas. Jadi,Gayatri melindungi (tra) kekayaan (gaya) (napas!) Dari mereka yang berbicaradengan kesungguhan dan pengabdian. Ketika seseorang mengucapkanGayatri atas nama orang, melindungi napas orang itu juga!

Brahadaranyaka Upanisad 5.14.5 (Empat ‘endapan’ dari Gayatri)
  • Sloka ini berbicara tentang kekayaan tak terbatas yang terkandung dalam’endapan’ empat dari Mantra Gayatri.
  • Kaki pertama (Aum Bhur bhuvah Svaha) dikatakan setara dengan kekayaan yang terkandung dalam tiga dunia disatukan.
  • Kaki kedua (Tat Savitur varenyarn) dikatakan setara dengan kekayaan yang terkandung dalam Tiga Veda utama.
  • Jika satu orang menerima hadiah untuk memperluas sejauh ada makhluk hidup, yang akan sama kaki ketiga (Bhargo devasaya dhiimahi).
  • Kaki keempat (dheeyo yo nah prachodyaat) didasarkan pada kemuliaan matahari, yang kekuasaan dan kekayaan tetap tiada bandingnya dan tak tertandingi. Oleh karena itu, tidak ada jumlah kekayaan yang bisa menyamaikaki keempat dari Gayatri!

Makna Gayatri Mantra adalah anugrah pencerahan pada hati nurani ini. Nurani dalam Kegelapan akan dituntun ke jalan terang, hati yang terang akan dituntun pada perbuatan satwika.


baca juga artikel yang terkait dengan Gayatri Mantra:

Dalam agama Hindu kita mengenal banyak mantra sebagai bahasa komunikasi kepada Tuhan/Sang Hyang Widhi dan kita wajib mengetahui dan mengerti apa makna yang terkandung di dalamnya. Kesemua mantra mesti diketahui oleh pendeta/Peranda maupun pamangku (golongan brahmana) karena mempunyai kewajiban memimpin suatu upacara keagamaan. Sedangkan kita sebagai umat Hindu secara umum, minimal yang mesti kita ketahui adalah mantra Gayatri, Tri Sandya dan Panca Sembah. Walaupun kadang kala susah untuk menghapal, mantram Gayatri harus kita ketahui dan makna yang terkandung di dalamnya. Apagunanya kita mengucapkan mantra dengan khusuk tetapi tidak tahu makna apa yang terkandung di dalamnya.

Jadi, sebagai Umat Hindu yang baik, mari kita mengucapkan dan menghayati Gayatri Mantra dengan baik dan benar demi kebahagiaan alam semesta. demikian sekilas Tentang Gayatri Mantram, semoga bermanfaat.

2 komentar:

  1. mintol artikel yg lbh banyak lg boz....
    thanks tas artikelx... sangat bermanfaat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. inggih diusahakan, mohon masukannya juga

      Hapus