Google+
Tampilkan postingan dengan label kitab suci RgVeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kitab suci RgVeda. Tampilkan semua postingan

Sekilas Sloka tentang Ketuhanan, Filsafat, Etika dan Upacara

Sekilas Sloka tentang Ketuhanan, Filsafat, Etika dan Upacara

KETUHANAN

Dalam Sarasamuscaya, 35. Menyebutkan sbb :
Ekam yadi bhavecchastram sreyo nissamcayam bhavet’ bahutvadiha sastranam guham creyah pravesitam. (Sarasamuscaya, 35).
Artinya :
Yan tunggala keta Sang Hyang Agama, tan sangcaya ngwang irikang sinanggah hayu, swargapawargaphala, akweh mara sira, kapwa dudu paksanira sowing-sowang-hetuning wulangun, tan anggah ring anggehakena, hana ring guhagahwara, sira sang hyang hayu.
Terjemahan :
Sesungguhnya hanya satu tujuan agama, mestinya tidak sangsi orang yang disebut kebenaran, yang dapat membawa ke surga atau moksa, semua menuju kepadanya, akan tetapi masing-masing berbeda caranya, disebabkan oleh kebingungan, sehingga yang tidak benar dibenarkan; ada yang menyangka,bahwa di dalam gua yang besarolah tempatnya kebenaran itu.

Agama Veda dharma

Agama Veda dharma

Veda atau dalam istilah Bali disebut dengan WEDA, merupakan Wahyu yang diturunkan oleh Hyang Widhi (Tuhan) melalui para Rsi, dikumpulkan atau dihimpun menjadi suatu kitab suci. 
Kata Weda dapat dikaji melalui dua pendekatan, yaitu berdasarkan etimologi  (akar katanya) dan berdasarkan semantic (pengertiannya).
  • Secara etimologi berasal dari bahasa Sansekerta, dari akar kata "Wid" yang berarti mengetahui atau pengetahuan. Dari kata Weda yang ditulis dengan huruf A (panjang) berarti pengetahuan kebenaran sejati atau kata-kata yang diucapkan dengan aturan-aturan tertentu yang dijadikan sumber ajaran Agama Hindu. 
  • Secara semantic Weda berarti kitab suci yang mengandung kebenaran abadi, ajaran suci atau kitab suci bagi umat Hindu. Maharsi Sanaya mengatakan bahwa Weda adalah wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang mengandung ajaran yang luhur untuk kesempurnaan umat manusia serta menghindarkannya dari perbuatan jahat.
Weda adalah ilmu pengetahuan suci yang maha sempurna berasal dari Sang Hyang Widhi yang didengarkan oleh Para Maha Rsi melalui pawisik (wahyu), sehingga weda disebut Sruti yang berarti Sabda Suci atau pawisik yang didengarkan sehingga weda itu sebagian besar adalah nyanyian-nyanyian dari Hyang Widhi yang berbentuk puisi, dalam Weda disebut Chandra. Orang yang menghayati dan mengamalkan Weda akan mendapatkan kerahayuan atau ketenangan lahir batin.  

Dewa Rudra dan Maha Mrityunjaya Mantra

Maha Mrityunjaya Mantra 

Dua mantra besar Veda adalah Gayatri Mantra dan Mrityunjaya Mantra.
siapa yang belum mengenal Maha Mrityunjaya Mantra, berikut ini?
ॐ त्र्यम्बकं यजामहे सुगन्धिं पुष्टिवर्धनम् ।उर्वारुकमिव बन्धनान् मृत्योर्मुक्षीय मामृतात्
Om Tryambakam Yajaamahe Sugandhim Pushti Vardhanam,
Urvaarukamiva Bandhanaath Mrutyor Mukshiya Ma-Amritat
Ini berarti bahwa....
"Marilah kita menyembah Dia satu yang bermata tiga, yang suci (wangi) dan yang memelihara semua makhluk. Sama seperti mentimun matang secara otomatis dibebaskan dari keterikatannya dengan menjalar, mungkin kita akan dibebaskan dari kematian (tubuh kami yang fana dan kepribadian) dan diberikan (mewujudkan) alam keabadian kita. "
Mantra diatas adalah mantra yang di dedikasikan untuk Dewa Rudra.

Sloka Veda Tentang Etika dan Budaya Kerja

Sloka Veda Tentang Etika dan Budaya Kerja


Kurvan eveha karmânņi
Jijīviset satam samah
Evam tvayi nanyatheto-asti
Na karma lipyate nare. (Yajurveda XL.2)
artinya:
Orang hendaknya suka hidup di dunia ini dengan kerja keras selama seratus tahun. Tidak ada cara yang lain bagi keselamatan seseorang. Suatu tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri dan tidak memihak, menjauhkan pelaku dari keterikatan.

Icchanti devah sunvantam
Na svapnaya sprhayanti.
Yanti pramadam atandrah. (Atharvaveda XX.18.3)
artinya:
Para dewa menyukai orang – orang yang bekerja keras. Para Dewa tidak menyukai orang – orang yang gampang – gampangan dan bermalas – malas. Orang – orang yang selalu waspada mencapai kebahagiaan yang agung.

Sloka Veda berkaitan dengan Narkoba dan Prostitusi

Sloka Veda berkaitan dengan Narkoba dan Prostitusi


A. NARKOBA

Ragadi musuh maparo
Rihatya tonggwanya
Tan madoh ring awak ( Ramayana I. 4)
Artinya :
Nafsu, kemarahan, iri, dengki, angkuh dan kegelapan Adalah musuh terdekat dalam diri manusia dihatilah tempatnya tiada jauh dari diri.

Hyang Surya Raditya Dewa Matahari

Hyang Surya Raditya Dewa Matahari

Dalam ajaran agama Hindu, Dewa (Devanagari: देव) adalah makhluk suci, makhluk supernatural, penghuni surga, malaikat, dan manifestasi dari Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam agama Hindu, musuh para Dewa adalah Asura. 

Kata “dewa” (deva) berasal dari kata “div” yang berarti “bersinar”. Dalam bahasa Latin “deus” berarti “dewa” dan “divus” berarti bersifat ketuhanan. Dalam bahasa Inggris istilah Dewa sama dengan “deity”, dalam bahasa Perancis “dieu” dan dalam bahasa Italia “dio”. Dalam bahasa Lithuania, kata yang sama dengan “deva” adalah “dievas”, bahasa Latvia: “dievs”, Prussia: “deiwas”.

Surya (Sanskerta: सूर्य; Surya) adalah nama dewa matahari menurut kepercayaan umat Hindu. Surya juga diadaptasi ke dalam dunia pewayangan sebagai dewa yang menguasai atau mengatur surya atau matahari, dan diberi gelar "Batara". Menurut kepercayaan Hindu, Surya mengendarai kereta yang ditarik oleh 7 kuda. Ia memeiliki kusir bernama Aruna, saudara Garuda, putra Dewi Winata.

foto pre wedding indoor & outdoor di Bali

foto pre wedding indoor & outdoor di Bali

terima kasih sebanyak-banyaknya kami ucapkan kepada: Bali Wedding photografer Ari_arya dari Tabanan, Alit Studio grafis di sukawati dan Meliana Salon Sukawati, karena telah bersedia membantu pelaksanaan foto pre wedding indoor & outdoor kami di Bali.

kami bukanlah model, tapi untungnya kami mempunyai sahabat yang membantu kami melaksanakan foto prewed ini. berikut ini koleksi prewedding di bali yang mungkin bisa dijadikan Gambaran pemilihan Paket Prewedding murah di Bali. adapun hasilnya adalah:

Lokasi Foto Prewedding di Artcenter Denpasar Bali

foto pre wedding di Artcenter bali
Foto Pre wedding lokasi di Artcenter Bali

Dupa Bali hio harum dalam Sloka Kitab Suci Veda

Dupa Bali hio harum dalam Sloka Kitab Suci Veda

sloka kitab suci veda yang berkaitan dengan peranan pentingnya dupa (api suci) dalam konteks spiritual adalah sebagai berikut:

Kitab Suci RgVeda

Dalam kitab RgVeda X.151.5 disebutkan bahwa API merupakan salah satu persembahan kepada Tuhan.
Berikut kutipan dari sloka RgVeda X.151.5 ;
Sraddhaya agnihsamidhyate
Sraddhaya huyate havih
Sraddham bhagasya murdhani
Vacasa vedamayasi
Yang artinya:
Api pengorbanan (persembahan) dinyalakan dengan keyakinan yang mantap (sraddha). Persembahan (korban suci/yadnya) dihaturkan dengan keyakinan yang mantap (sraddha). Kami mohon keyakinan yang mantap (sraddha), yang memiliki nilai tertinggi di dalam kemakmuran.

Pernikahan menurut pandangan Hindu Bali

Pernikahan menurut pandangan Hindu Bali

Tahapan Hidup ke dua menurut Agama Hindu Bali (Catur Asrama) adalah tahap berumah tangga atau lebih dikenal dengan Grahasta Asrama. untuk mengawali tahap grahasta Asrama ini tentunya harus diawali dengan melangsungkan upacara perkawinan, sering juga disebut "pawiwahan", orang bali lebih lumrah dengan istilah "Nganten".
mengenai perkawinan dalam pandangan hindu didasari oleh beberapa sloka berikut ini:

Sam jaaspatyam suyamam astu devah (Rgveda X. 85. 23)
Hyang Widhi, semoga kehidupan pernikahan ini tenteram dan bahagia.

Asthuuri no gaarhapatyaani santu (Rgveda VI. 15. 19)
Semoga hubungan suami-istri ini tidak pernah putus dan berlangsung selamanya.

Ihaiva stam maa vi yaustam, Visvaam aayur vyasnutam, kriidantau putrair naptrbhih, modamaanau sve grhe (Rgveda X. 85. 42)
Semoga pasangan suami-istri ini tetap erat dan tak pernah terpisahkan, mencapai kehidupan yang penuh kebahagiaan, tinggal di rumah dengan hati gembira, dan bersama bermain dengan anak-anak dan cucu-cucu.

Pernikahan atau wiwaha dalam Agama Hindu adalah yadnya dan perbuatan dharma. Wiwaha (pernikahan) merupakan momentum awal dari Grahasta Ashram yaitu tahapan kehidupan berumah tangga. dalam adat Hindu di Bali merupakan upaya untuk mewujudkan hidup Grhasta Asmara, tugas pokoknya menurut lontar Agastya Parwa adalah mewujudkan suatu kehidupan yang disebut „Yatha sakti Kayika Dharma“ yang artinya dengan kemampuan sendiri melaksanakan Dharma. Jadi seorang Grhasta harus benar-benar mampu mandiri mewujudkan Dharma secara profesional haruslah dipersiapkan oleh seorang Hindu yang ingin menempuh jenjang perkawinan.

Tentang Gayatri Mantram

Tentang Gayatri Mantra

Stuta maya varada vedamata pracodayantam pavamani dvijanam. Ayuh pranam prajam pasum kirtim dravinan brahmawarcasam, Mahyam dattwa vrajata brahmalokam. (Atharvaveda XIX.71.1)
Gayatri mantram yang diakhiri dengan kata pracodayat, adalah ibunya dari empat veda (Rgveda, Yayurveda, Samaveda, Atharwaveda) dan yang mensucikan semua dosa para dvija. Oleha karena itu saya selalu mengucapkan dan memuja mantram tersebut. Gayatri mantram ini memberikan umur panjang, prana dan keturunan yang baik, pelindung binatang, pemberi kemasyuran, pemberi kekayaan, dan memberi cahaya yang sempurna. Oh Tuhan berikanlah jalan moksa padaku.

Mantra tersebut adalah mantra dari Atharwaveda. Veda secara luas dianggap sebagai sumber dari segala pengetahuan sejati, kata “Veda” itu sendiri berarti “Pengetahuan”. Di situ dijelaskan Gayatri mantra. Gayatri Devi juga memberikan “Mantra Gayatri” kepada umat manusia yang juga dikenal sebagai “Mantra Guru”atau “Mantra Savitri”, mantra terdapat dalam veda dan mantra ini adalah paling suci diantara mantra. Veda, Upanisad, purana dan Bhagawad gita, selalu mengatakan bahwa gayatri mantra paling suci dan penting, mantra ini perlu dan harus diucapkan setiap orang yang ingin mendapatakan kebahagiaan dunia dan moksa, begitu pentingnya gayatri mantra sehingga tuhan menurunkan mantra dalam atharwaweda untuk penjelasan gayatri. Gayatri Mantram adalah salah satu mantra tertua, dan umumnya dianggap sebagai mantra tertinggi dan paling kuat diantara semua mantra. Oleh karena itu, mantra ini sering disebut sebagai “Bunda Weda”. Dalam Bhagavad Gita X.35, Sri Krishna telah menyatakan kepada Arjuna – “Diantara semua mantra, Akulah Gayatri”.