Google+

Upakara dan Upacara Dewa Yadnya

Upakara dan Upacara Dewa Yadnya

Upacara dewa yadnya merupakan bagian dari Panca Yadnya, adalah upacara pemujaan dan persembahan sebagai wujud bakti kehadapan Hyang Widhi dan segala manifestasi-Nya, yang diwujudkan dalam bermacam-macam bentuk upakara. Upacara ini bertujuan untuk pengucapan terima kasih kepada Hyang Widhi atas kasih, rahmat dan karunia-Nya sehingga kehidupan dapat berjalan damai.
Dewa yadnya sejatinya sebagai tanda bahwa kita sudah menjalani prosesi ritual untuk Dewa Rna
Upacara dewa yadnya umumnya dilaksanakan di sanggah-sanggah, pamerajan, pura, kayangan dan tempat suci lainnya yang setingkat dengan itu. Upacara dewa yadnya ada yang dilakukan setiap hari dan ada juga yang dilakukan secara periodik atau berkala. 
"Brahma rpanam brahma havir,
brahmagnau bahmana hutam,
brahmai va tena gantavyam,
brahma karma samadhina" (Bhagawad Gita IV.24)
"Dipujanya Brahman, persembahannya Brahman, 
oleh Brahman dipersembahkan dalam api Brahman,
dengan memusatkan meditasinya kepada Brahman,
dalam kerja ia mencapai Brahman"
Dewa Yadnya adalah persembahan yang tulus ikhlas kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa beserta segala bentuk manifestasi-Nya. Dewa berasal dari kata : Div yang artinya sinar atau cahaya suci. Seperti halnya cahaya yang berasal dari matahari, demikianlah para Dewa adalah sumber dari sang pencipta yaitu Hyang Widi Wasa. Dewa sebagai manifestasinya Tuhan memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda seperti misalnya Dewa Wisnu, Dewa Brahma, Dewa Iswara dan yang lainnya memiliki kekuasaan yang berbeda, tetapi para Dewa tetap bersumber dari Tuhan. Dengan demikian pemujaan dan persembahan yang ditujukan kepada para Dewa pada dasarnya adalah ditujukan kepada Tuhan.

Dari pelaksanaan Dewa Yadnya adalah karena adanya hutang kepada Sang Hyang Widi Wasa yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk didalamnya adalah manusia, manusia bisa memanfaatkan isi alam ini dengan semuanya bersumber dan diciptakan oleh Tuhan. Hutang ini disebut dengan Dewa Rna. Atas dasar itu umat hindu sewajibnya berbhakti kepada Sang Hyang Widi dengan melaksanakan persembahan dalam bentuk Dewa Yadnya. 
Pelaksanaan Dewa Yadnya memiliki tujuan antara lain :

  1. Untuk menyatakan rasa terimakasih kepada Tuhan
  2. Sebagai ungkapan rasa bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa
  3. Sebagai jalan untuk memohon perlindungan dan waranugraha serta permohonan pengampunan atas segala dosa.
  4. Sebagai pengejawantahan ajaran Weda.

Jadi Yadnya yang kita persembahkan adalah sebagai wujud balas budi serta wujud bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi atas segala karunia-Nya. Pelaksanaan dari Dewa Yadnya dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu :

  1. Pemujaan yang dilakukan setiap hari (Nitya), seperti : Tri Sandya, menghaturkan canang di setiap palinggih pada pagi atau sore hari, ngejot dan mesaiban.
  2. Upacara yadnya tergolong upacara peringatan hari-hari suci (Naimitika) tertentu seperti Purnama, Tilem, Tumpek, Anggarkasih, Galungan, Kuningan, Saraswati, Siwaratri dan sebagainya.
  3. Upacara yang terkait dengan tempat-tempat suci seperti melaspas, Pujawali, Piodalan.
  4. Upacara pada waktu dan hari yang khusus seperti Ngusaba, Ngaci-aci, Melasti.

Pelaksanaan Dewa Yadnya ini disamping menggunakan sarana upakara, juga menggunakan puja mantra, serta dilengkapi pula dengan persembahyangan. Sembahyang memiliki pengertian memuja, menyembah, menghormat kepada Ida Sang Hyang Widhi, para Dewa, atau kepada sesuatu yang dianggap suci. 

Sembahyang merupakan perwujudan dari rasa bhakti umat manusia kehadapan Sang Pencipta. Bhakti adalah penyerahan diri sepenuhnya kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala ketulusikhlasan dan tanpa adanya ikatan ataupun pamrih. Adapun yang menjadi tujuan umat Hindu melaksanakan persembahyangan adalah untuk mewujudkan rasa bhakti kepada Tuhan beserta segala manifestasiNya, memohon wara nugraha serta petunjuk untuk menuju kehidupan yang lebih baik, sebagai wujud penyerahan diri, penyucian lahir bhatin, serta tujuan-tujuan lain yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Pelaksanaan Dewa Yadnya yang pelaksanaannya pada waktu-waktu tertentu (Naimitika Yadnya) ada yang berdasarkan pawukon, wewaran atau juga berdasarkan sasih.

adapun beberapa jenis Upakara dan Upacara Dewa Yadnya dapat dibaca di artikel berikut ini:
Demikian sekilas tentang Upakara dan Upacara Dewa Yadnya. semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar